Konten dari Pengguna

Ketika Kata-Kata Menjadi Bagian dari Wajah Kota Bandung

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nur Anisa Febrianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tulisan karya Pidi Baiq yang berada di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Foto: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Tulisan karya Pidi Baiq yang berada di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Foto: Dokumentasi Pribadi.

Berjalan di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pengunjung tidak hanya akan menemukan bangunan dan jalan yang berkaitan dengan sejarah kota. Di salah satu sudut kawasan tersebut, terdapat tulisan karya Pidi Baiq yang terpampang pada dinding ruang publik.

Tulisan tersebut menjadi salah satu detail yang cukup menarik perhatian ketika seseorang melewati kawasan Jalan Asia Afrika. Kehadirannya membuat dinding yang menjadi bagian dari fasilitas kota tidak hanya berfungsi sebagai elemen bangunan, tetapi juga memiliki sisi lain yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Keberadaan tulisan Pidi Baiq di kawasan tersebut bukan sesuatu yang baru. Tulisan itu telah hadir sejak 2015, bertepatan dengan momentum peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika. Pada saat itu, tulisan yang berada di sekitar kawasan Jalan Asia-Afrika tersebut turut menjadi perhatian warga dan pengunjung yang datang ke lokasi.

Hal tersebut menjadi menarik karena Jalan Asia Afrika sendiri mempunyai posisi penting dalam sejarah Bandung. Kawasan ini berada di sekitar Gedung Merdeka yang menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada 1955. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dari sejarah Kota Bandung.

Di tengah kawasan yang lekat dengan sejarah tersebut, tulisan Pidi Baiq memberikan nuansa yang berbeda. Jika bangunan dan berbagai peninggalan di sekitar Jalan Asia Afrika membawa pengunjung pada cerita masa lalu, tulisan di dinding menghadirkan bentuk ekspresi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Ruang publik pun akhirnya tidak hanya menjadi tempat orang berjalan atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Elemen sederhana seperti tulisan dapat membuat sebuah tempat mempunyai karakter yang lebih mudah dikenali.

Bagi sebagian pengunjung, tulisan tersebut mungkin hanya menjadi latar untuk berfoto. Namun, bagi orang lain, tulisan itu dapat menjadi bagian dari pengalaman ketika berada di kawasan Asia Afrika. Orang dapat berhenti sejenak untuk membaca, mengambil gambar, atau sekadar memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

Hal serupa juga dapat ditemukan pada beberapa bagian lain di kawasan tersebut. Tulisan dan elemen visual yang berada di ruang publik menjadi bagian dari suasana Jalan Asia Afrika yang dapat ditemukan ketika berjalan kaki di kawasan tersebut.

Kehadiran tulisan di ruang publik juga memperlihatkan bahwa sebuah kota dapat memiliki identitas melalui berbagai hal sederhana. Identitas tersebut tidak selalu hadir dalam bentuk gedung besar, monumen, atau tempat wisata. Sebuah tulisan yang berada di dinding pun dapat menjadi bagian dari ingatan seseorang terhadap sebuah tempat.

Jalan Asia Afrika memiliki banyak cerita yang berasal dari berbagai masa. Sejarah Konferensi Asia-Afrika menjadi salah satu cerita yang paling dikenal dari kawasan ini. Namun, pengalaman orang ketika mengunjungi kawasan tersebut juga terbentuk dari berbagai detail yang mereka temukan selama berada di sana.

Tulisan Pidi Baiq menjadi salah satu detail tersebut.

Bagi pengunjung yang berjalan menyusuri Jalan Asia Afrika, keberadaan tulisan seperti ini dapat menjadi sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Terlebih ketika kawasan tersebut sedang ramai, tulisan di dinding dapat menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian di tengah aktivitas masyarakat.

Pada akhirnya, sebuah kota tidak hanya dikenali melalui nama jalan atau bangunan bersejarahnya. Kota juga dapat dikenali melalui tulisan, karya, dan berbagai elemen kecil yang ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Di Jalan Asia Afrika, kata-kata yang tertulis pada sebuah dinding menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana sebuah ruang publik dapat memiliki cerita dan karakter tersendiri.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke kawasan Asia Afrika, melihat lebih dekat berbagai detail di sepanjang jalan dapat menjadi pengalaman tersendiri. Sebab, terkadang cerita tentang sebuah kota tidak hanya tersimpan dalam sejarah besar, tetapi juga dapat ditemukan melalui hal-hal sederhana yang berada di depan mata.