Konten dari Pengguna

Ekonomi Hijau Desa Jabon Mekar BOGOR : Mandiri Lewat Budidaya Stek Tanaman Hias

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nur Habibah Hasibuan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa PGSD Universitas Pamulang saat melakukan wawancara dan observasi langsung bersama Pak Wawan, salah satu pelopor budidaya tanaman hias di Kampung Tunas Mekar, Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor. (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa PGSD Universitas Pamulang saat melakukan wawancara dan observasi langsung bersama Pak Wawan, salah satu pelopor budidaya tanaman hias di Kampung Tunas Mekar, Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor. (Foto: Dok. Pribadi)

BOGOR - Di balik hiruk-pikuk jalur utama Kabupaten Bogor menuju pusat ekonomi perkotaan, terdapat sebuah desa yang menyimpan potensi ekonomi hijau yang luar biasa. Desa Jabon Mekar, sebuah pemukiman hasil pemekaran wilayah yang asri di Kecamatan Parung, kini tumbuh subur sebagai sentra budidaya tanaman hias yang mandiri dan berkelanjutan.

Secara historis, nama "Jabon Mekar" memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi warga setempat. Resmi mekar dari Desa Ibul pada tahun 1982, kata "Jabon" diambil dari pohon raksasa yang dahulu menjadi penanda (landmark) wilayah ini, sedangkan kata "Mekar" disematkan sebagai doa agar desa baru tersebut dapat tumbuh berkembang layaknya bunga yang merekah indah. Doa itu kini mewujud nyata melalui geliat budidaya tanaman hias di Kampung Tunas Mekar.

KEMANDIRIAN EKONOMI daddarri KEBUN PEKARANGAN

Memasuki Kampung Tunas Mekar, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh hamparan dedaunan hijau dan aneka warna tanaman hias yang tertata rapi di halaman rumah warga. Tanaman hias bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama penggerak perekonomian desa.

"Kunci utama budidaya di sini adalah konsistensi dan teknik yang sederhana namun efisien. Dengan metode stek terbuka, tanaman sudah mulai berakar kuat dalam satu bulan dan siap dipasarkan pada minggu keenam."

Salah satu pionir sukses di kampung ini adalah Pak Wawan, seorang pelaku usaha tanaman hias setempat yang telah mendedikasikan waktu selama kurang lebih 15 tahun di bidang ini. Dengan memanfaatkan metode stek di tempat terbuka, proses pembibitan dapat berjalan sangat produktif. Hanya dalam waktu sekitar 1,5 bulan, tunas baru telah siap dipindahkan ke dalam pot-pot kecil untuk dipasarkan.

Tanaman hias produksi warga ini dijual secara kompetitif dengan kisaran harga Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per pot, tergantung pada jenis varietas dan tingkat pertumbuhannya. Skema penjualan terbuka ini sukses menarik pembeli partai besar maupun retail dari berbagai daerah di Jabodetabek, membuktikan bahwa ruang pekarangan rumah jika dikelola secara kreatif dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang stabil.

HARMONI TRADISI di TENGAH MODERNISASI

Meskipun ekonomi warga bergerak ke arah yang modern dan dinamis, kehidupan sosial budaya di Desa Jabon Mekar tetap berjalan seimbang dengan memegang teguh kearifan lokal. Nilai gotong royong dan kebersamaan menjadi perekat sosial yang sangat kuat antarwarga.

Warga desa masih rutin menggelar kesenian tradisional seperti pertunjukan Tanggapan Topeng dalam berbagai perayaan penting, serta menjaga tradisi keagamaan lewat pengajian rutin mingguan. Tidak hanya itu, setiap peringatan hari jadi desa selalu diisi dengan ziarah bersama ke makam tokoh pendiri desa sebagai bentuk penghormatan kolektif atas jasa para leluhur yang telah berjuang membuka jalan kemakmuran bagi Desa Jabon Mekar.

Catatan Redaksi: Artikl kolaborasi jurnalisme warga ini ditulis dan disusun berdasarkan hasil laporan observasi lapangan oleh Kelompok 2 yang beranggotakan Epa Lestari, Mira Amelia Putri, Nur Habibah Hasibuan, Nur Hikmah, dan Rika Sulistiani Mawardi. Penulisan ini merupakan bagian dari output tugas lapangan mata kuliah Sosiologi dan Antropologi yang diampu oleh Bapak Fauzan Nafis Firdaus, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang.