Detik-detik Mencekam Saat Bus Terbang Menghantam Kebun Kol di Ciloto

Petugas TPS 36 Kebayoran Lama Utara, Wawan Setiawan, menceritakan detik-detik menegangkan sebelum bus Kitrans menabrak 8 kendaraan di Ciloto, Cipanas, Puncak, Bogor. Wawan merupakan salah satu penumpang bus nahas tersebut.
Ditemui di kediamannya, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Wawan menceritakan kecurigaannya terhadap kondisi bus sejak sebelum berangkat. Pada Minggu (30/4), di Masjid Darussalam di Kebayoran Lama yang merupakan titik kumpul awal, banyak rekannya yang merasa tidak puas karena bus yang akan mereka tumpangi tampak tua dan tidak sehat.
"Waktu sampai di sekitar Tol Cibubur sudah tidak enak remnya, sampai beberapa penumpang protes dengan sopir, kalau ngerem jangan kayak gitu," kata Wawan yang paha kanannya masih dibalut kain perban ini, Senin (1/5).
Setelah tiba di kawasan puncak, ketika melintasi tanjakan, bus Kitrans yang ditumpanginya itu sempat mundur. Bus terasa begitu berat melintasi tanjakan.
"Pas masuk turunan sopir bilang kepada salah satu peserta rem blong, akhirnya satu peserta yang bernama Pak Darmawan ke belakang, ke penumpang menginfokan bahwa rem blong, jangan panik," ujarnya.

Wawan kemudian bergerak ke tengah dan bertahan dalam posisi berdiri sambil pegangan dua kursi. Suasana begitu menegangkan. Kala itu Wawan mengaku benar-benar fokus menghadapi kemungkinan terburuk yang akan dihadapinya bersama rekan-rekan seisi bus.
Bus bergerak zigzag dua kali dan melaju semakin kencang saat melintasi turunan. Wawan tak tahu apakah mesin mobil hidup atau dimatikan oleh sopir karena dirinya sudah semakin panik.
Semua penumpang berdoa.
Laju bus semakin tak terkendali. Wawan menyaksikan bagaimana bus yang ditumpanginya itu menghantam beberapa kendaraan yang sedang antre menunggu buka-tutup jalur Puncak dari arah yang berlawanan.
"Bus membentur dan terbang dalam keadaan miring dan langsung jatuh ke perkebunan kol warga. Bus setelah menghantam dua Avanza, langsung terbang dan bus menghantam tanah kemudian terguling. Kami yang di dalam juga ikut terguling," terangnya.

Saat itu kondisi bus sudah hancur berantakan. Kaca-kaca bus pecah berhamburan karena menghantam mobil. Kondisi kaca yang pecah ini sedikit banyak justru memudahkan proses evakuasi.
"Ketika itu kaca depan pecah dan saya sempet berbenturan dan jatuh, kursi di dalam juga sempat jatuh, menimpa kita semua," katanya.
Bus setelah menghantam dua Avanza, langsung terbang dan bus menghantam tanah kemudian terguling. Kami yang di dalam juga ikut terguling.
Wawan mengaku, dialah yang pertama kali keluar dari bus warna putih yang sudah hancur tersebut. Dia kemudian ditolong warga dibawa ke rumah sakit. Warga bersama petugas dari Polri dan TNI juga berlarian memberikan pertolongan ke kebun kol itu. Setelah itu kondektur bus dan seluruh penumpang satu per satu dievakuasi.
"Di tempat itu yang langsung meninggal ada Bu Mimi, Pak Wagirun, Pak Sudinar, juga sopir karena kegencet," ujarnya.
Baca juga: Penumpang Bus Kecelakaan Ciloto Sadar Rem Bus Blong

Wawan mengaku tak dapat melihat secara jelas kondisi teman-temannya yang lain. Saat itu dia langsung mendapat pertolongan pertama dari warga. Tak lama kemudian dia dan teman-temannya dibawa ke RS Cimacan dengan mobil ambulans dan mobil polisi.
"Setelah di rumah sakit saya baru lihat kondisi teman-teman saya. Sekarang sebagian masih ada yang di rumah sakit, semoga besok sudah bisa pulang," ujarnya.
Wawan menderita memar di beberapa bagian tubuhnya. Kakinya sempat tak bisa digerakkan, namun saat ini kondisinya sudah lebih baik. Dia juga mengalami luka di bagian pantat dan kini sudah dijahit.

