Apakah Infrastruktur Mampu Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat

Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Andalas kampus Payakumbuh dan Mahasiswi doktoral Ilmu Ekonomi Universitas Sumatera Utara
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nur Ari Sufiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pembangunan infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi regional
Pembangunan infrastruktur sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik ditingkat nasional maupun daerah, mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur dapat memperkuat basis ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan efisiensi bisnis dan produktivitas. Perekonomian yang lebih terintegrasi infrastruktur membantu memperluas jaringan transportasi dan komunikasi, mempermudah perdagangan antardaerah dan antarnegara. Infrastruktur yang memadai dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi secara lebih efektif baik didaerah yang terpencil maupun kurang berkembang.
Menurut Palei (2015) ekonom melakukan perbedaan antara infrastruktur modal dan infrastruktur fisik. Palei menyatakan bahwa infrastruktur transportasi, air, telekomunikasi, dan energi adalah komponen utama infrastruktur fisik. Menurut Kusuma & Muta’ali, n.d (2020), (Timilsina et al., 2020), (Khan et al., 2020), (Irefan et al., 2018), (Suriani & Keusuma., 2015), (Kurniadi Atmaja Kasyful Mahalli, n.d., 2014), (Oyewunmi Ogbaro et al., 2016), (Tatang Syahban Adi Syahputra et al., 2021) menyatakan bahwa infrastruktur (transportasi, energi, telekomunikasi, dan air) berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Gambar PDRB per kapita atas harga konstan di Sumatera Barat (Ribu Rupiah) tahun 2020 – 2023
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembangunan Berkelanjutan. Menurut Mahyeldi, gubernur Sumatera Barat Secara umum, rencana pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Sumatera Barat dibagi menjadi enam, termasuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan, konstruksi gedung, sumber daya air, jalan dan jembatan, air bersih dan sanitasi, serta pembangunan infrastruktur perhubungan.
Infrastruktur jalan adalah salah satu komponen utama dalam pembangunan sebuah region/ negara. Keberadaan jalan dapat membantu mempercepat proses distribusi dan pemerataan diberbagai daerah. Jika sektor ini dikembangkan maka akan berdampak terhadap sektor pembangunan yang lainnya, termasuk energi, telekomunikasi serta air sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi disektor pengeluaran yang lain salah satunya pertanian.
Menurut Mohmand et al (2017), infrastruktur transportasi berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur meningkatkan aksesibilitas dan membawa investasi dan perdagangan kedaerah yang sebelumnya tidak terhubung. Kegiatan ekonomi negara daerah tertinggal tidak dapat ditingkatkan hanya dengan investasi infrastruktur. Investasi yang terkointegrasi membutuhkan peningkatan infrastruktur serta perkembangan sosial dan teknologi, yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi jangka panjang didaerah tersebut. Zhang & Cheng (2023), dalam jangka Panjang infrastruktur transportasi memiliki dampak positif terhadap perekonomian, tetapi dalam jangka pendek, dampak ini ternyata sangat merugikan negara. Menurut Wang et al (2018), infrastruktur transportasi memiliki dampak yang sangat besar terhadap pembangunan berkelanjutan.
Owusu-Manu et al (2019), pembangunan infrastruktur listrik berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan perekonomian tetapi negatif untuk infrastruktur jalan. Menurut Maciulyte-Sniukiene & Butkus (2022), infrastruktur air tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun menurut Apurv dan Uzma (2020), menyatakan bahwa infrastruktur transportasi, ICT, energi dan air tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu Ansar, et, al (2016), menyatakan bahwa telekomunikasi dan infrastruktur transportasi berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk menginterpretasikan output dari model regresi dapat dinyatakan bahwa Jalan dan Telekomunikasi memiliki pengaruh signifikan terhadap PDRB Kabupaten/kota Sumatera Barat terhitung dari tahun 2016-2023. Sedangkan Listrik terjual dan air bersih tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sedangkan untuk menginterpretasikan output dari hasil Geographically Weighted Panel Regression (GWPR) yakni: Koefisien untuk variabel jalan menunjukkan bahwa pengaruhnya bervariasi dengan cukup luas. Nilai negatif menunjukkan bahwa peningkatan dalam variabel jalan cenderung berhubungan dengan penurunan pada variabel dependen. Efek listrik terjual bervariasi, dengan beberapa lokasi menunjukkan efek negatif dan beberapa lokasi menunjukkan efek positif yang sangat kecil. Telekomunikasi menunjukkan rentang yang signifikan, dari negatif hingga positif, menunjukkan bahwa pengaruh variabel ini bervariasi berdasarkan lokasi. Pengaruh akses terhadap air bersih cenderung positif, meskipun variasinya tidak sebesar variabel lain. R-square value sebesar 0.898947 hal ini menunjukkan proporsi variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh model. Nilai R-squared yang lebih tinggi menunjukkan model yang lebih baik.
