Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Akhlak Anak

Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (S1) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Nur Sya'bani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran guna mencapai pengembangan potensi diri. Pendidikan akhlak menjadi kunci utama dalam pembentukan karakter seseorang. Pendidikan akhlak sendiri sudah pasti dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga merupakan tempat awal untuk mengekspresikan diri.
Dari semenjak lahir kita sudah menerima pendidikan dari lingkungan keluarga, contohnya mendengar. Mendengar suara melalui pendengaran lalu menyimpannya ke sebuah memori. Selanjutnya melihat, melalui penglihatan, anak akan melihat gambar, warna bahkan gerak yang secara alami akan terekam di dalam memori. Lalu yang terakhir merasakan, setelah mendengar dan melihat proses selanjutnya yaitu merasakan, merasakan di sini maksudnya anak akan mengekspresikan atau menirukan apa yang telah didengar dan dilihat serta yang telah terekam di memori.
Metode pendidikan akhlak dalam lingkungan keluarga sebagai berikut:
1. Orang tua merupakan guru pertama dan paling utama dalam sebuah keluarga
Orang tua dapat mengajarkan serta menanamkan akhlak kepada anak, selanjutnya mengiringi anak dalam tumbuh kembangnya, lalu mengajarkan kepada anak apa yang boleh dilakukan serta apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak menyakiti orang lain.
2. Orang tua menjadi teladan utama atau sebagai tokoh utama yang dijadikan contoh oleh anak
Sebagai orang tua harus mampu mengelola emosi, pikiran serta jiwa guna tercapai hal-hal yang positif yang pada akhirnya akan dicontoh oleh seorang anak. Ingat sebuah pepatah yang menyatakan,"buah tidak jatuh jauh dari pohonnya." Artinya adalah tingkah laku pola sikap maupun pikir anak akan mengakar dari bagaimana ia melihat orang tuanya menjadi contoh teladan yang baik untuknya.
Akhlak merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter seorang anak. Akhlak bisa tercetak dan berpola sehingga akan melekat menjadi sebuah karakter. Proses terjadinya karakter yaitu, mendengar, melihat, menyimpan dalam hati, menirukan serta mengulang-mengulang. Jika hal tersebut sudah terjadi maka akan terbentuk sebuah karakter.
Karakter ada 3 macam, Pertama karakter mahmudah atau positif, seseorang yang memiliki karakter ini maka akan selalu berkelakuan baik, karena hal positifnya lebih banyak dibanding hal negatif. Kedua karakter baik dan buruk seimbang, artinya hal baik dan buruk ini , karakter ini akan baik tergantung lingkungan. Jika lingkungannya terbiasa melakukan hal yang tidak baik maka karakter yang terbentuk adalah karakter mazmumah, begitupun sebaliknya. Ketiga karakter mazmumah, orang yang memiliki karakter tersebut senantiasa melakukan perbuatan yang buruk.
Oleh karena itu, wajib bagi orang tua mari kita bersama menjalankan peran sebagai contoh tauladan, pendidik, dan penuntun anak-anak agar terbentuk karakter yang baik dan akhlak yang mulia.
