Awak Mobil Tangki Pertamina Tuntut Hapus Outsourcing

Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina menuntut agar PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin menghapus sistem outsourcing yang diterapkan di perusahaan tersebut. Mereka menggelar aksi di depan gedung Kemenaker.
"Tuntutan kami sederhana, kami ingin perusahaan hapus sistem outsourcing dan kami diangkat menjadi karyawan tetap," ujar Michael salah seorang koordinator aksi di pelataran Gedung Kemenaker, Jakarta Selatan, Selasa (4/7).

Selain pengahapusan sistem outsourcing, Michael mewakili hampir 1.200 awak mobil tangki yang tadi pagi menduduki gedung Kemenaker, meminta untuk kembali mempekerjakan karyawan yang sebelumnya sudah dirumahkan oleh PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin.
"Kami menuntut agar kawan kami yang di PHK dapat dipekerjakan kembali, serta kami menuntut agar perusahaan mau membayarkan upah lembur Awak Mobil Tangki," kata michael.

Michael dan beberapa pihak yang terlibat dalam aksi pagi tadi yang terdiri dari 1200 awak mobil tangki Pertamina dari 11 depot se-Indonesia mengancam untuk menginap di pelataran gedung Kemenaker jika para direktur dari PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin tidak mengabulkan tuntutan mereka.
"Kamis pihak Menaker janjikan akan hadirkan Direktur PT Pertamina Patra Niaga, PT Elnusa Petrofin, PT Gun. Jika mereka tidak hadir kita pastikan akan menginap," kata Michael.

Aksi ini sudah dilakukan sejak sekitar pukul 10.00 WIB tadi hingga pukul 22.00 WIB. Massa sempat memenuhi Jalan Gatot Subroto dan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Polisi kemudian meminta mereka masuk ke dalam kawasan kantor Kemenaker.
Saat ini para pendemo sudah membubarkan diri. Polisi yang bertugas menjaga massa juga sudah meninggalkan area kantor Kemenaker.
Sebelumnya para Awak Mobil Tangki dari berbagai depot melakukan aksi mogok massal. Karena tuntutan tidak dipenuhi, mereka melakukan aksi lanjutan di Kemenaker.
