Sosialisasi Pencegahan Penculikan Anak di TK Dharma Wanita Persatuan 5 Sawojajar

Mahasiswa S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang
Tulisan dari Nur Rosyida Ramadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rabu (15/03/2023), mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penyuluhan menjaga diri pada anak usia dini yang berlokasi di TK Dharma Wanita Persatuan 5 Kecamatan Kedungkandang.

Salah satu isu yang beredar akhir-akhir ini dan menjadi sorotan dari berbagai media massa adalah kasus penculikan anak yang kian marak terjadi. Maraknya kasus penculikan anak akhir-akhir ini membuat para orangtua menjadi khawatir dan risau untuk melepas anak-anaknya ke sekolah maupun ke tempat-tempat lainnya. Data juga telah menunjukkan bahwa setiap tahun kasus penculikan anak semakin meningkat. Dari berbagai kasus penculikan tersebut, hal yang dapat dijadikan penyebab adalah karena sifat dasar mereka yang tidak memiliki prasangka buruk, mudah untuk dibujuk atau dimanipulasi, serta masih memiliki banyak keterbatasan dalam hal kekuatan fisik, keberanian, dan logika berpikir. Tingkat pemahaman yang dimiliki anak terhadap bahayanya penculikan masih sangat minim. Mereka belum diajarkan bagaimana sifat yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang mungkin bahaya untuk mereka. Hal ini dapat dijadikan peluang oleh para penculik anak dengan sangat baik.
Terkait dengan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan menekan angka kasus penculikan terhadap anak-anak, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada siswa-siswi TK Dharma Wanita Persatuan 5, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Rabu (15/03/2023).
Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa UM sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar, khususnya pada anak-anak usia dini.
Dalam sosialisasi ini, kami memberikan tips kepada anak-anak untuk mencegah terjadinya tindakan penculikan, diantaranya menyelamatkan diri dengan cara berlari dan berteriak meminta tolong, menghindari komunikasi dengan orang yang tidak dikenal, serta menjaga tubuh mereka agar tidak disentuh oleh sembarang orang.
Seluruh peserta didik di kelas yang telah kami berikan sosialisasi mengenai pencegahan tindakan penculikan juga aktif berpartisipasi. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan yang kami berikan, dan bertanya ketika sesi tanya jawab.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus penculikan terhadap anak-anak, sehingga dapat memberikan rasa aman terhadap warga dan para orang tua.
Selain itu kepala sekolah TK Dharma Wanita Persatuan 5, Ibu Sutinah, S.Pd juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan sosialisasi yang telah kami berikan kepada para peserta didiknya. Menurutnya, hal ini sangat bagus sebagai upaya pencegahan penculikan anak, khususnya terhadap siswa-siswi di sana.
