Sosialisasi hingga Door to Door, BBM UM Bantu UMKM Sukoanyar Go Digital

Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nur Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SUKOANYAR – Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program kerja bertajuk Digitalisasi UMKM pada Jumat (3/7/2026) di Gedung Ranting NU Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas para pelaku UMKM Dusun Baran dan Dusun Plalar dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemasaran digital sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Peserta diajak memahami bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk.
"Selama ini kami hanya memakai WhatsApp biasa untuk menerima pesanan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi tahu cara memanfaatkan WhatsApp Business agar pesanan lebih rapi dan pelanggan lebih mudah melihat produk yang kami jual," ujar salah satu peserta
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan penggunaan WhatsApp Business, mulai dari pembuatan akun, penyusunan profil usaha, pembuatan katalog produk beserta deskripsi dan harga, hingga pemanfaatan fitur greeting message dan away message. Melalui fitur tersebut, pelaku UMKM dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional sekaligus mempermudah promosi produk kepada calon pelanggan.
Selain pelatihan, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti pemasaran, pengelolaan keuangan, dan inovasi produk. Dari sesi tersebut, mahasiswa BBM UM mengidentifikasi masih adanya kesenjangan literasi digital yang menghambat pengembangan usaha.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa BBM UM melaksanakan pendampingan door to door pada 8-15 Juli 2026. Pendampingan difokuskan pada pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, penerapan pembayaran digital melalui QRIS, serta optimalisasi penggunaan WhatsApp Business sesuai kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.
Melalui pendampingan langsung ini, mahasiswa memastikan setiap pelaku usaha mampu mengoperasikan teknologi digital yang telah diperkenalkan, mulai dari katalog produk, pembayaran digital, hingga pengelolaan informasi usaha secara daring. Program ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Desa Sukoanyar, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
