Konten dari Pengguna

Dua Tahun Prabowo: Era Stabilitas Baru dan Kekuatan Ekonomi di Panggung Dunia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nuril Anwar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Presiden Prabowo dan Kebijakan Ekonomi Internasional (Diolah Oleh Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Presiden Prabowo dan Kebijakan Ekonomi Internasional (Diolah Oleh Penulis)

Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik, perang dagang, perubahan rantai pasok, dan kompetisi industri yang semakin ketat, Indonesia memilih memperkuat fondasinya sendiri.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, agenda pembangunan diarahkan pada satu tujuan besar: memastikan kekuatan ekonomi nasional tidak hanya bertahan menghadapi perubahan global, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai peluang.

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo pada 20 Oktober 2026, sejumlah kebijakan memperlihatkan arah tersebut. Stabilitas ekonomi, investasi, hilirisasi, ketahanan pangan dan energi, hingga diplomasi ekonomi menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia.

Bukan sekadar menjaga pertumbuhan, pemerintah juga mendorong perubahan struktur ekonomi agar Indonesia semakin mampu menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Stabilitas Menjadi Fondasi

Stabilitas merupakan modal awal bagi pembangunan. Tanpa stabilitas, investasi sulit berkembang, industri kehilangan kepastian, dan agenda jangka panjang akan menghadapi lebih banyak hambatan.

Karena itu, menjaga pertumbuhan ekonomi menjadi bagian penting dari pemerintahan Prabowo.

Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen, meningkat dari 5,03 persen pada 2024. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap bergerak di tengah lingkungan global yang penuh tekanan.

Angka pertumbuhan memang bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. Namun, ia menjadi indikator penting bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap bekerja ketika berbagai negara menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi yang kompleks.

Dari fondasi inilah pemerintah melanjutkan agenda transformasi yang lebih besar.

Hilirisasi Mengubah Cara Indonesia Melihat Sumber Daya

Selama bertahun-tahun, kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi salah satu keunggulan utama. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat dan negara.

Prabowo melanjutkan dan memperkuat agenda hilirisasi dengan mendorong investasi masuk ke sektor industri pengolahan.

Realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Dari jumlah tersebut, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total investasi.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa hilirisasi semakin menjadi bagian penting dari mesin ekonomi nasional.

Nikel, tembaga, timah, bauksit, dan komoditas strategis lainnya tidak lagi semata dipandang sebagai barang tambang. Komoditas tersebut menjadi pintu masuk menuju industri bernilai tambah, manufaktur, energi, dan rantai pasok teknologi masa depan.

Di sinilah arah kebijakan Prabowo memiliki arti strategis. Indonesia berusaha mengubah posisi dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang semakin aktif dalam menghasilkan produk dan nilai tambah.

Hilirisasi pada akhirnya bukan hanya tentang membangun smelter atau pabrik. Ia merupakan proses membangun ekosistem industri, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas teknologi, dan memperkuat daya saing nasional.

Diplomasi Ekonomi Semakin Strategis

Kekuatan ekonomi nasional juga semakin terkait dengan kemampuan Indonesia membangun hubungan ekonomi internasional.

Prabowo mendorong Indonesia mengambil peran aktif dalam berbagai forum global, termasuk BRICS. Keanggotaan Indonesia membuka ruang yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, energi, pangan, dan pembiayaan pembangunan.

Langkah ini menjadi penting ketika peta ekonomi dunia semakin multipolar.

Indonesia membutuhkan hubungan ekonomi yang luas dan fleksibel. Kemitraan dengan berbagai kekuatan ekonomi memberikan ruang lebih besar untuk membuka pasar, menarik investasi, memperkuat rantai pasok, serta memperluas peluang industri nasional.

Dengan pasar domestik yang besar dan sumber daya strategis yang dibutuhkan dunia, Indonesia memiliki modal untuk memainkan peran yang semakin penting.

Prabowo membawa modal tersebut ke meja diplomasi internasional.

Dari Negara Pasar Menjadi Negara Produksi

Salah satu perubahan paradigma yang penting adalah dorongan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk global.

Indonesia memiliki pasar domestik yang besar. Namun, kekuatan tersebut akan semakin bermakna ketika dibarengi dengan kapasitas produksi nasional.

Karena itu, investasi, hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan sumber daya manusia perlu berjalan dalam satu ekosistem.

Ketika bahan baku tersedia, industri tumbuh, investasi masuk, lapangan kerja bertambah, dan produk Indonesia mampu masuk ke pasar internasional, maka nilai ekonomi yang tercipta akan semakin besar.

Inilah alasan mengapa agenda ekonomi Prabowo tidak dapat dilihat secara terpisah-pisah.

Hilirisasi berkaitan dengan investasi. Investasi berkaitan dengan industri. Industri berkaitan dengan lapangan kerja. Sementara diplomasi ekonomi membuka pasar dan kemitraan untuk memperluas seluruh rantai tersebut.

Indonesia Memasuki Fase Baru

Dua tahun pertama pemerintahan Prabowo menjadi periode penting dalam membangun fondasi transformasi ekonomi Indonesia.

Stabilitas dijaga sebagai modal pembangunan. Investasi diperbesar sebagai sumber pembiayaan pertumbuhan. Hilirisasi didorong untuk menciptakan nilai tambah. Sementara diplomasi ekonomi diperluas untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan global.

Kekuatan sebuah negara pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan mengolah sumber daya tersebut menjadi kekuatan ekonomi.

Indonesia memiliki semua modal dasarnya: pasar yang besar, sumber daya strategis, posisi geografis penting, serta basis industri yang terus berkembang.

Pekerjaan berikutnya adalah memastikan seluruh modal tersebut bergerak dalam arah yang sama.

Di sinilah dua tahun pemerintahan Prabowo menjadi penting. Indonesia sedang membangun fondasi menuju ekonomi yang tidak sekadar besar secara ukuran, tetapi semakin kuat secara struktur dan semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Bila konsistensi kebijakan terus terjaga, era baru ekonomi Indonesia bukan lagi sekadar tentang mempertahankan pertumbuhan, melainkan tentang meningkatkan nilai tambah dan memperbesar pengaruh Indonesia dalam perekonomian global.

Dari sumber daya menjadi industri. Dari pasar menjadi produsen. Dari kekuatan domestik menuju kekuatan di panggung dunia.