Konten dari Pengguna

SENOPATI, Inovasi Alat Non Invasif Sebagai Pemantau Kadar Kolesterold

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NUR MILLAH-Universitas Negeri Malang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alat Non Invasif Kolesterol, Sumber: (Dokumentasi pribadi, 2026)
zoom-in-whitePerbesar
Alat Non Invasif Kolesterol, Sumber: (Dokumentasi pribadi, 2026)

MALANG - Kepedulian terhadap meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular pada kelompok lanjut usia (lansia) melahirkan sebuah inovasi kesehatan yang disertai dengan kemutakhiran teknologi yang menjanjikan. Mahasiswa Universitas Negeri Malang mengembangkan SENOPATI, yaitu Sensor Non Invasif sebagai Pemantau Kolesterol Berbasis Near Infrared Spectroscopy yang dirancang khusus untuk membantu pasien penderita kolesterol. SENOPATI dikembangkan sebagai jawaban atas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya lansia. Selama ini, pemeriksaan kolesterol umumnya masih dilakukan melalui pengambilan sampel darah yang bersifat invasif. Tidak sedikit lansia yang enggan menjalani pemeriksaan dikarenakan rasa takut terhadap jarum suntik, keterbatasan mobilitas, hingga sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, tim Mahasiswa Universitas Negeri Malang menghadirkan SENOPATI sebagai solusi berbasis teknologi yang mengutamakan kenyamana pengguna tanpa mengurangi aspek pemantauan kesehatan. Berbeda dengan alat pemeriksaan konvensional, SENOPATI dirancang menggunakan pendekatan Near Infrared Spectroscopy (NIR) sehingga proses pengukuran dilakukan tanpa pengambilan darah. Pengguna hanya perlu memasukkan jari telunjuk ke dalam ruang sensor (finger chamber), kemudian sistem akan melakukan pembacaan spektrum cahaya dan menampilkan estimasi kadar kolesterol secara otomatis. Pengembangan SENOPATI selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-being, yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Keunggulan dari SENOPATI terletak pada penggunaan sensor multispektral AS7265x yang mampu membaca 18 kanal panjang gelombang pada rentang 410-940 nm. Jumlah kanal tersebut jauh lebih banyak dibandingkan beberapa alat yang umumnya hanya memanfaatkan 1 hingga 2 kanal sensor optik. Semakin banyak kanal spektrum yang digunakan, maka semakin kaya informasi yang diperoleh sistem untuk melakukan analisis kadar kolesterol melalui pendekatan statistik berbasis Partial Least Squares (PLS Regression). Teknoloi ini menjadi salah satu nilai inovatif yang diusung dalam meningkatkan kualitas estimasi pengukuran. Pengembangan SENOPATI juga mempertimbangkan aspek keamanan dan keberlanjutan produk. Sensor yang digunakan telah memenuhi berbagai standar internasional, mulai dari standar lingkungan, keamanan listrik, ketahanan manufaktur, hingga konsistensi data digital. Hal ini menjadi langkah awal agar produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik dan berpotensi dikembangkan menuju tahap implementasi yang lebih luas.

Tidak berhenti pada perangkat keras, SENOPATI juga mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) sehingga hasil pengukuran tidak hanya tersimpan di dalam perangkat, tetapi juga secara otomatis dikirimkan ke sistem cloud. Data tersebut kemudian dapat dipantau melalui aplikasi seluler yang dirancang khusus bagi anggota keluarga maupun pendamping lansia. Dengan demikian, kondisi kesehatan pengguna dapat dipantau dari jarak jauh secara lebih praktis dan berkesinambungan. Melalui aplikasi tersebut, keluarga dapat melihat riwayat hasil pemeriksaan, tren perubahan kadar kolesterol dari waktu ke waktu, dashboard pemantauan kesehatan, hingga menerima notifikasi setiap kali pengguna selesai melakukan pengukuran. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan lansia sehingga proses pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini.

Lebih dari sekadar alat ukur, SENOPATI membawa konsep Smart Monitoring for Independent Living, yaitu sistem pemantauan kesehatan yang mendorong lansia untuk lebih mandiri dalam menjaga kondisi kesehatannya. Kehadiran aplikasi pendamping memungkinkan keluarga tetap memperoleh informasi mengenai hasil pemeriksaan meskipun berada di lokasi yang berbeda. Dengan demikian, proses pendampingan kesehatan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kunjungan langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Di balik inovasi tersebut berdiri tim mahasiswa muda Universitas Negeri Malang yang memiliki semangat tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Tim dipimpin oleh Nur Millah bersama anggota Naufal Abid Romadhoni, Indriani Puji Rahmawati, Vanesya Ayu Wilujeng Putri, dan Putri Yuni Aqsyah. Kelima mahasiswa tersebut berasal dari latar belakang keilmuan yang saling melengkapi sehingga mampu mengintegrasikan aspek kesehatan, teknologi sensor, pemrograman, hingga pengembangan aplikasi dalam satu sistem terpadu. Seluruh proses pengembangan dilaksanakan di bawah bimbingan apt. Intan Kusuma Dewi, S.Farm., M.Farm., Klin. yang memberikan arahan ilmiah mulai dari tahap perancangan konsep hingga pengembangan alat.

Ketua tim SENOPATI menjelaskan bahwa, "inovasi ini tidak hanya berfokus pada sisi teknologi, tetapi juga mengedepankan kemudahan pengguna bagi kelompok lansia. Oleh karena itu, SENOPATI juga dilengkapi dengan fitur Voice Guidance tau panduan suara yang akan membantu pengguna dalam membaca kadar kolesterolnya tanpa mengalami kesulitan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas bagi lansia yang mengalami keterbatasan penglihatan maupun penurunan kemampuan sensorik".

Tim inovator muda berharap bahwa SENOPATI dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung upaya preventif terhadap penyakit kardiovaskular, khususnya yang berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi. Mereka juga menargetkan pengembangan lebih lanjut agar perangkat dapat diimplementasikan di fasilitas pelayanan kesehatan, pusat layanan lansia, maupun digunakan secara mandiri di rumah. Selain itu, tim berencana mengembangkan platform pemantauan kesehatan lansia yang lebih komprehensif serta mengupayakan perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap inovasi yang telah dikembangkan.

Semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh para inovator muda Universitas Negeri Malang menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan di Indonesia. Dengan memadukan ilmu pengetahuan, rekayasa teknologi, serta kepedulian sosial, SENOPATI diharapkan mampu menjadi langkah awal menuju sistem pemantauan kesehatan lansia yang lebih modern, mandiri, dan berbasis teknologi digital.