Mahasiswa UM BBM Angkat Cerita Kopi Ranuagung Melalui Konten Digital

Mahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nur Intan Permata Hati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Secangkir kopi yang dinikmati setiap hari menyimpan perjalanan panjang yang jarang diketahui banyak orang. Di balik aroma dan cita rasanya, terdapat kerja keras para petani yang merawat tanaman, memanen buah kopi, hingga melalui berbagai tahapan pascapanen sebelum menghasilkan biji kopi berkualitas. Namun, cerita di balik proses tersebut masih belum banyak dikenal masyarakat.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026 di Desa Ranuagung menghadirkan RACIK (Ranuagung Coffee in Content) sebagai upaya memperkenalkan kopi robusta Ranuagung melalui media digital. Program ini tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga mengangkat cerita di balik proses pengolahan kopi serta dedikasi para petani yang selama ini menjadi bagian penting dari perkembangan kopi di Desa Ranuagung.
RACIK diwujudkan dalam tiga karya digital, yaitu video sinematik, video dokumenter, dan video iklan komersial. Ketiganya dikemas dengan pendekatan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memperkenalkan kopi Ranuagung kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik, mudah diakses, dan relevan dengan perkembangan media digital saat ini.
Untuk menghasilkan konten yang autentik, tim UM BBM terjun langsung ke perkebunan kopi di Desa Ranuagung. Selama proses produksi, berbagai aktivitas petani didokumentasikan, mulai dari panen buah kopi, pengupasan kulit buah (penggilingan basah), penjemuran biji kopi, hingga pengupasan kulit tanduk (penggilingan kering). Dokumentasi tersebut menjadi gambaran bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhirnya, tetapi juga oleh proses panjang yang membutuhkan ketelitian dan pengalaman para petani.
Selain menampilkan proses pengolahan kopi, video dokumenter juga menghadirkan kisah salah satu petani yang membagikan pengalamannya selama berkecimpung di dunia kopi. Cerita tersebut memperlihatkan bahwa kopi bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam wawancara tersebut, narasumber menyampaikan optimisme terhadap perkembangan kopi di Tiris, Ranuagung.
"Di Tiris ini bisa jadi sebagai salah satu produsen kopi robusta terbesar se-Probolinggo, juga se-Jawa Timur."
Optimisme tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Tiris, termasuk Desa Ranuagung, memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil kopi robusta. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan upaya promosi yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah.
Melalui RACIK, mahasiswa UM BBM memanfaatkan konten digital sebagai media untuk memperkenalkan potensi kopi Ranuagung dari sudut pandang yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menampilkan hasil akhirnya, tetapi juga memperlihatkan perjalanan panjang kopi, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta kerja keras para petani yang menjadi bagian penting dari setiap cangkir kopi yang dihasilkan.
Di era digital, konten visual memiliki peran penting dalam membangun citra suatu produk lokal. Video sinematik mampu menarik perhatian melalui visual yang estetik, video dokumenter menghadirkan cerita yang autentik, sedangkan video iklan komersial menjadi sarana promosi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar. Kombinasi ketiga konten tersebut diharapkan dapat menjadi media promosi yang berkelanjutan bagi kopi Ranuagung.
Melalui langkah sederhana ini, mahasiswa UM BBM berharap masyarakat tidak hanya mengenal kopi Ranuagung sebagai produk pertanian, tetapi juga memahami cerita, proses, dan kerja keras yang ada di balik setiap biji kopi. Dengan semakin dikenalnya potensi kopi Ranuagung melalui media digital, diharapkan peluang pengembangan dan pemasaran kopi lokal juga dapat terus berkembang di masa mendatang.
