Legenda Bukit Tangkiling: Warisan Cerita Rakyat dari Kalimantan Tengah

Mahasiswa UIN Palangka Raya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nur Mawaddah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bukit Tangkiling menjadi salah satu destinasi wisata alam yang cukup terkenal di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Bukit ini menawarkan pemandangan alam yang indah dengan hamparan hutan hijau dan batuan granit besar yang unik. Selain dikenal karena keindahannya, Bukit Tangkiling juga menyimpan legenda yang masih dipercaya dan diceritakan masyarakat hingga sekarang.
Legenda Bukit Tangkiling berkisah tentang seorang janda bernama Bawi Kuwu yang hidup bersama anak laki-lakinya, Tangkiling. Ketika dewasa, Tangkiling pergi merantau dan menjadi seorang saudagar kaya. Setelah lama berpisah, keduanya dipertemukan kembali tanpa saling mengenali. Dalam cerita rakyat tersebut, mereka akhirnya menikah tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya adalah ibu dan anak kandung.
Cerita rakyat ini sering dianggap mirip dengan legenda Sangkuriang dari Jawa Barat karena sama-sama mengangkat kisah hubungan ibu dan anak yang tidak disadari. Meski begitu, legenda Bukit Tangkiling memiliki ciri khas budaya Dayak yang kuat dan mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga adat, menghormati orang tua, serta memahami asal-usul keluarga.
Selain kisah legendanya, Bukit Tangkiling juga menjadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Lokasinya berada sekitar 34 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya dan bisa ditempuh menggunakan kendaraan darat. Banyak pengunjung datang untuk mendaki, menikmati pemandangan alam, hingga melihat langsung Batu Banama yang dipercaya berkaitan dengan legenda tersebut.
Saat ini, Bukit Tangkiling menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Kalimantan Tengah. Banyak wisatawan datang untuk mendaki, menikmati udara sejuk, hingga melihat pemandangan Kota Palangka Raya dari ketinggian. Keberadaan Batu Banama juga menjadi daya tarik tersendiri karena dipercaya berkaitan dengan legenda yang berkembang di masyarakat.
Legenda Bukit Tangkiling menjadi bukti bahwa cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang mengandung nilai kehidupan. Hingga saat ini, kisah tersebut masih terus diceritakan oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Tengah yang perlu dijaga dan dilestarikan.
