Inisiasi LESTARI oleh KKN BBK 8 UNAIR Mendukung Kebersihan Lingkungan dan SDGs

Mahasiswi Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nur Aini Fajarini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak bagi kesehatan maupun estetika. Pencemaran lingkungan akibat berserakannya sampah mengganggu pemandangan dan kelestarian yang berdampak secara jangka panjang seperti timbulnya pemukiman yang kumuh. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengadaan tempat sampah berperan sangat penting sebagai sarana pembuangan sampah. Adanya program LESTARI yang diusung oleh kelompok 2 Desa Gondoruso, Pasirian, Lumajang KKN BBK 8 Universitas Airlangga memberikan warna baru untuk mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan. LESTARI (Lingkungan Sehat Tertata dan Asri) tidak hanya seputar kebersihan lingkungan, tetapi sebuah aksi pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan inovasi kepada ibu-ibu dengan memanfaatkan barang bekas seperti galon air sekali pakai. Kegiatan ini mendukung SDGs pada poin ke-11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) dan poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Kegiatan LESTARI dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2026 bertempat di Balai Desa Gondoruso. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan setiap Gerbangmas maupun PKK untuk mendukung kreativitas dan kerja sama antar ibu-ibu. Konsep kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemberian edukasi kepada ibu-ibu terkait pemilahan sampah, kesehatan dan kebersihan lingkungan, termasuk pembagian tempat sampah menjadi tiga yaitu organik berwarna hijau (kulit buah dan sayur), anorganik warna kuning (plastik, bungkus makanan, dll), serta limbah B3 (baterai, kaleng cat, maupun obat kedaluwarsa).
Pada sesi pembuatan tempat sampah, tahap awal yang dilakukan adalah pemasangan jaring kawat pada galon bekas yang telah dilubangi menggunakan kabel ties. Tahap ini membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian serta sangat tampak pada diri ibu-ibu sehingga proses ini berjalan dengan lancar dan maksimal. Selanjutnya, galon dilukis dengan motif yang disesuaikan oleh keinginan maupun kebisaan dari ibu-ibu. Kegiatan ini juga memupuk interaksi dan kebersamaan dimana ibu-ibu dapat bercanda gurau, bernyanyi, maupun bercengkrama dalam satu ruang.
“Adanya kegiatan LESTARI atau Lingkungan Sehat Tertata dan Asri adalah bentuk inovasi pembuatan tempat sampah yang akan diberikan oleh adek-adek mahasiswa sehingga dapat dicontoh oleh ibu-ibu di rumah. Kegiatan ini juga membantu kita semua untuk membiasakan membuang sampah di tempatnya sehingga bermanfaat bagi kebersihan dan kesehatan sekitar” ujar Ibu Lufike Suryani, S. Pd selaku perwakilan dari TP PKK.
“Bagus! Ada kegiatan ini bisa membuat tempat sampah dari barang bekas jadinya tidak dibuang begitu saja. Ikut kegiatan ramai sekali dan bisa bertemu dengan ibu-ibu yang lainnya” kata Ibu Poniah selaku perwakilan dari Gerbangmas Mawar Dusun Danurejo. Antusiasme dari ibu-ibu sangat memberikan energi positif bagi para mahasiswa sehingga upaya pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat dijadikan contoh untuk mengatasi permasalahan di lingkungan bermasyarakat.
Selesainya kegiatan, sampah dikumpulkan kembali sekaligus menunggu lukisan pada galon kering selama satu hari. Pengantaran galon ke rumah kepala Gerbangmas dilakukan pada besok lusa setelah pelaksanaan LESTARI mengingat aktivitas dari para mahasiswa cukup padat karena terdapat program kerja secara berturut-turut. Peletakan tempat sampah ini akan merata pada 5 dusun di Desa Gondoruso. Langkah ini sebagai salah satu upaya penguatan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya yang sejalan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Berita ini mendukung pencapaian SDG 11 : Sustainable Cities and Communities SDG 12 : Responsible Consumption and Production #SDG11 #SustainableCitiesandCommunities #SDG12 #ResponsibleConsumptionandProduction #SDGsUNAIR
