Metafora dalam Lagu Baby Clean Bandit dan Perspektif Budaya Timur

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Jakarta.
Tulisan dari Nur Siswo D tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu menjadi salah satu pilihan bagi kaum muda untuk merepresentasikan kehidupannya, perasaan maupun sekadar hiburan. Bagi sebagian kawula muda, mendengarkan lagu seperti menjadi kebutuhan tersendiri bagi mereka. Mereka yang beraktivitas menggunakan penyuara telinga lengkap di sisi kiri dan kanan. Seiring perkembangan zaman, lagu kini berevolusi dari segi instrumen, lirik, maupun hal lainnya. Beberapa masyarakat dalam menikmati lagu kadang hanya mengedepankan salah satu unsur saja, misalnya hanya menikmati musik, hanya menikmati suara penyanyi, liriknya dan bisa juga hanya ikut-ikutan karena lagu itu sedang populer. Tidak hanya lagu dalam negeri, lagu yang menjadi produksi luar negeri pun kini bisa dinikmati oleh kawula muda negeri melalui platform penyedianya.
Clean Bandit merupakan salah satu grup musik dari luar negeri yang mendapat respons baik bagi sebagian penikmat musik di Indonesia. Mungkin bagi sebagian orang, grup musik Clean Bandit terdengar asing, namun bagi para penikmat lagu nuansa barat dan elektronik musik akan sebaliknya. Grup musik Clean Bandit merupakan grup musik elektronik yang dibentuk pada 2009 di Inggris yang kini beranggotakan 3 orang, Jack Patterson, Luke Patterson, dan Grace Chatto. Grup musik Clean Bandit telah menciptakan karya yang terhitung banyak dan beberapa karyanya pun menjadi karya yang dapat diperhitungkan keberadaannya. Beberapa karyanya yang termasuk menjadi favorit pendengarnya adalah, Rather Be, Symphony, Rockabye, Solo, Baby, Tears, dan masih banyak lagi. Penempatan tersebut berdasarkan banyaknya penonton di platform Youtube, terhitung banyak karena setiap unggahan memiliki jumlah penonton yang melebihi 100 juta penonton, bahkan untuk lagu Rockabye memiliki 2,4 Milyar lebih penonton dalam kurun waktu sampai sekarang. Beberapa hal menarik dari grup musik tersebut salah satunya, Clean Bandit selalu berkolaborasi dengan penyanyi dan tidak memiliki vokalis tetap.
Hampir setiap lagu yang diciptakan oleh penyanyi solo maupun grup musik memiliki unsur metafora tak terkecuali lagu yang dilantunkan oleh grup musik Clean Bandit. Salah satu lagu dari grup musik Clean Bandit berjudul Baby yang berkolaborasi dengan Marina dan Luis Fonsi menjadi salah satu lagu yang ikonis bagi grup musik tersebut. Nuansa musik elektronik, kolaborasi, video klip dan lagu yang penuh akan sarat makna. Lagu tersebut diunggah di platform Youtube pada 2 November 2018 dan telah ditonton lebih dari 247 juta dalam kurun waktu sampai saat ini. Lagu Baby Clean Bandit dinyanyikan oleh Marina dan Luis Fonsi merpakan perpaduan bahasa Spanyol dan Inggris. Lagu tersebut mengisahkan cinta antara dua insan yang pada akhirnya harus pupus karena ada pernikahan dari salah satu pihak. Hingga akhirnya terjadi kesedihan mendalam di salah satu pihak, begitulah kira-kira ringkasnya. Selanjutnya, kita akan memahami lagu tersebut berdasarkan lirik saja dan lirik beserta video klipnya.
Metafora menurut Harimurti Kridalaksana dalam bukunya berjudul Kamus Linguistik adalah pemakaian kata atau ungkapan lain untuk obyek atau konsep lain berdasarkan kias atau persamaan. Pernyataan tersebut dipertegas lagi oleh Jaszczolt dalam bukunya Makyun Subuki yang berjudul Semantik Pengantar Memahami Makna Bahasa menyatakan bahwa metafora bukanlah bahasa figuratif yang berbeda dari bahasa normal, tetapi berada inheren dan konseptualisasi kita terhadap dunia. Berbekal dari pernyataan pakar bahasa tersebut, kita dapat mengatakan bahwa metafora merupakan bahasa ungkapkan tentang suatu hal yang berada inheren dan terkonseptualisasi oleh kita terhadap dunia.
Pertama, kita akan memahami makna lagu berdasarkan lirik dan melepaskan atribut lirik dari video klipnya. Gunawan Wiradharma dan Afdol Tharik WS.A dalam jurnalnya Arkhais, Vol. 07 No. 1 Januari-Juni 2016 berjudul Metafora Dalam Lirik Lagu Dangdut: Kajian Semantik Kognitif menyatakan bahwa Metafora berkaitan dengan pemakaian bahasa dalam menyampaikan makna. Berikut kutipan lagu beserta terjemahannya.
Sé que te gusto a ti todavía
Aku tahu kau masih menyukaiku
Penggalan lirik tersebut bermakna, seorang gadis memiliki prasangka terhadap pasangan yang ia tinggalkan dan merasa masih mencintainya. Terlepas dari mencintai, dipandang lebih jauh si gadis itu mengerti dirinya tidak bisa melakukan apa-apa selain merasa demikian.
Take me back to that long September
Bawa aku kembali ke bulan September
Don’t know how I ever let you go
Tak tahu bagaimana aku pernah membiarkanmu pergi
Lirik selanjutnya menyatakan bahwa ia mengajak untuk kembali ke September, Mengapa demikian? Mungkinkah di bulan itu mereka memiliki kenangan yang indah, mungkin juga di bulan tersebut menjadi pertemuan terakhir mereka. Dilanjutkan dengan kata-kata, ia membiarkan untuk pergi yang diucapkan oleh si gadis tersebut, dengan dalih tak tahu alasan meninggalkan pasangannya, hingga menyebabkan penyesalan oleh dirinya. Terlepas dari itu, pergi yang dimaksud bukan sekadar pergi saja, tapi pergi yang bertujuan meninggalkan untuk kehidupan yang lebih matang bagi si gadis tersebut.
Find me in another place and time
Temukan aku di tempat dan waktu yang lain
Penggalan selanjutnya menyatakan bahwa si gadis tersebut menyuruh untuk menemuinya di waktu yang lain. Waktu yang disebutkan dalam lirik bersifat relatif, bisa dikaitkan dengan tanggal, hari, bulan, tahun, bahkan bisa juga nanti ketika kehidupan setelah mati.
But I’m already someone else’s baby
Namun aku sudah punya seseorang yang lain, sayang
Guess I had my last chance
Kukira aku punya kesempatan terakhir
And now this is our last dance
Dan sekarang ini dansa terakhir kita
Mengawali lirik dengan kisah baru. Si gadis menyebutkan bahwa ia sudah dipersiapkan untuk jodoh yang dipilihkan kepadanya. Kita bisa berasumsi, jodoh yang dimaksud sekadar jodoh dalam hubungan sementara atau hubungan terikat (menikah). Dan dilanjutkan dengan lirik berkenaan kesempatan terakhir, kesempatan apakah yang dimaksud? Ternyata disebutkan dalam lirik lanjutan, yakni kesempatan untuk berdansa. Berdansa dalam budaya barat memungkinkan adalah kesempatan yang indah, bisa dikatakan dansa merupakan kegiatan menyenangkan bagi pasangan yang di mabuk asmara.
Tell myself be stronger My heart's like a rubber band
Untuk menguatkan diriku sendiri, hatiku seperti karet
Kutipan lirik terakhir menunjukkan keteguhan hati kekasih yang ditinggal pergi jika ia mengatakan untuk menguatkan dirinya, ia mengubah hatinya menjadi seperti karet. Karet memanglah elastis, maka tak salah jika ia mengibaratkan hatinya yang elastis untuk menerima pahitnya kenyataan. Selanjutnya kita akan memahami lirik lagu dengan menggunakan atribut video klipnya.
Hal yang unik disajikan grup musik Clean Bandit dalam video klipnya, video klip yang dibintangi Grace Chatto sebagai pemeran gadisnya ternyata berpasangan dengan seorang gadis juga yang diperankan oleh Starley (penyanyi asal Australia). Bersamaan dengan itu, video klip ini menceritakan tentang kenangan manis antara dua gadis tersebut. Jalinan kasih bukan sekadar teman, melainkan lebih dari itu atau bisa disebut melebihi dari pasangan pacar. Berdasarkan video klipnya, dimulai dari lirik Find me in another place and time terdapat kejadian yang membuat kesedihan mendalam oleh Starley ketika melihat dilangsungkannya pernikahan Grace Chatto dengan lelaki pilihannya yang diperankan oleh Luis Fonsi.
Guess I had my last chance
Kukira aku punya kesempatan terakhir
And now this is our last dance
Dan sekarang ini dansa terakhir kita
Dalam lirik tersebut disajikan video klip yang mengisahkan kenangan manis antara dua gadis tersebut. Kenangan manis yang sulit dilupakan kedua pihak. Dalam video klipnya, mereka dipisahkan oleh pelatih atau pengasuh mereka berdua lebih tepatnya. Sungguh tragis sekali.
Terlepas dari semua itu, budaya barat dan budaya timur banyak bertolak belakang. Budaya barat melegalkan LGBT (Lesbian Gai Biseksual dan Trans gender), dan budaya tersebut sangat bertolak belakang dengan budaya timur. Mereka melegalkan hal tersebut karena mengedepankan hak-hak mereka. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap itu semua adalah hal yang salah, karena melawan kodrat manusia yang seharusnya berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan. Meskipun demikian, budaya sangat sulit untuk mengubahnya, kita sebagai manusia yang terdidik dengan budaya timur tidak akan sanggup untuk mengubah budaya mereka, terlebih jika hal tersebut sudah masuk dalam undang-undang, lalu kita hanya bisa menghormati. Dalam hal ini memang grup musik Clean Bandit mendukung adanya LGBT. Setidaknya kita tetap bisa menikmati lagu dari perspektif lain, tidak hanya dari lirik dan arti, bisa juga kita menikmati lagu berdasarkan musik, suara vokalis, visual maupun hal-hal yang membuat penikmat lagu tertarik.
REFERENSI
Kridalaksana, Harimurti, Kamus Linguistik, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008.
Subuki, Makyun, Semantik Pengantar Memahami Makna Bahasa, Jakarta: Transpustaka, 2011.
Wiradharma, Gunawan dan Afdol Tharik WS.A, Metafora Dalam Lirik Lagu Dangdut: Kajian Semantik Kognitif, Vol. 07 No. 1 Januari -Juni 2016
