Konten dari Pengguna

Anggaran APBN : Untuk Pembangunan Jalan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Rokayah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

perbaikan jalan dari dana apbn di desa dramaga, 15,12,2025. 22:12. dok: nurul
zoom-in-whitePerbesar
perbaikan jalan dari dana apbn di desa dramaga, 15,12,2025. 22:12. dok: nurul

Menjelang tutup tahun, publik sering mendengar kabar percepatan realisasi anggaran negara. Dana APBN yang belum terserap maksimal dikebut agar tidak mengendap. Pertanyaannya: apakah percepatan ini sekadar formalitas, atau benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat?

Salah satu contoh yang patut diapresiasi adalah penggunaan dana akhir tahun untuk perbaikan jalan di pedesaan. Jalan desa bukan sekadar infrastruktur fisik; ia adalah nadi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Ketika jalan rusak, biaya logistik melonjak, akses ke sekolah dan puskesmas terhambat, bahkan harga hasil panen bisa jatuh karena sulit didistribusikan.

Namun, di balik kabar baik ini, ada catatan kritis. Percepatan anggaran sering kali berisiko pada kualitas pekerjaan. Jalan yang diperbaiki dengan tergesa-gesa bisa cepat rusak kembali. Transparansi dan pengawasan menjadi kunci agar dana benar-benar digunakan sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengejar target serapan.

Di sisi lain, langkah ini menunjukkan arah yang tepat: pemerataan pembangunan. Selama ini, proyek besar di perkotaan kerap mendominasi narasi pembangunan. Padahal, desa adalah fondasi ekonomi bangsa. Dengan jalan yang layak, petani bisa menjual hasil panen lebih cepat, anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman, dan warga desa bisa lebih mudah mengakses layanan publik.

Dana APBN di akhir tahun seharusnya tidak dipandang sebagai “sisa belanja” yang harus dihabiskan, melainkan sebagai investasi strategis untuk memperkuat akar pembangunan. Jalan desa adalah simbol sederhana, tetapi dampaknya nyata,membuka peluang, menutup kesenjangan, dan menghubungkan mimpi warga desa dengan masa depan yang lebih cerah.