Media Edukasi Digital Falsafah Bugis sebagai Preventif Perundungan Siswa

Mahasiswa Universitas Negeri Makassar
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sri Ramadhani Harding tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BONE — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam Tim Edu-Trisipaka menghadirkan media edukasi digital sebagai upaya mencegah perundungan di MI Darul Hikmah Kabupaten Bone.
Media edukasi digital tersebut berbentuk audio naratif yang dipadukan dengan cerita bergambar interaktif. Media ini mengangkat tiga nilai dalam falsafah Bugis, yaitu Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, sebagai dasar dalam menanamkan nilai karakter kepada peserta didik.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada guru, siswa, dan orang tua pada 20 Juni 2026. Selanjutnya, tim melaksanakan pelatihan kepada guru mengenai pembuatan media edukasi digital menggunakan aplikasi Canva dan Heyzine pada 25 Juni 2026.
Implementasi media kepada siswa kelas V kemudian dilaksanakan mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026. Pembelajaran tersebut dikemas dalam empat episode, yaitu Pengenalan, Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diberikan materi melalui media digital. Pembelajaran juga dilengkapi dengan diskusi interaktif, tanya jawab, refleksi, dan role play. Kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat memahami perundungan dari berbagai sudut pandang, sekaligus menumbuhkan empati dan keberanian untuk mencegahnya.
Ketua Tim Edu-Trisipaka, Nurhafidzah, menjelaskan bahwa media tersebut dirancang agar pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui metode ceramah, tetapi dikemas dalam bentuk digital yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.
Sementara itu, dosen pendamping, Muhammad Awal Nur, M.Pd., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan kearifan lokal menjadi salah satu langkah inovatif untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Penggunaan nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge menjadi bagian penting dalam media tersebut. Nilai-nilai tersebut dihadirkan untuk membantu peserta didik memahami pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik, menghargai sesama, serta saling mengingatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tim Edu-Trisipaka yang terdiri atas Nurhafidzah, Gita Ramadani, Hesti, Sri Ramadhani Harding, dan Nurul Azizah berharap media edukasi digital tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah. Selain menjadi media untuk membantu mencegah perundungan, program ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bugis.
Kegiatan pengabdian tersebut didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Tahun Pendanaan 2026.
