Moms, Terapkan 5 Langkah Ini Untuk Wujudkan Sehat Finansial dan Fisik

Tulisan dari Nunu Halimi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menjadi seorang ibu dituntut multitasking dan multitalenta. Sanggup melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu, serta memiliki aneka skill yang mumpuni, dari tukang masak, ahli gizi, guru les, hingga jadi ojek atau sopir pribadi, ibu harus sigap memastikan pemenuhan segala kebutuhan rumah, menjaga kesehatan keluarga dan anak-anak.
Selain itu, seorang ibu juga perlu menjaga kesehatan lainnya, yaitu kesehatan keuangan keluarga. Persoalan kesehatan keuangan ini memang tantangan banget ya untuk ibu-ibu. Godaannya banyak, apalagi zaman sekarang ada cashback, points, midnight sale dan tawaran buy 1 get 1, sering memanggil-manggil di notifikasi e-mail atau aplikasi e-commerce langganan.
Kalau kebutuhannya banyak dan penghasilannya segitu-gitu saja. Di tambah dengan keinginan belanja yang tidak terkontrol, tentu akan menjadi masalah ya. Makanya ibu harus memutar otak dan mengatur strategi bagaimana caranya bisa memenuhi semua kebutuhan dan keinginan dengan optimal, tanpa menambah beban keuangan.
Tidak dapat di sangkal juga, jika persoalan keuangan adalah salah satu kunci pembuka masalah dalam rumah tangga. Banyak keluarga gagal harmonis karena masalah keuangan. Data menunjukkan, permasalahan keuangan adalah penyebab kedua perceraian, setelah perselingkuhan.
Beruntung sekali, hari sabtu lalu tanggal 27 Juli 2019 saya mengikuti acara bersama Komunitas Mom's Mingle Kumparan. Bersama ibu-ibu lainnya saya mendapatkan informasi serta wawasan yang bermanfaat sekali tentang bagaimana sih seharusnya ibu menjadi penjaga yang menjaga dan melindungi kesehatan fisik serta keuangan keluarga, secara lebih baik.
"MOM as The Guardian Of The Family"
Yup, menjadi seorang ibu berarti juga menjadi penjaga, dan itu dimulai dengan menjaga dirinya sendiri, baik secara fisik, mental juga secara keuangan, karena sebagai seorang isteri, ibu juga bertanggung jawab menjaga harta benda suaminya
Kesehatan fisik dan kesehatan keuangan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Kekhawatiran akan kesehatan yang menurun adalah hal yang tidak menyenangkan, pun dengan kondisi keuangan yang terganggu.
Kesehatan fisik yang buruk akan berdampak besar pada kesehatan keuangan. Demikian juga keuangan yang tidak sehat akan mempengaruhi kesehatan fisik, karena kemungkinan mengalami depresi, stress, kecemasan biasanya akan meningkat.
Dan, peran ibu sebagai penjaga, pelindung kesehatan fisik dan keuangan sangat krusial. Ibu harus mengoptimalkan asupan makanan, gizi, kebersihan sekaligus menyeimbangkan pemasukkan dan pengeluaran rumah tangga untuk terpenuhinya perlindungan ini.
Berlangsung di Hotel Santika, Depok, Mom Mingle Kumparan ini mengusung tema "MOM as The Guardian Of The Family" yang menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya:
Ananto Pambudi, Manager Corporate Communication Sunlife Indonesia
Prameswari "Imesh" Sugiri Chief of Mom Mingle Kumparan
Aidil Akbar Majid, Senior Financial Planner
Tania Ray Mina, Momfluencer dan MomPreneur
Kelly Tandiono, Model dan Brand Ambassador Sunlife
Ingin Sehat Keuangan, Terapkan 5 Cara ini
Dalam mewujudkan kesehatan keuangan, hal yang pertama harus di perhatikan oleh setiap ibu adalah bijaksana memahami antara kebutuhan dan keinginan. Ibu sebisa mungkin harus peka, misalnya hitung dengan seksama, apa benar promo cashback, points, midnight sale dan tawaran buy 1 get 1 memberi benefit jelas, atau hanya sebagai gimmick ibu agar terus berbelanja.
Diawali dengan pemaparan dari narasumber Aidil Akbar Madjid, Senior Financial Planner yang memaparkan apa saja sih indikator keuangan sehat, keuangan sehat itu jika kita:
Memiliki ratio kemampuan membayar hutang atau cicilan yang maksimal, tidak melebihi 30% total pendapatan
Memiliki kecukupan dana darurat, minimal sebesar tiga kali pengeluaran rutin bulanan
Memiliki aset dan investasi yang memberikan pertumbuhan keuangan jangka panjang.
Lalu, bagaimana caranya jika kita ingin memiliki kesehatan keuangan yang optimal?
Lakukanlah terlebih dahulu Financial Check-up, yaitu dengan menyisihkan waktu khusus untuk melihat kondisi keuangan secara jelas, kemudian tuliskan apa saja yang sudah dilakukan dengan uang yang di hasilkan. Buat daftar pendapatan dan pengeluaran, serta atur pos kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulan. Dari sini akan ada gambaran, ke mana pendapatan di habiskan dan pos pengeluaran apa yang paling banyak menggerus kesehatan keuangan. Setelah itu..
Tetapkan tujuan keuangan dalam kategori: Jangka Pendek (di bawah satu tahun) Jangka menengah (1-5 tahun) dan Jangka Panjang (di atas 5 tahun) Misalnya apakah ingin dalam jangka pendek jalan-jalan, traveling, jangka menengah pendidikan anak, beli rumah, beli kendaraan, dan jangka panjang untuk dana pensiun, apakah pensiun normal atau pensiun yang di percepat?
Buat Arus cashflow dan budgeting, anggarkan kebutuhan rutin bulanan dengan amplop-amplop, seperti untuk keperluan rumah, bayar listrik, kuota internet, keperluan pribadi, entertainment, SPP sekolah anak, dan donasi atau untuk orangtua sebesar tidak lebih dari 40% penghasilan. Bayar hutang dan cicilan 30%, dan tabungan dana darurat 10% untuk keperluan tidak terduga.
Saat terima gaji, sisihkan didepan langsung, untuk masa depan. Dengan disiplin anggarkan sebanyak 15-20% untuk tabungan, dan atau investasi misalnya dalam bentuk saham, emas, obligasi, reksadana, deposito, atau instrumen lain yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Menyiapkan dana proteksi asuransi, yang memberi proteksi pada kesehatan, jiwa dan aset sebesar 10% dari penghasilan.
Kurangi biaya hidup dan gaya hidup dengan hidup hemat dan usaha lain untuk menambah penghasilan. Salah satunya dengan memulai usaha, berjualan online, menjadi free lancer atau bekerja sampingan diluar jam kerja utama.
Oiya, Poin ke 5 ini, juga diperjelas oleh Tania Ray Mina, Momfluencer dan MomPreneur yang rela melepas karirnya untuk fokus mengurus anak-anaknya. Kemudian memutuskan untuk membuka usaha, mengelola bisnis bersama keluarga di bidang fashion dan kosmetik. Tania Ray merasakan sekali pentingnya bagi ibu bisa mengatur keuangan yang sehat.
Hidup hemat bukan berarti juga kita tidak bisa bersenang-senang dan menikmati hidup loh!? Tetapi yang terpenting bagaimana bisa menetapkan prioritas dan menentukan mana yang layak untuk dilakukan.
Seorang ibu harus proaktif dan memiliki inisiatif, memikirkan alternatif jangka panjang dalam perkara keuangan. Apalagi kalau misalnya suatu ketika misalnya (tanpa bermaksud mendahului kehendak sang pencipta) ibu bisa saja tiba-tiba menjadi tulang punggung keluarga, menggantikan suami. Maka mau tidak mau, ibu harus siap.
Dengan keterampilan pengelolaan keuangan yang terarah kepada kesehatan keuangan, insha Allah ibu bisa survive dan cepat beradaptasi dengan situasi dan kondisi.
Ingin Sehat Fisik, Terapkan 5 Tips dari Kelly Tandiono
Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Agar tetap sehat, banyak orang rela melakukan apa saja. Beragam upaya dilakukan, baik yang bernilai medis maupun non medis, dari yang logis hingga yang tidak masuk akal bisa dilakukan demi senantiasa sehat atau mendapatkan kembali kesehatannya
Dan, fokus mengurus keluarga, suami dan anak-anak, tanpa disadari seorang ibu sering mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri. Lupa merawat diri dan menjaga kesehatannya, padahal,..
Mom's Nggak Boleh Sakit,..
Terdengar berlebihan ya, tapi memang begitulah adanya. Ibu nggak boleh sakit. Karena kalau ibu sakit, semua urusan dalam rumah akan terhambat. Anak-anak tidak terurus, pekerjaan menumpuk, rumah berantakkan, dan, lain-lain.
Kelly Tandiono super model, aktris film yang dikenal menerapkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya, memberikan tips simpel loh kalau ibu ingin memiliki kesehatan fisik yang maksimal, yaitu dengan:
Sering-seringlah tertawa, tertawakan apa saja boleh loh selama tidak menganggu dan bukan mempermalukan orang. Penelitian telah menemukan dampak positif pada aliran darah peserta setelah mereka menertawakan beberapa acara komedi diantaranya: Melancarkan peredaran darah. Tertawa juga meningkatkan respons tubuh dalam menurunkan tingkat stres, Meningkatkan imunitas dan meredam rasa sakit.
Berjemur matahari +15 menit setiap hari. Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa banyak perempuan Indonesia yang mengalami defisiensi vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan penguatan tulang. Dua gangguan kesehatan ini bisa diatasi dengan sinar ultra violet dan tubuh kita mampu memproduksi vitamin D secara alami melalui paparan sinar matahari, maka sempatkan lah untuk berjemur. Antara jam 10-11 pagi adalah waktu yang ideal jika ingin berjemur, jangan takut hitam atau kulit menjadi jelek karena sehat lebih baik dari itu semua.
Jangan malas, lakukan aktivitas fisik yang membuat aktif seperti biasakan berjalan kaki ke pasar, beres-beres rumah, menata rumah, dan lain-lain
Rajin berolahraga, olahraga rasanya sudah tidak di sangsikan lagi manfaatnya untuk kesehatan, lakukan olahraga dari yang ringan-ringan saja dulu lalu seiring waktu di tingkatkan intensitasnya
Pola makan sehat seimbang. Terapkan pola makan bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan rasa lapar. Penuhi makanan dengan mencukupi asupan gizi, meliputi karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral, sehingga organ tubuh dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hindari konsumsi makanan dan jajan sembarangan, dan kurangi konsumsi gula berlebih.
Sederhana sekali ya jurus sehat Kelly Tandiono. Menurut Kelly, pengalaman dalam lingkaran keluarganya yang banyak mengalami sakit dan meninggal muda karena gaya hidup tidak sehat, memberinya inspirasi untuk melakukan perubahan dan menyebarkan semangat dan kepada sebanyak mungkin orang, untuk memulai hidup sehat, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik.
Live Healthier Better Lives bersama SunLife
Senang sekali ya mendapat banyak wawasan baru akan pentingnya kesehatan fisik dan kesehatan keuangan Tentang Sun Life, acara ini juga didukung oleh Sunlife yang terkenal komit menggemakan gaya hidup sehat dengan Live Healthier Better Lives
Sunlife adalah adalah lembaga jasa keuangan internasional yang menyediakan aneka jasa produk asuransi dan wealth management untuk perorangan atau korporat yang eksis sejak tahun1865, berarti 154 tahun, berpengalaman sekali pastinya ya!
Didirikan di Kanada. Sunlife saat ini tersebar di berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Hongkong, Filipina, Malaysia dan lain-lain.
Sun Life sendiri hadir di Indonesia sejak tahun 1995. Menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan asuransi jiwa terbesar di dunia, Sunlife dikenal mengedepankan nilai integritas, keikut sertaan, fokus pada nasabah, unggul, bernilai dan berinovasi.
Menurut Ananto Pambudi, Manager Corporate Communication Sunlife Indonesia, Sunlife adalah satu-satunya perusahaan yang juga memberikan jasa keuangan asuransi syariah dan satu-satunya yang berdiri sendiri, benar-benar terpisah secara sistem dan struktur dengan yang konvensional.
Sun Life juga dikenal yang sangat peduli dengan peningkatan taraf kualitas kehidupan masyarakat Indonesia, dengan mengadakan event atau kegiatan yang mengajak masyarakat Indonesia hidup sehat, seperti lomba lari, seminar dan edukasi penyakit diabetes dan salah satunya juga acara ini yaa, yang menggugah kesadaran para moms untu mulai menjaga kesehatan keuangan dan fisiknya.
Yuk, moms sama-sama kita menerapkan 5 langkah di atas untuk wujudkan sehat fisik dan finansial yang lebih baik untuk keluarga di masa depan.
