Konten dari Pengguna

Apa Itu 'Buyer Persona' dan Bagaimana Cara Menentukannya?

Nugraha Eka Putra

Nugraha Eka Putra

Football, Film, & Techno addict | Liverpool FC #YNWA | Mail: stickersboy.id@gmail.com

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nugraha Eka Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Eksekutif muda kantoran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Eksekutif muda kantoran. Foto: Pixabay

Dengan semakin berkembangnya dunia marketing, khususnya dunia digital marketing, tentu membuat setiap individu yang berkecimpung di dalamnya harus mengikuti perubahan dan dinamika yang ada. Perkembangan yang ada ini tidak hanya dari segi media dan alat, tetapi juga dari segi strategi.

Istilah buyer persona memang akrab di telinga jika kita membahas tentang dunia digital marketing. Sebenarnya, apa sih buyer persona itu?

Apa Itu Buyer Persona?

Buyer persona bisa dikatakan sebagai tokoh fiktif yang dengan sengaja diciptakan dengan karakteristik tertentu, yang mewakili sebagai konsumen suatu produk. Buyer persona ini mewujudkan siapa konsumen yang paling tepat untuk produk anda, bagaimana kepribadiannya, bagaimana sifatnya, bahkan bagaimana ia akan mengambil suatu keputusan.

Lebih mudahnya, kita bisa katakan buyer persona adalah bayangan tentang siapa konsumen produk anda. Anda sebagai pemilik produk, yang paling mengerti detail produk anda sendiri, adalah orang yang paling mungkin untuk membayangkan siapa konsumen yang paling tepat untuk produk anda.

Terlihat mudah? Memang! Namun, banyak hal yang perlu anda pikirkan dan pertimbangkan untuk menciptakan buyer persona ini. Anda perlu menggunakan imajinasi untuk mengkhayal dan menulisnya.

Apa Fungsi Buyer Persona?

Banyak keuntungan yang anda dapatkan dari membuat buyer persona. Sebab, sejatinya buyer persona adalah salah satu komponen penting dalam strategi marketing anda. Beberapa keuntungan yang anda dapatkan dari membuat buyer persona, antara lain:

  1. Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk yang anda tawarkan ke pasaran.

  1. Anda dapat memahami bagaimana konsumen anda mengambil keputusan, sehingga anda dapat menentukan target pemasaran dan membuat penjualan anda berjalan lebih baik.

  1. Dengan mudahnya anda mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, anda dapat mengembangkan sebuah produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen anda.

  1. Membuat anda mudah untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat.

  1. Membuat strategi pemasaran anda menjadi lebih efektif dan efisien.

Bagaimana Cara untuk Menentukan Buyer Persona?

Seperti yang sudah saya katakan di atas, menentukan buyer persona tidak mudah, tetapi juga tidak sulit. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum menentukan buyer persona anda, antara lain:

  1. Personality

Untuk mengetahui personality dari buyer persona anda, anda cukup membayangkan dan menjawab beberapa pertanyaan berikut:

“Siapa konsumen anda?”

“Apakah ia pria atau wanita?”

“Kira-kira berapa umurnya?”

“Apa tingkat pendidikannya?”

“Apa ia sudah bekerja? Apa pekerjaannya?”

“Berapa kisaran penghasilan yang ia peroleh setiap bulannya?”

“Apakah ia sudah menikah?”

Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan menuliskannya.

  1. Kebiasaan dan Tingkah Laku

Setelah menjawab beberapa pertanyaan tentang kepribadian dan personality calon konsumen anda, maka tahap selanjutnya adalah menjawab beberapa pertanyaan tentang tingkah laku mereka.

“Apa hobinya?”

“Makanan dan minuman favoritnya?”

“Media sosial apa saja yang mereka gunakan?”

“Kapan saja waktu ia menggunakan media sosial?”

“Bagaimana ia biasa melakukan komunikasi? Melalui telepon, email, atau secara langsung?”

“Bagaimana cara ia mengetahui suatu produk? Melalui iklan, saran teman, atau internet?”

“Jika melalui internet, bagaimana cara ia mencari informasi tersebut?

“Bagaimana cara ia berbelanja? Secara offline atau online?

Setelah anda bisa menjawab dan menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, anda akan mendapatkan karakteristik calon konsumen anda. Inilah yang selanjutnya disebut dengan buyer persona.

Jika anda merasa informasi yang anda dapatkan dari beberapa pertanyaan di atas masih kurang detail, anda bisa menambahkan sebanyak mungkin informasi yang anda ketahui. Semakin banyak informasi yang anda dapatkan, maka semakin dekat pula anda dengan calon konsumen anda. Hal ini juga membuat strategi pemasaran yang akan anda lakukan menjadi lebih efektif dan efisien.

Bagaimana? Cukup mudah, bukan?

Selamat mencoba, ya!