Literasi Digital Sejak Dini, BBM UM Bekali Siswa Sukoanyar Etika Bermedia Sosial

Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nur Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi Etika Bermedia Sosial untuk Membangun Generasi Digital yang Bertanggung Jawab
SUKOANYAR – Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang melaksanakan program kerja bertajuk Santun Bermedia Sosial pada Senin (13/7/2026) di SMP dan SMK Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini diikuti oleh siswa baru dengan tujuan meningkatkan literasi digital serta menanamkan etika berkomunikasi di media sosial sebagai bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi mahasiswa BBM UM bersama pihak sekolah dan masyarakat. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian siswa masih memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan sebagai jalan pintas dalam mengerjakan tugas sekolah tanpa melalui proses belajar secara mandiri. Selain itu, masih ditemukan kebiasaan berkomunikasi dengan guru melalui media digital yang belum memperhatikan etika, seperti mengirim pesan tanpa salam, menggunakan bahasa yang kurang santun, atau menyampaikan informasi secara kurang tepat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan literasi digital dan pendidikan karakter.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa BBM UM mengemas sosialisasi dalam bentuk diskusi interaktif yang mengajak siswa berbagi pengalaman selama menggunakan media sosial. Materi yang disampaikan meliputi etika berkomunikasi di ruang digital, pentingnya menjaga jejak digital, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak sebagai pendukung proses belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis.
"Sekarang saya jadi lebih paham cara menghubungi guru dengan bahasa yang sopan dan memanfaatkan AI untuk membantu belajar tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi," ujar salah satu peserta kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Siswa aktif menyampaikan pengalaman mereka saat menggunakan media sosial maupun aplikasi berbasis kecerdasan buatan, kemudian bersama-sama mendiskusikan cara menggunakan teknologi secara lebih bertanggung jawab. Pendekatan partisipatif ini dipilih agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBM UM berharap siswa di Desa Sukoanyar mampu membangun budaya bermedia sosial yang santun, bijak, dan bertanggung jawab. Bekal tersebut diharapkan tidak hanya mendukung proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi perkembangan teknologi secara cerdas dan beretika.
