Konten dari Pengguna

Dua Macam Perlindungan Allah Menurut Ibnu Atha'illah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nur Khafi Udin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mendapat perlindungan Allah/Sumber: Edit foto pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendapat perlindungan Allah/Sumber: Edit foto pribadi

Ada dua macam perlindungan Allah Swt yang wajib kita ketahui sebagai orang Islam. Allah merupakan Zat yang Maha Melindungi. Tentu bentuk perlindungan Allah hadir kepada manusia dalam bentuk yang tidak kita ketahui. Boleh jadi kita selamat dari musibah, boleh jadi juga kita selamat dari perbuatan maksiat. Dua hal ini merupakan contoh bentuk Allah melindungi kita.

Masih merujuk dalam kitab Al-Hikam, Ibnu Atha`illah mengatakan “Tirai Allah ada dua macam: Pertama, perlindungan dari kemaksiatan. Kedua, perlindungan ketika melakukan kemaksiatan. Kebanyakan orang minta kepada Allah untuk menutup aib mereka ketika mereka berbuat maksiat karena takut derajat mereka jatuh di mata manusia lain. Namun orang-orang khusus minta perlindungan kepada Allah agar jauh dari perbuatan kemaksiatan karena takut kedudukan mereka jatuh di hadapan Allah”

Pendapat Ibnu Atha`illah dapat kita pahami bahwa bentuk perlindungan Allah selalu hadir dengan cara yang tidak sama. Ada perlindungan Allah yang menyelamatkan manusia sebelum dosa itu terjadi. Namun ada juga bentuk perlindungan Allah ketika manusia melakukan dosa atau setelah melakukan dosa.

Perlindungan dari kemaksiatan

Bentuk perlindungan Allah ini yaitu ketika kita tidak melakukan dosa. Seumpama kita memiliki kesempatan untuk melakukan kemaksiatan namun muncul keraguan dari hati kita. Hati kita tiba-tiba tidak nyaman dan muncul rasa takut kepada Allah. Alhasil kita tidak jadi melakukan kemaksiatan.

Kita sering menganggap ini hal biasa, padahal ini adalah cara Allah melindungi kita. Begitu pun ketika kita mampu menahan diri dari dosa jangan kita merasa karena kita orang beriman atau merasa iman kita kuat. Karena hal ini terjadi tidak lain karena Allah yang menguatkan kita. Tentu sikap seorang hamba harus bersyukur bukan merasa kuat.

Perlindungan ketika melakukan kemaksiatan

Ilustrasi ibadah/Sumber: Edit foto pribadi

Setiap manusia tentu tidak luput dari kesalahan. Ada saat manusia jatuh dalam perbuatan dosa. Namun Allah tidak membuka kesalahan kita kepada manusia lain, sehingga hanya Allah yang mengetahui kesalahan kita itu.

Ketika Allah menutup aib kita, jangan sampai kita merasa aman atau malah mengulangi kemaksiatan itu. Sebagai seorang hamba, kita harus malu kemudian segera taubat. Hal ini merupakan bukti bahwa Allah masih memberi belas kasih pada kita, bahkan pada saat kita melakukan dosa.

Sebagai penutup kita dapat mengambil makna, meskipun engkau saleh boleh jadi engkau salah jika engkau merasa nyaman mendapat pujian dari orang-orang sekitar karena kesalehan yang engkau punya. Ingat! Pujian itu engkau dapat bukan karena engkau mulia, namun tidak lain karena Allah masih menutupi aib kita.