ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Penembakan Polisi di Paris

ISIS mengklaim pihaknya bertanggungjawab atas serangan yang terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Champs-Elysees Paris. Pelaku diidentifikasi sebagai salah satu tentara ISIS.
Reuters pada Jumat (21/4) melansir, pria yang menembak polisi dengan senjata perang itu bernama Abu Yousif. Dia berkebangsaan Belgia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, korban tewas dalam insiden ini berjumlah dua orang yakni polisi dan pelaku. Pernyataannya ini mengklarifikasi kabar sebelumnya yang menyebut ada dua polisi yang tewas.

Saat ini, dua polisi yang mengalami luka parah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat ketika sebuah mobil berhenti di samping sebuah mobil polisi yang tidak bergerak. "Seorang pria segera keluar dan melepaskan tembakan ke mobil polisi," katanya.
"Identitas penyerang maupun korban, belum pasti," katanya.
Baca juga: Polisi Ditembak Orang Tak Dikenal di Paris
Seorang sumber di kepolisian mengatakan tembakan juga terjadi di lokasi lainnya di dekat tempat insiden.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan terlalu dini untuk mengatakan motif dibalik penembakan itu. Namun dia menjelaskan bahwa serangan itu sengaja menargetkan polisi.

Kejaksaan Prancis mengatakan bagian kontraterorisme kantor kejaksaan telah mulai melakukan penyelidikan. Namun, tiga sumber di kalangan kepolisian mengatakan penembakan itu kemungkinan merupakan percobaan perampokan bersenjata.
Kepolisian meminta masyarakat untuk menghindari lokasi kejadian.
Gambar televisi memperlihatkan monumen Arc de Triomphe serta setengah wilayah Champs Elysees dipenuhi kendaraan-kendaraan polisi, sorotan lampu serta personel kepolisian bersenjata berat yang menutup lokasi insiden. Menurut seorang wartawan, saat itu terjadi adu tembak sengit di dekat toko Marks and Spencers.
