Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1
Konten dari Pengguna
3 Hal terkait Indonesia yang Ada di Myanmar
14 Mei 2023 12:25 WIB
Tulisan dari Nur Rochma Amaliah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kedekatan Indonesia dengan Myanmar telah terjalin sejak lama, terutama karena kedua negara sama-sama memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan asing.

Burma, nama lain Myanmar sebelum resmi diubah pada 18 Juni 1989, menunjukkan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan mengutuk agresi militer Belanda pada Asian Relations Conference di New Delhi, India, 23 Maret-2 April 1947. Setelah Myanmar mengumumkan kemerdekaan dari Inggris pada 4 Januari 1948, kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 27 Desember 1949.
ADVERTISEMENT
Kedekatan hubungan Indonesia dengan Myanmar terus dirasakan sampai saat ini, terutama dari keramahan orang Myanmar setiap bertemu dengan orang Indonesia. Selain itu, kedekatan antara Indonesia dan Myanmar juga dapat dilihat dari 3 hal sebagai berikut:
1. Banyak Produk Indonesia dijual di Myanmar
Selama tinggal di Yangon pada kurun waktu tahun 2018-2021, saya menemukan banyak produk Indonesia dijual di supermarket seperti Indomie dan Mie Sedaap, Beng-Beng, Wafer Nabati, Gery Chocolatos, Mixagrip, Diabetasol, Extra Joss, obat batuk Woods, Sambal dan Kecap ABC, dan Batik.
Batik Indonesia membumi di Myanmar. Batik Indonesia dapat mudah ditemui di berbagai supermarket, pasar, maupun toko khusus kain dan pakaian di Yangon. Banyak perempuan Myanmar menggunakan batik sebagai bawahan layaknya kain tradisional mereka yaitu longyi, maupun membuatnya menjadi pakaian tradisional Myanmar.
Kain batik Indonesia populer di tengah masyarakat Myanmar karena dua alasan utama yaitu kualitas, serta warna dan motif yang indah dan bervariasi.
ADVERTISEMENT
2. Lagu Indonesia dikenal di Myanmar
Apakah anda ingat video viral seorang perempuan yang sedang melakukan senam aerobik di tengah terjadinya kudeta militer Myanmar? Lagu yang mengiringi senam tersebut adalah “Ampun Bang Jago”.
Selain itu, lagu Indonesia lain yang berjudul “Madu dan Racun” dan “Burung Dalam Sangkar” terkenal di Myanmar dan telah diubah liriknya ke dalam bahasa Myanmar. Satu hal lagi yang saya temukan ketika tinggal di Yangon, yaitu lagu “Lagi Syantik” juga dikenal masyarakat Myanmar. Saya mengetahuinya ketika lagu tersebut diputar di dalam taksi dalam perjalanan pulang ke tempat tinggal saya di Yangon.
3. Kuliner Indonesia? Ada!
Tidak perlu khawatir jika anda kangen makanan Indonesia dan sedang malas untuk memasaknya. Terdapat restoran yang menyajikan kuliner khas Indonesia di Yangon. Restoran D’Penyetz yang berlokasi di Pyay Road, dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, mempunyai menu seperti Ayam Penyet, Ayam Bakar, Nasi Goreng, Sate Ayam, Sop Buntut, Gado-Gado, Sayur Asem dan bahkan Es Cendol.
ADVERTISEMENT
Semua menunya dijamin enak dan halal. Restoran D’Penyetz dimiliki oleh orang Indonesia yang berdomisili di Singapura. Bukan hanya orang Indonesia saja yang makan di restoran tersebut, banyak orang Myanmar yang membawa teman dan keluarganya menikmati makanan khas Indonesia.
Itulah beberapa hal terkait Indonesia yang dapat ditemui di Myanmar. Walaupun jumlah warga negara Indonesia (WNI) hanya sekitar 290 orang (per Mei 2023), namun Indonesia dan Myanmar memiliki kedekatan satu sama lain.
Kedekatan Indonesia dengan Myanmar merupakan faktor penting dalam kemajuan hubungan dan kerja sama kedua negara. Kedekatan inilah yang menjadi dasar bagi Indonesia untuk terus membantu Myanmar keluar dari krisis politik yang terjadi saat ini.