Kumparan Logo

Jadi Nggak Suka Disentuh Sejak Jadi Ibu? Ini Penjelasannya, Moms

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu depresi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu depresi. Foto: Shutter Stock

Menjadi seorang ibu membawa banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Di tengah rutinitas mengurus anak yang padat, sebagian ibu mungkin pernah merasakan tidak nyaman saat disentuh, bahkan oleh pasangan atau anak sendiri. Jika Anda pernah mengalaminya, jangan buru-buru merasa bersalah.

Ternyata, kondisi tersebut cukup umum terjadi dan memiliki istilah tersendiri, yaitu touched out. Kondisi ini sering dialami oleh ibu yang memiliki bayi atau balita karena tubuh mereka hampir terus-menerus melakukan kontak fisik dengan anak.

Mengutip Romper, psikolog yang berfokus pada kesehatan mental ibu, Dr. Laura Venuto, menjelaskan touched out merupakan kondisi ketika seseorang merasa kewalahan akibat terlalu banyak kontak fisik, sehingga muncul keinginan untuk memiliki ruang bagi tubuhnya sendiri.

"Para ibu menyadari bahwa mereka sedang mencapai titik di mana mereka enggan melakukan kontak fisik dan ingin punya waktu sendiri untuk tubuh mereka," jelas Venuto, seperti dikutip dari Romper.

Apa Itu Touched Out yang Dialami Ibu?

Ilustrasi ibu sedih, stres dan kehilangan jati diri. Foto: aslysun/Shuttterstock

Bagi ibu yang sedang menyusui atau menghabiskan sebagian besar waktunya bersama bayi, tubuh menjadi pusat dari berbagai kebutuhan si kecil. Mulai dari menyusui, menggendong, mengayun, hingga menenangkan anak ketika rewel.

Tak hanya itu, sebagian ibu juga merasa tubuhnya tetap dituntut untuk memenuhi kebutuhan pasangan. Akumulasi berbagai kontak fisik tersebut dapat membuat seseorang merasa "kelelahan disentuh" atau touched out.

Terapis profesional Ashley Grubbs menggambarkan kondisi ini sebagai perasaan ketika seseorang ingin memiliki batas atas tubuhnya sendiri.

"Itu adalah perasaan ketika kulit Anda terasa sensitif atau seolah tubuh memiliki batas yang membuat Anda tidak ingin disentuh oleh orang lain," ujarnya.

Venuto bahkan memperkirakan setidaknya sekitar setengah dari perempuan pernah mengalami kondisi ini, terutama pada masa-masa awal menjadi ibu.

Seperti Apa Rasanya Touched Out?

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research pada 2019 meneliti pengalaman ibu menyusui yang mengalami touched out. Meski menikmati proses menyusui, banyak ibu juga merasakan tekanan karena tubuh mereka menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan bayi.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perasaan tidak nyaman saat menyusui dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari rasa gelisah, marah, merinding, hingga muncul keinginan untuk segera menghentikan proses menyusui. Dari 694 ibu yang menjadi responden, hampir 70 persen melaporkan pernah mengalami bentuk keengganan tersebut saat menyusui.

Selain memengaruhi keseharian, touched out juga dapat berdampak pada hubungan dengan pasangan. Sebagian ibu mengalami penurunan libido atau merasa tidak ingin melakukan kontak fisik setelah seharian merawat anak.

Jika kondisi ini hanya terjadi sesekali, tidak ada salahnya mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada pasangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Tak Perlu Merasa Bersalah

Merasa ingin memiliki waktu tanpa sentuhan bukan berarti Anda adalah ibu yang buruk atau tidak menyayangi keluarga. Sebaliknya, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Grubbs menekankan bahwa setiap orang membutuhkan keseimbangan antara kedekatan fisik dan waktu untuk diri sendiri.

"Manusia memang membutuhkan sentuhan fisik, tetapi mereka juga membutuhkan waktu untuk menyendiri. Waktu di mana mereka bisa keluar dari rutinitas dan menikmati ruang pribadi tanpa gangguan. Itu adalah hal yang sehat," jelasnya.

Karena itu, jangan ragu meluangkan waktu untuk me time, melakukan aktivitas yang Anda sukai, atau sekadar menikmati beberapa menit tanpa tuntutan apa pun. Mengisi ulang energi diri sendiri juga merupakan bagian penting dari proses merawat keluarga.