Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.94.1
Konten dari Pengguna
Limbah Batik Pekalongan yang Tak Lekang Zaman, Lantas Bagaimana Masa Depannya?
16 Oktober 2024 20:41 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Nur Elisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ditulis oleh : Nur Elisa
Pekalongan adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan produk batiknya.Kota ini menawarkan baragam motif batik yang khas, sehingga dijuluki sebagai “Kota Batik”.Sebagian besar warganya bermata pencarian serbagai pengrajin batik, dan di beberapa kawasan seperti daerah Buaran, banyak toko penjual batik yang bisa dijumpai. Bahkan, Pekalongan sendiri memiliki pasar khusus untuk penjual batik.
ADVERTISEMENT
Batik Pekalongan dikenal di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara.Keistimewaan batik ini terletak pada motif yang unik dan pewarnaannya yang cenderung cerah yangmenciptakan daya tarik tersendiri.Salah satu yang paling terkenal adalah Batik Tujuh Rupa.Meskipun begitu, masih banyak motif lainnya yang tak kalah cantik.
Namun, di balik kejayaan batik ini, ada masalah lingkungan yang dihadapi. Limbah dari industri batik, terutama yang dibuang ke sungai – sungai telah mencemari lingkungan dan berbau tak sedap.Meskipun masalah ini sudah berlangsung lama , tapi hingga kini belum ada solusi yang efektif untuk mengatasi pencemaran tersebut. Selain itu, perkembangan teknologi di era digital menyebabkan semakin banyak motif batik baru yang bermunculan, bahkan dari luar negri. Hal ini menambah persaingan bagi industri batik di pekalongan, yang berakibat turunnya daya saing dan penurunan minat masyarakat terhadap batik lokal.
ADVERTISEMENT
Dengan semua tantangan ini, muncul pertanyaan: Apakah Batik Pekalongan bisa tetap bertahan di tengah gempuran produk – produk yang sama dari luar? Dan untuk menjaga eksistensinya, diperlukan inovasi dalam motifnya, serta meningkatkan kesadaran akan lingkungannya.Kolaborasi antar pengrajin, pemerinta, dan masyarakat sangat penting agar Batik Pekalongan terus menjadi kebanggaan lokal dan mampu bersaing di pasar global.