Studi: Skin to Skin Contact dengan Bayi Bisa Turunkan Risiko Ibu Depresi

Skin to skin contact atau kontak kulit antara orang tua dan bayi selama ini dikenal memiliki banyak manfaat untuk si kecil. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana ini juga dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental ibu setelah melahirkan.
Depresi postpartum merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang cukup umum terjadi setelah persalinan. Diperkirakan, sekitar 1 dari 7 ibu mengalami kondisi ini. Kabar baiknya, depresi postpartum dapat dicegah dan diobati, salah satunya dengan membangun dukungan sosial serta kedekatan antara ibu dan bayi sejak awal kehidupan.
Sebuah meta-analisis dan tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatric Research pada 2026 menemukan bahwa skin-to-skin contact berkaitan dengan penurunan gejala depresi postpartum secara signifikan pada ibu.
Kenapa Skin to Skin Contact Bisa Turunkan Stres Ibu?
Menurut para peneliti, saat ibu melakukan kontak kulit langsung dengan bayinya, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai bonding hormone atau hormon kasih sayang.
Hormon ini membantu meningkatkan rasa tenang, rileks, dan kedekatan emosional antara ibu dan bayi. Di saat yang sama, kadar hormon stres atau kortisol pada ibu maupun bayi juga ikut menurun. Kombinasi inilah yang diyakini dapat membantu mengurangi risiko munculnya depresi postpartum.
Tak hanya dari sisi biologis, skin-to-skin contact juga memberikan manfaat secara psikologis. Momen ini membantu ibu lebih peka terhadap kebutuhan bayinya sehingga rasa percaya diri sebagai orang tua pun perlahan meningkat.
Para ahli menilai, pengalaman sederhana seperti memeluk bayi, merasakan kehangatan tubuhnya, dan merespons kebutuhannya dapat membantu mengurangi pikiran negatif yang sering muncul pada ibu setelah melahirkan, seperti merasa tidak mampu menjadi orang tua yang baik.
Manfaat Lain Skin-to-Skin Contact
Selain membantu menjaga kesehatan mental ibu, skin-to-skin contact juga memiliki berbagai manfaat lain bagi ibu maupun bayi, di antaranya:
- Membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil.
- Mengurangi tangisan dan tingkat stres pada bayi.
- Mendukung keberhasilan inisiasi dan proses menyusui.
- Membantu mengurangi perdarahan setelah persalinan.
- Memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi.
Menariknya, manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh ibu yang menyusui. Ayah maupun pengasuh lain juga dapat melakukan skin-to-skin contact dan memperoleh manfaat dalam membangun kedekatan dengan bayi.
Tetap Cari Bantuan Bila Gejala Berlanjut
Meski skin-to-skin contact dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan mental setelah melahirkan, praktik ini bukanlah pengganti penanganan medis.
Apabila Anda merasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat menjalani aktivitas, sulit tidur meski bayi sedang tidur, atau mengalami gejala depresi postpartum yang berlangsung lebih dari dua minggu, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam kesehatan mental perinatal.
Semakin cepat depresi postpartum ditangani, semakin besar pula peluang ibu untuk pulih dan menikmati proses tumbuh kembang si kecil bersama keluarga.
