Ide Aktivitas Keluarga agar Perkembangan Anak Tak Terhambat saat Pandemi Corona

I am currently studying for bachelor's degree in the Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Tulisan dari Nur Ratri Iffat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Coronavirus disease atau COVID-19 telah menginfeksi banyak korban sehingga virus ini terus berkembang menjadi fenomena pandemi. Setelah World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, pemerintah memberlakukan physical distancing yang mana sebagian besar aktivitas harus dijalankan di rumah.
Begitu pula dengan pendidikan sekolah dasar bagi anak-anak yang dilakukan berbasis school from home. Sistem ini jelas mempunyai dilema tersendiri selama pelaksanaannya, seperti meningkatnya paparan gadget, minimnya aktivitas sosial dengan teman-teman sebayanya, serta berbagai perubahan aktivitas yang memicu stres pada anak.
Perlu dipahami bahwa anak juga rentan mengalami stres. Namun, sebenarnya mereka juga berusaha untuk mengontrol perasaan dirinya sendiri. Kemampuan meregulasi emosi ini dipengaruhi oleh proses perkembangan kognitif anak. Di sinilah, peran lingkungan keluarga sangat dibutuhkan.
Pilar pertama dari perkembangan sosial, emosi, dan kognitif pada anak dibangun dari hubungan antar anggota keluarga. Tidak hanya orang tua kandung, namun peran kakak, kakek, nenek, serta anggota keluarga lainnya mampu meningkatkan optimalisasi tumbuh kembang anak.
Dengan adanya kebijakan physical distancing, waktu menjadi lebih fleksibel. Momen kebersamaan keluarga menjadi sangat berlimpah. Apalagi, jarak geografis bukan menjadi halangan untuk bisa berkolaborasi dengan anggota keluarga lainnya yang berbeda kota bahkan negara. Ayah dan Bunda bisa menggunakan teknologi untuk menghubungkan si kecil dengan teman dan sanak saudaranya sehingga asupan afeksi mereka bisa terpenuhi dengan maksimal.
Berikut lima ide aktivitas keluarga yang seru nan penuh stimulasi terhadap perkembangan anak selama pandemi:
Mengajak anak-anak untuk melakukan pekerjaan rumah
Pada usia anak-anak, mereka cenderung senang melakukan aktivitas yang dilakukan orang dewasa. Manfaatkan momen ini dengan menuntun anak untuk menyapu lantai, membantu Bunda menata makanan di meja makan, atau melibatkannya melakukan bagian mudah dalam memasak. Hal ini sangat baik dalam melatih motorik kasar dan halus pada anak-anak serta dapat menstimulasi rasa empati mereka.
Melakukan eksperimen sains bersama
Sains adalah pengetahuan alam yang dilakukan dengan pengamatan. Pembelajaran eksperimen sains pada anak akan melatih pemecahan masalah serta rasa ingin tahu terhadap fenomena di sekelilingnya.
Bunda bisa mengajak anak untuk mengamati bintang, ikut menulis catatan harian tinggi badan Ayah, menanam tumbuhan serta mengamati pertumbuhannya, melakukan eksperimen dry ice, dan pengamatan menarik lainnya.
Melibatkan anak dalam menyiapkan donasi
Melakukan banyak hal bersama keluarga tidak hanya membentuk karakter anak-anak, namun momen ini merupakan momentum penuh afeksi antar anggota keluarga. Apalagi, kebijakan physical distancing ini membuat waktu menjadi lebih fleksibel.
Maka, momen ini merupakan momen yang tepat untuk melakukan aktivitas bersama ditambah memberi manfaat kepada orang lain, yaitu dengan berdonasi. Libatkan anak membuat makanan hingga proses penyerahan kepada orang yang membutuhkan. Aktivitas ini akan membangun arti penting atas rasa syukur terhadap apa yang telah dimiliki serta rasa empati dalam diri anak-anak sejak dini.
Bersosialisasi lewat layar
Physical distancing bisa memperlambat perkembangan keterampilan sosial anak karena keterbatasan interaksi dengan orang lain. Melalui teknologi, Bunda bisa menghubungkan anak dengan orang yang tidak bisa ditemui saat ini dan berkolaborasi untuk melakukan aktivitas bersama-sama.
Misalnya, olahraga bersama sepupu, mendengarkan dongeng sebelum tidur yang dibacakan nenek, atau bermain permainan relay bersama teman via video call. Dengan demikian, anak akan merasakan dukungan dari orang lain dan emosi-sosial anak dapat berkembang.
Memfasilitasi Calm Down Kit
Menurut Verywellmind.com, terhentinya rutinitas sekolah dan digantikan dengan pengerjaan tugas mungkin terdengar menyenangkan bagi anak-anak. Namun, fase itu tidak akan bertahan lama. Mereka akan mulai merasakan jenuh dan tertekan seiring berjalannya hari.
Maka, dengan menyediakan Calm Down Kit, ketegangan emosi mereka akan mereda. Sederhana saja, sediakan cokelat, iPad, serta barang lainnya yang dibatasi penggunaannya, kedalam sebuah kardus dan perbolehkan mereka mengaksesnya ketika merasa suntuk. Hal ini mampu melatih anak-anak untuk bertanggung jawab atas pengendalian emosi mereka sehingga Ayah dan Bunda tidak perlu menjadi satu-satunya media yang menenangkannya.
Nah, dengan berbagai keterbatasan akibat dampak pandemi COVID-19 ini, bukan menjadi alasan tumbuh kembang anak-anak bisa terganggu. Ayah dan Bunda serta anggota keluarga lainnya bisa menerapkan serta mengembangkan aktivitas anak secara menarik sambil tetap mengoptimalkan perkembangan mereka selama pandemi ini.
