Konten dari Pengguna

Hubungan Parasosial yang Dialami oleh Penggemar VTuber: Apa Bentuknya?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nur Muhammad Adnan Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Sumber: Tangkapan layar YouTube Vestia Zeta Ch. hololive-ID)
zoom-in-whitePerbesar
(Sumber: Tangkapan layar YouTube Vestia Zeta Ch. hololive-ID)

Istilah VTuber mulai dikenal oleh banyak orang ketika di masa pandemi COVID-19. Pada masa ini, seluruh masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah, bahkan masyarakat ditegaskan untuk tidak keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini menyebabkan jumlah online presence masyarakat yang meningkat atau bahkan dapat dikatakan bahwa masyarakat pada saat itu mengalami chronically online (terus-menerus hadir secara online).

Sebagaimana data yang diambil dari survei Jakpat tahun 2020, yang menunjukkan bahwa sekitar 70,3% dari 2.368 responden mengaku menggunakan internet lebih banyak selama masa pandemi (Bayu, 2021). Temuan serupa juga ditemukan dalam penelitian nasional yang melibatkan 4.734 responden dari 34 provinsi di Indonesia, yang menemukan bahwa durasi penggunaan internet meningkat sekitar 52% dibandingkan sebelum pandemi (Siste et al. 2020). Artinya, masyarakat saat itu memiliki aktivitas face-to-face yang sangat terbatas, dan hal ini menyebabkan stress untuk sebagian besar masyarakat akibat keterbatasan aktivitas selama masa pandemi ini.

Banyak orang yang merasa kesepian dan bosan di masa pandemi COVID-19 akibat keterbatasan yang disebabkan oleh pandemi ini. Sehingga, banyak orang memilih untuk mengonsumsi hiburan yang paling praktis dan mudah di akses melalui media sosial, salah satu nya adalah YouTube.

Secara kebetulan, YouTube pada masa pandemi ini dipenuhi oleh konten-konten VTuber, terutama konten siaran secara langsung (livestream) dan potongan klips video melalui YouTube Shorts. Kepopuleran VTuber mulai naik secara eksponensial di masa pandemi COVID-19, hal ini mengakibatkan banyak orang mengonsumsi konten VTuber secara aktif maupun secara pasif (akibat dari banyak potongan konten VTuber yang memasuki rekomendasi YouTube Shorts pengguna).

Hingga saat ini, penggemar VTuber di Indonesia terus meningkat sepanjang tahun bahkan setelah pandemi COVID-19 selesai. Hal ini dapat ditunjukkan dengan subscriber yang dimiliki oleh para VTuber terkenal di Indonesia yang mengalami peningkatan secara stabil (Hololive - Kobo Kanaeru), bahkan banyak sekali terlahirnya VTuber - VTuber baru baik secara group maupun indie (berdiri sendiri).

Di balik meningkatnya popularitas VTuber, terdapat suatu fenomena psikologis yang menarik untuk diperhatikan. Ternyata, tidak sedikit penggemar yang merasa seolah-olah mengenal VTuber secara pribadi, padahal hubungan yang terjalin hanya berlangsung melalui layar perangkat elektronik mereka. Mereka dapat merasa dekat, peduli, bahkan menganggap VTuber sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Fenomena ini dikenal sebagai hubungan parasosial.

Apa Itu VTuber?

Virtual YouTuber atau yang dikenal dengan istilah VTuber merupakan pembuat konten hiburan di YouTube yang menggunakan avatar digital berbentuk karakter animasi bergaya anime 2D dan 3D yang dapat bergerak dengan cara dikendalikan oleh gerakan wajah dan tubuh kreator di balik karakter tersebut dan menunjukkan berbagai ekspresi wajah secara real time, sedikit berbeda dengan konten kreator konvensional yang menunjukkan wajah aslinya atau bahkan tidak menunjukkan wajah sama sekali dalam video.

Konten yang disajikan oleh VTuber ini merupakan konten-konten yang berkaitan dengan aktivitas idol seperti bernyanyi atau karaoke, konser secara virtual, acara entertainment idol secara virtual, bahkan hingga bermain video game. VTuber memiliki karakteristik yang mirip dengan idol group di dunia nyata, hanya saja dengan keunikan bahwa mereka juga termasuk "livestreamer" pada umumnya, yang artinya mereka dapat berinteraksi dengan fans melalui chat YouTube saat sedang livestream bahkan dapat bermain video game bersama dengan fans.

Bentuk Parasosial pada Penggemar VTuber

Hubungan parasosial merupakan hubungan psikologis yang dirasakan seseorang terhadap figur media, yang membuat seseorang merasa dekat dengan figur media tersebut, meskipun figur tersebut sebenarnya tidak mengenal mereka secara pribadi (Stever, 2017). Hubungan ini dapat terbentuk karena mereka sering menonton livestream, mengikuti berbagai konten VTuber tersebut, hingga berinteraksi melalui fitur live chat.

Berikut adalah bentuk parasosial dari penggemar VTuber berdasarkan beberapa penelitian:

1. VTuber Menjadi "Teman" di Masa Sulit

Bagi sebagian penggemar, menonton VTuber bukan hanya sekadar mencari hiburan. Penelitian Tan (2023) menunjukkan bahwa hubungan parasosial dengan VTuber dapat membantu mengurangi stres dan memberikan rasa nyaman, terutama selama masa pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran VTuber bisa menjadi teman virtual yang membantu penggemar melewati situasi yang sulit.

2. Perasaan Kehilangan Saat VTuber Favorit Berhenti (Graduation)

Bagi sebagian penggemar, kabar bahwa VTuber favorit mereka akan berhenti (graduation) bisa membuat sedih para penggemar. Penelitian yang dilakukan oleh Lee et al. (2025) menemukan bahwa pada saat VTuber terkenal dari grup Hololive "Kiryu Coco" dan "Uruha Rushia" mengumumkan pemberhentian mereka (atau yang dikenal sebagai graduation), banyak penggemar yang berduka dan mengungkapkan rasa sedih, kecewa, khawatir hingga kehilangan di media sosial. Mereka juga mengundang fans lainnya untuk berdiskusi secara daring, berbagi pengalaman, berduka bersama, dan mengenang momen bersama VTuber sebagai bentuk coping (Lee et al., 2025)

3. Merasa Dekat Secara Emosional dengan VTuber

Bagi penggemar yang kesehariannya menonton VTuber, berdasarkan penelitian Yin et al. (2025), banyak penggemar yang merasa seolah-olah mengenal VTuber secara pribadi karena mereka rutin menonton livestream, mendengarkan cerita, hingga menyaksikan berbagai momen sehari-hari yang dibagikan oleh VTuber, walaupun hanya menonton VTuber melalui layar perangkat elektronik mereka.

4. Aktif Mendukung VTuber Favorit

Penggemar secara antusias mendukung VTuber favoritnya dengan cara memberikan Super Chat, serta sebagai bentuk interaksi terhadap idol nya (dengan memberikan Super Chat, para fans juga bisa menyisipkan pesan di dalamnya), menjadi membership YouTube, membeli merchandise, dan mengikuti berbagai acara VTuber. Penelitian Lee et al. (2026) menunjukkan bahwa semakin kuat kedekatan emosional dan rasa dekat, semakin besar pula keinginan penggemar untuk memberikan dukungan finansial kepada VTuber.

Hubungan Parasosial dengan VTuber Tidak Selalu Berdampak Negatif

Dari berbagai penelitian tersebut, fenomena hubungan parasosial pada penggemar VTuber ini merupakan fenomena psikologis yang nyata. Hubungan ini terbentuk akibat dari interaksi yang dilakukan dalam keseharian penggemar VTuber, dengan rutin menonton livestream, berkomunikasi lewat live chat, bahkan sampai memberikan dukungan berupa Super Chat dan menjadi membership hingga membeli merchandise. Melalui livestream, VTuber seringkali memberikan cerita keseharian mereka di dunia nyata, seperti makanan favorit, hobi, cerita masa kecil, favorit anime, dan banyak lainnya terkait kehidupan nyata mereka. Hal ini mengakibatkan sebagian penggemar dapat merasa dekat, memperoleh dukungan emosional, hingga merasakan kehilangan VTuber favorit mereka ketika mereka memutuskan untuk berhenti (graduation).

Hubungan parasosial dengan VTuber tidak selalu berdampak negatif. Selama penggemar tetap menikmati konten VTuber favoritnya secara wajar dengan tetap menyadari bahwa hubungan yang terjalin hanya melalui media digital, hubungan parasosial tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Bahkan, konten VTuber dapat menjadi salah satu bentuk hiburan yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap penggemarnya, seperti rasa nyaman, dukungan emosional bagi sebagian penggemarnya.

Referensi

Bayu, D. J. (2021). Konsumsi internet di Indonesia meningkat saat pandemi corona. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/b771a64092ba612/konsumsi-internet-di-indonesia-meningkat-saat-pandemi-corona

Siste, K., Hanafi, E., Sen, L. T., Christian, H., Adrian, Siswidiani, L. P., Limawan, A. P., Murtani, B. J., Suwartono, C. (2020). The Impact of Physical Distancing and Associated Factors Towards Internet Addiction Among Adults in Indonesia During COVID-19 Pandemic: A Nationwide Web-Based study. Frontiers in Psychiatry, 11, Article 580977. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2020.580977

Stever, G. S. (2017). Parasocial theory: Concepts and measures. The Psychology of Entertainment Media: Blurring the Lines Between Entertainment and Persuasion, 73–92. https://doi.org/10.1002/9781118783764.wbieme0069

Tan, Y. (2023). More attached, less stressed: Viewers’ parasocial attachment to Virtual SHS Youtubers and its influence on the stress of viewers during the COVID-19 pandemic. Web of Conferences, https://doi.org/10.1051/shsconf/202315503012

Lee, K. J., Wang, P., & Lu, Z. (2025). " Can't believe I'm crying over an anime girl": Public Parasocial Grieving and Coping Towards VTuber Graduation and Termination. In Proceedings of the 2025 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (pp. 1-23). https://doi.org/10.1145/3706598.3714216

Yin, M., Shen, C., & Xiao, R. (2025). Entertainers between real and virtual-investigating viewer interaction, engagement, and relationships with Avatarized Virtual Livestreamers. In Proceedings of the 2025 ACM International Conference on Interactive Media Experiences (pp. 243-257). https://doi.org/10.1145/3706370.3727866

Lee, H., Weng, J. Y., & Chen, K. Y. (2026). Interactive marketing and instant donations: Psychological drivers of virtual YouTuber followers’ contributions. Journal of Research in Interactive Marketing, 20(2), 232-249. https://doi.org/10.1108/JRIM-11-2024-0512