Konten dari Pengguna

Sosialisasi hingga Door to Door, BBM UM Bantu UMKM Sukoanyar Go Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nur Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengenalan Materi Pesan Otomatis pada WhatsApp Business oleh Nur Azizah, Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang pada tanggal 3 Juli 2026
zoom-in-whitePerbesar
Pengenalan Materi Pesan Otomatis pada WhatsApp Business oleh Nur Azizah, Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang pada tanggal 3 Juli 2026

SUKOANYAR – Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program kerja bertajuk Digitalisasi UMKM pada Jumat (3/7/2026) di Gedung Ranting NU Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas para pelaku UMKM Dusun Baran dan Dusun Plalar dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemasaran digital sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Peserta diajak memahami bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk.

Diskusi bersama pelaku UMKM Desa Sukoanyar

"Selama ini kami hanya memakai WhatsApp biasa untuk menerima pesanan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi tahu cara memanfaatkan WhatsApp Business agar pesanan lebih rapi dan pelanggan lebih mudah melihat produk yang kami jual," ujar salah satu peserta

Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan penggunaan WhatsApp Business, mulai dari pembuatan akun, penyusunan profil usaha, pembuatan katalog produk beserta deskripsi dan harga, hingga pemanfaatan fitur greeting message dan away message. Melalui fitur tersebut, pelaku UMKM dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional sekaligus mempermudah promosi produk kepada calon pelanggan.

Selain pelatihan, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti pemasaran, pengelolaan keuangan, dan inovasi produk. Dari sesi tersebut, mahasiswa BBM UM mengidentifikasi masih adanya kesenjangan literasi digital yang menghambat pengembangan usaha.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa BBM UM melaksanakan pendampingan door to door pada 8-15 Juli 2026. Pendampingan difokuskan pada pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, penerapan pembayaran digital melalui QRIS, serta optimalisasi penggunaan WhatsApp Business sesuai kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.

Melalui pendampingan langsung ini, mahasiswa memastikan setiap pelaku usaha mampu mengoperasikan teknologi digital yang telah diperkenalkan, mulai dari katalog produk, pembayaran digital, hingga pengelolaan informasi usaha secara daring. Program ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Desa Sukoanyar, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.