Bebaskan Anak Bermain Tanpa Khawatir Kuman dengan Dettol

Tulisan dari Nunu Halimi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dunia anak-anak adalah bermain. Sebagai esensi kehidupan anak-anak, melihat mereka bermain memang sangat menyenangkan ya. Namun disisi lain, terutama bagi seorang ibu, membebaskan anak bermain terkadang menjadi dilema tersendiri.
Dari mulai mengatur waktu bermain, memilih jenis permainan yang pas, hingga pengawasan anak ketika bermain, banyak situasi yang harus siap dihadapi oleh ibu, baik saat anak bermain di dalam rumah atau di luar rumah.
Yup, secara intuisi umumnya setiap ibu memahami pentingnya bermain untuk anak. Tetapi seringkali dilanda kekhawatiran saat melepaskan anak bermain.
Takut anak jatuh terpelesetlah, bertengkar dengan temannya atau bermain kotor-kotoran biasanya jadi alasan seorang ibu sedikit membatasi ruang gerak bermain anak. Jujur, saya sendiri pernah melakukannya, alih-laih membebaskan anak bermain, kata larangan seringkali terucap saat anak bermain.
"Play More Worry Less' KumparanMomXDettol
Nah, kalau sudah seperti itu, sebenarnya seperti apa ya idealnya dunia bermain anak?
Adakah bermain yang bisa membuat sama-sama nyaman dan menyenangkan untuk anak, juga untuk orangtua?
Senang sekali, saya bersama Kumparan Mom, hari sabtu tanggal 14 Desember lalu, mendapat kesempatan menghadiri acara bertema "Play More Worry Less" yang digelar Kumparan dan Dettol di Houbii Adventure Park, Pondok Indah
Pentingnya Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak
Menyimak langsung pemaparan Dr. Reisa Broto Asmoro, dan sharing pengalaman Tania Ray Mina, Mom influencer dan Lucky Febrianti perwakilan dari Dettol, banyak pencerahan saya dapatkan di acara ini.
Menurut Dr. Reisa bermain adalah hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Bermain memiliki banyak manfaat dalam mengeksplorasi dan stimulus 8 kecerdasan, diantaranya:
Kecerdasan Linguistik, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat, keinginan, serta menggunakan kata dan kalimat efektif yang mudah dimengerti.
Kecerdasan berpikir logis dan matematis, ini adalah kemampuan untuk berpikir logis dan matematis menilai sesuatu.
Kecerdasan Intrapersonal yaitu kecerdasan dalam memahami dirinya sendiri, yang meliputi kesadaran, emosi, dan suasana hati.
Kecerdasan Interpersonal yaitu kecerdasan dalam memahami orang lain di sekitarnya, dimana anak-anak dapat mudah memahami. peka, dan mulai bisa mengamati situasi, maksud, motivasi, dan perasaan orang lain.
Kecerdasan Kinestetik. yaitu kecerdasan dalam mengenali dan menggunakan fisik atau anggota tubuhnya untuk mengekspressikan ide dan perasaannya.
Kecerdasan Musikal, ini adalah kecerdasan anak yang dapat memahami dengan baik ritme, nada, irama. Menikmati, mengamati, membedakan bahkan mengekspresikan diri dengan musik
Kecerdasan Visual Spasial, yaitu kecerdasana nak dalam memahami gambar, bangun ruang dan bentuk baik dalam bentuk 2, 3 atau 4 dimensi
Kecerdasan Naturalis, ini kecerdasan anak dalam mengenal dan kasih sayang kepada alam lingkungan sekitar.
Bermain memang sejatinya untuk belajar ya, dengan bermain anak-anak dapat mengembangkan diri mereka dengan cara yang menyenangkan.
Selain itu, bermain juga sangat bermanfaat untuk membangun sedini mungkin sisi:
Kreativitas
Keterampilan sosial, dan
Kemandirian anak.
Kurangi Kekhawatiran Bebaskan Anak Bermain
Hal yang wajar ternyata jika orangtua khawatir, ini dialami juga loh oleh Tania Ray Mina mom influencer yang bercerita pengalaman keseharian mengurus dua anaknya.
Menurut Tania, hal lain yang menjadi perhatiannya ketika anak-anak bermain adalah juga masalah kesehatan anak-anak. Karena anak-anak suka sekali bermain air, basah-basahan dan tanah yang kotor sehingga rentan terpapar kuman dan bakteri.
Untuk hal yang satu ini, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhhawatirkan loh!?
Bermain dan Kesehatan
Dari segi kesehatan, bermain ternyata memiliki dampak yang signifikan untuk meningkatkan sistem imun dan kekebalan tubuh anak.
Namun demikian, meski bermain membentuk sistem imun dan kekebalan tubuh anak, bukan berarti mengabaikan aspek kebersihan, dan membiarkan anak bermain sesukanya termasuk ketika misalnya, rumah jadi berantakkan dalam keadaan kotor, atau ketika bermain mereka pulang dalam kedaan kotor.
Karena kemungkinan serangan kuman bisa datang kapan saja, terlebih jika sistem imun anak sedang lemah dan tubuhnya tidak dapat memberi perlawanan maksimal.
Bahaya dari penyakit yang disebabkan kuman dan bakteri mengintai seperti typus, cacingan, hepatitis, juga penyakit kulit.
Untuk itu ada hal yang harus juga ditanamkan pada anak, yaitu menjaga kesehatan diri sendiri sejak dini, diantaranya dengan:
Mengedukasi anak akan pentingnya menjaga kebersihan diri sendiri
Mengajarkan tanggung jawab, dengan merapikan dan membersihkan mainan sendiri setelah selesai bermain
Mandi dan cuci tangan hingga bersih setelah bermain
Cuci tangan hingga bersih sebelum menyantap makanan.
Dengan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini, sedikit banyak akan memudahkan pekerjaan ibu, karena anak-anak yang terbiasa menjaga kebersihan, memiliki kesadaran tanpa perlu disuruh, mereka akan terlatih melindungi diri sendiri dari paparan kuman.
Oiya, untuk perlindungan serta menangkis serangan kuman dan bakteri, sabun pembesih yang dipakai ternyata juga berpengaruh loh!? Makanya penting menggunakan sabun pembersih yang efektif memberi perlindungan terhadap kuman dan bakteri.
Salah satu produk sabun yang dikenal mampu melawan kuman dan bakteri adalah Dettol. Sabun yang satu ini memang sudah familiar banget ya di hampir semua keluarga Indonesia.
Lucky Febrianti perwakilan dari Dettol menjelaskan, Dettol telah melewati perjalanan panjang lulus uji sebagai sabun nomor satu yang terpercaya dan terbukti efektif membersihkan kotoran, kuman dan bakteri.
Dettol pada awalnya diperkenalkan sebagai antiseptik cair yang digunakan sebagai disinfektan untuk kulit pasca operasi, yang lalu berlanjut untuk menjaga kebersihan para ibu setelah melahirkan.
Berbekal pengalaman dan passion para ahli di Dettol, produk-produk Dettol telah berkembang menjadi berbagai varian produk dengan keunggulan melindungi dari paparan bakteri dan kuman, seperti sabun pencuci tangan, tissue basah, sabun mandi batang, sabun mandi cair, pembersih lantai, dan lain-lain.
5 Langkah Cuci Tangan dengan Dettol
Di acara "Play More Worry Less" ini anak-anak juga diajarkan cara mencuci tangan yang benar dengan panduan 5 langkah cuci tangan yaitu:
Basahi tangan dan gunakan Dettol sabun atau sabun cair pencuci tangan anti bakteri
Gosok punggung, telapak tangan dan sela-sela jari
Bersihkan bagian bawah kuku
Bilas dengan air mengalir hingg benar-benar bersih
Keringkan dengan lap bersih yang kering.
Hadir di acara Play More Worry Less, memberi banyak pencerahan banget untuk saya sebagai ibu, jadi tidak terlalu khawatir berlebih lagi membebaskan anak bermain.
Dan langsung dibuktikan dong ya, dengan membebaskan anak bermain trampolin sepuasnya, di Houbii Adventure Park.
Bermain memberi kesenangan dan membantu anak berkembang. Kurang bermain dapat berpengaruh pada pembentukkan karakter anak ketika dewasa. Jadi biarkanlah anak-anakn mewujudkan dunia bermainnya. Bebaskan dilema dengan membiasakan anak menjaga kebersihan sejak dini. Play More, Worry Less.
