Mandat Presiden Prabowo Percepat Pendidikan Gratis di Indonesia

Sarjana Pendidikan dan Analis sosiokultural yang menulis tentang pendidikan, literasi, budaya, parenting, dan isu-isu sosial.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nuril Anwar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan gratis menjadi salah satu agenda yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini mempercepat persiapan agar akses pendidikan di sekolah negeri semakin luas, sekaligus mematangkan rencana pembebasan biaya kuliah pada perguruan tinggi negeri (PTN).
Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada 23 September 2026. Pemerintah membahas penerapan pendidikan gratis mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK pada sekolah negeri. Berdasarkan keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia.
Agenda pendidikan gratis juga diarahkan hingga perguruan tinggi. Pemerintah sedang mematangkan skema PTN bebas biaya kuliah yang mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal. Teddy menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pematangan rencana tersebut dalam dua hingga empat minggu.
“Dalam 2-4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana penerapan Pendidikan Tinggi Negeri bebas biaya kuliah,” kata Teddy Indra Wijaya.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan gratis diposisikan sebagai agenda lintas jenjang, dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi.
Dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi
Pemerintah tidak hanya membicarakan penghapusan biaya pendidikan, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan. Komitmen pendidikan gratis mencakup pendidikan dasar dan menengah, bahkan dimulai dari taman kanak-kanak. Peningkatan kualitas guru juga menjadi bagian dari agenda tersebut.
Untuk pendidikan tinggi, pemerintah masih menyusun skema pembiayaan secara bertahap. Berbagai komponen pembiayaan PTN sedang dihitung, termasuk UKT, iuran pengembangan institusi, serta sumber pendapatan lainnya.
Presiden Prabowo mengarahkan agar program pendidikan tinggi gratis disiapkan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan tahapan pelaksanaan dan kemampuan fiskal negara.
Pendidikan Gratis sebagai Investasi SDM
Kebijakan ini menempatkan akses pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Dengan biaya pendidikan negeri yang semakin ringan, lebih banyak anak Indonesia dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai jenjangnya.
Komitmen tersebut juga mencakup madrasah negeri. Prinsip layanan pendidikan gratis pada sekolah negeri menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
Dalam perspektif pembangunan nasional, perluasan akses pendidikan memiliki kaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pendidikan gratis tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga kualitas guru, fasilitas pendidikan, pemerataan akses, dan keberlanjutan anggaran.
Mandat Presiden dan Tahap Implementasi
Arahan Presiden Prabowo memberikan mandat kebijakan yang jelas bagi kementerian terkait untuk menyiapkan mekanisme pendidikan gratis. Pemerintah kini berada pada tahap menerjemahkan arahan tersebut ke dalam desain program, pembiayaan, serta tahapan implementasi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan berjalan secara terukur dan berkelanjutan. Untuk perguruan tinggi, misalnya, pemerintah perlu memastikan pembebasan biaya kuliah tetap sejalan dengan kebutuhan operasional dan kualitas pendidikan PTN.
Dengan demikian, pendidikan gratis yang didorong Presiden Prabowo telah memasuki tahap persiapan teknis, termasuk penghitungan pembiayaan dan tahapan pelaksanaan.
Bagi Indonesia, agenda ini menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Mandat Presiden Prabowo menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempercepat upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menjaga kualitas dan keberlanjutannya.
