Konten dari Pengguna

Kenali Faktor Penyebab dan Bahaya Rokok

NURIYAH HASANAH UINJKT

NURIYAH HASANAH UINJKT

Mahasiswi Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NURIYAH HASANAH UINJKT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Pixabay.com

Rokok dan tembakau sangat berbahaya jika dikonsumsi. Hal itu dikarenakan rokok mengakibatkan risiko terkena berbagai penyakit. Menurut World Health Organization (WHO), rokok itu membunuh secara perlahan bahkan sangat mematikan, sehingga banyak yang meninggal sepersekian detik yang disebabkan oleh rokok. Pada zaman sekarang merokok sebagai rutinitas umum yang dilakukan oleh banyak orang baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai golongan dan juga usia. Hal ini dikarenakan rokok sangatlah mudah ditemukan atau dimiliki di mana dan kapan saja.

Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tetapi masyarakat seperti buta akan hal tersebut. Rokok berbahaya karena memberi dampak baik bagi fisik, psikologis, hingga membuat kecanduan karena mengandung nikotin di dalamnya. Di dalam rokok terdapat tembakau yang merupakan produk yang unik, tetapi berbahaya serta mematikan. Akan tetapi, penggunaan tersebut bukan hanya bahaya bagi dirinya sendiri melainkan sangat berbahaya juga bagi orang di sekitarnya yang menghirup asap tersebut.

Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk merokok baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar yang mempengaruhinya. Berikut adalah faktor yang membuat seseorang merokok, antara lain:

1. Lingkungan

Pengaruh dari lingkungan yaitu seperti keluarga, teman yang mempengaruhi untuk merokok, kebiasaan di sekitarnya yang mendorong untuk melakukan hal tersebut, dan juga merokok sebagai hal yang wajar di lingkungan atau daerah tersebut.

2. Diri sendiri

Pengaruh dari diri sendiri yaitu seperti adanya rasa keingintahuan merokok, sebagai penghilang rasa penat, pusing dan juga stres bagi perokok, serta merasa nikmat setelah melakukannya yang berakibatkan kecanduan atau ketergantungan pada rokok.

Risiko yang terjadi pada perokok aktif dan perokok pasif akan terkena berbagai macam penyakit bahkan dapat menderita hal serius. Berikut yang dapat diderita bagi perokok, antara lain:

1. Perokok Aktif

Risiko terhadap perokok aktif yaitu terkena penyakit pada organ paru-paru seperti kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah salah satu penyakit tumor yang ganas yang menyerang sistem pernapasan dan memiliki karakter epithelial berasal dari bagian bronkus. Penyakit ini sering terjadi pada perokok aktif, tetapi kanker tersebut merupakan sesuatu yang tumbuh dan tidak terkontrol dari sel anaplastic di dalam organ paru-paru tersebut. Penyebab dari salah satu penyakit kanker adalah merokok yang berlebihan karena terdapat bahan karsinogenik yang di konsumsi berlebih menjadi faktor utama, namun risiko terkena kanker paru-paru bukan hanya itu saja, tetapi dari polusi udara, infeksi kronik pada saluran pernapasan atau faktor genetika. Pada perokok pasif juga berisiko terkena kanker paru-paru karena sering menghirup asap tersebut.

2. Perokok pasif

Risiko yang terjadi bagi perokok pasif adalah terkena penyakit asma. Asma merupakan penyakit yang dapat membuat terjadinya penyempitan terhadap saluran pernapasan karena aktivitas yang berlebih terhadap rangsangan, dan menjadi penyebab peradangan pada saluran pernapasan tersebut. Pada penyempitan ini bersifat mengulang akan tetapi reversible. Penyakit asma dapat disebabkan oleh usia, gender, genetika, dan lingkungan yang mempengaruhinya.

Manfaat dari berhenti merokok adalah untuk menghemat pengeluaran karena dengan berhenti merokok pengeluaran tersebut dapat digunakan untuk hal lain yang lebih berguna. Selain itu, berhenti merokok membuat hidup lebih sehat karena terhindar dari risiko terkena penyakit parah yang disebabkan oleh asap rokok. Akan tetapi, manfaat dari berhenti merokok bukan di rasakan untuk dirinya sendiri, tetapi keluarga pun merasakannya pula. Rata-rata orang yang berhenti merokok dikarenakan sudah terpapar penyakit serius atau muncul kesadaran pada diri sendiri untuk berhenti merokok. Maka dari itu, yuk berhenti merokok karena rokok dapat membunuhmu serta membahayakan diri sendiri dan juga orang sekitar.

Daftar Pustaka:

Amira, I., dkk. (2019). Penyuluhan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SMAN 2. Jurnal: Medika Karya Kesehatan. Vol. 2 (1): 2-4. http://jurnal.unpad.ac.id/mkk/article/view/20039.

Novianti, dkk. (2021). Diagnosis Penyakit Paru pada Perokok Pasif Menggunakan Metode Certainty Factor. Jurnal Insert Information System and Emergency Technology Journal. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/insert/article/view/35122.

Ruhyat, E., (2020). Pengalaman Perokok dalam Terapi Berhenti Merokok dengan Metode Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) di Desa Cipanjalu Kabupaten Bandung Tahun 2019. Jurnal Penelitian Kesehatan Dharma Husada Bandung. Vol. 14(1): 8-10 http://ejurnal.stikesdhb.ac.id/index.php/Jsm/article/view/119.