Mengapa Mahasiswa Masih Melakukan Plagiarisme? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Saat ini saya adalah seorang mahasiswa program studi Psikologi S1 di Universitas Pembangunan Jaya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nur Muhammad Adnan Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Plagiarisme merupakan salah satu masalah utama yang terjadi di dalam dunia penulisan. Hal ini disebabkan oleh kemudahan untuk melakukan aksi plagiarisme di dunia digital yang modern saat ini, apalagi di dunia akademik dalam kalangan pelajar dan mahasiswa yang kerap melakukan aksi plagiarisme dalam rangka menyelesaikan tugas sekolah atau kuliah karena alasan-alasan yang berbagai macam.
Tetapi jangan salah loh, bahkan terdapat calon guru besar yang terlibat dalam aksi ini secara sengaja, tentu bukan menjadi contoh acuan moral para akademisi yang seharusnya digambarkan oleh seorang guru besar.
Plagiarisme merupakan tindakan secara sengaja maupun tidak disengaja dalam mengakui suatu karya orang lain, baik beberapa kata ataupun keseluruhan tanpa mencantumkan sumber yang tepat kepada penulis aslinya atau bahkan tidak mencantumkan sumber sama sekali seolah-olah karya tersebut merupakan karya orisinil yang dihasilkan oleh dirinya (Siaputra & Santosa, 2016, p.80). Plagiarisme merupakan salah satu tindakan pelanggaran akademik karena didalamnya terdapat unsur pencurian berupa pencurian ide-ide, pola pikir, maupun gagasan.
KBBI juga mendefinisikan plagiat sebagai "pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan".
Mahasiswa Sering Melakukan Plagiarisme Secara Sengaja
Berdasarkan hasil wawancara dan data yang disusun oleh Pratiwi & Aisya (2021) terdapat berbagai macam alasan mengapa mahasiswa memutuskan untuk melakukan aksi plagiarisme, yaitu sebagai berikut:
1. Sibuk Bekerja
Mereka lebih memilih untuk melakukan tindakan plagiasi padas tugas akibat kesibukkan yang di alami oleh mahasiswa yang bekerja sambil berkuliah.
2. Tidak Paham
Mereka menyatakan bahwa mereka kurang mengerti apa yang harus dikerjakan, sehingga hal ini menyebabkan mereka kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
3. Tugas Menumpuk
Mahasiswa mengalami burnout atau jenuh akibat tugas-tugas yang harus diselesaikan sangat banyak sehingga solusi yang diterapkan adalah melakukan aksi plagiarisme.
4. "Tidak Akan Ketahuan"
Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa kerap kali melakukan plagiarisme pada semester sebelumnya di mata kuliah lain dan tidak pernah ketahuan, juga tidak terkena sanksi dalam bentuk apapun. Pada akhirnya, mereka menganggap hal ini tidak akan ketahuan akibat pengalaman-pengalaman yang sudah mereka lewati sebelumnya dalam melakukan aksi plagiarisme, sehingga mereka akan terus beranggapan jika tugas kali ini juga tidak akan ketahuan.
Cara Mencegah Plagiarisme
Salah satu cara yang digunakan dari kebanyakan institusi adalah menggunakan alat deteksi berupa alat deteksi software plagiarisme (contoh seperti Turnitin), hal ini dilakukan demi mencegahnya tindakan plagiarisme terhadap mahasiswa, walaupun alat deteksi software plagiarisme ini tidak selalu akurat, tetapi ini merupakan cara yang paling efisien untuk saat ini dalam mencegah masiswa dalam pengumpulan tugas hasil plagiarisme. Oleh karena itu, kalian bisa melakukan beberapa tips dibawah ini agar angka plagiarisme kalian tidak tinggi. Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah plagiarisme dalam tulisan:
1. Parafrase Sebagai Cara Menghindari Similarity Plagiarisme Tinggi
Ketika menggunakan ide atau gagasan dari karya orang lain, pastikan untuk memparafrase (menulis ulang dengan kata-kata sendiri) tanpa mengubah makna dari kalimat aslinya, dan jangan lupa untuk mencantumkan sumber yang dijadikan sebagai referensi. Parafrase bisa dilakukan dengan memahami makna kalimat yang ingin direferensikan dari karya orang lain lalu ditulis dengan kata-kata sendiri tanpa membuat perubahan makna dari kalimat aslinya.
2. Mengutip dengan Tepat
Ketika mengutip pastikan untuk tidak mengubah kata-kata aslinya terutama jika kutipan tersebut dilindungi oleh hak cipta, sebaiknya cantumkan kutipan seadanya dan tulis sumber dari kutipan nya, jangan lupa untuk menggunakan quotation mark ( " ) ketika mengutip agar menghindari deteksi plagiarisme.
Kesimpulan
Tindakan Plagiarisme merupakan tindakan yang sangat ditekankan untuk tidak dilakukan terutama dalam ranah akademik. Hal ini tentu saja tidak mencerminkan sebagai seorang akademisi sesungguhnya, yang dimana para akademisi seharusnya berpegang teguh pada acuan moral untuk tidak melakukan pelanggaran karya penulisan dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
Referensi
Alfajri, I., Aritonang, D. D., Sarwindaningrum, I., & Hidayat, A. R. (2023). Calon Guru Besar terlibat Perjokian Karya Ilmiah. KOMPAS. https://www.kompas.id/baca/investigasi/2023/02/09/calon-guru-besar-terlibat-perjokian-karya-ilmiah?status=sukses_login&login=1732941537515&open_from=header_button&loc=header_button
Arti kata plagiat - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (n.d.). Retrieved August 4, 2026, from https://kbbi.web.id/plagiat
Pratiwi, M. A., & Aisya, N. (2021). Fenomena plagiarisme akademik di era digital. Publishing Letters, 1(2), 16–33. https://doi.org/10.48078/publetters.v1i2.23
Siaputra, & Santosa. (2016). Handbook of Academic Integrity. In Tracey Bretag (Ed.), Handbook of Academic Integrity (pp. 75-86). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-287-098-8_105
