Biaya LRT Manggarai-Dukuh Atas Bengkak Jadi Rp 2,7 T, Bakal Dibiayai Obligasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap biaya pembangunan trase LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas berubah dari rencana awal Rp 2,1 triliun menjadi sekitar Rp 2,7 triliun.
Kenaikan anggaran tersebut disebabkan tambahan investasi untuk pengadaan trainset.
"Ada perubahan angka, dulu kami mengumumkan Rp 2,1 triliun, ternyata harus ada investasi untuk trainset-nya yang jumlahnya kurang lebih 16. Sehingga totalnya menjadi Rp 2,7 triliun," kata Pramono saat meninjau persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8).
Pramono mengatakan, pembangunan LRT hingga Dukuh Atas menjadi salah satu proyek yang diajukan Pemprov DKI Jakarta dengan skema pembiayaan melalui obligasi daerah.
Obligasi Daerah Rp 5,6 T
Pramono menjelaskan, total nilai obligasi daerah yang diajukan Pemprov DKI Jakarta sekitar Rp 5,6 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai dua sektor, yakni pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dan pembangunan RS Sumber Waras.
Pramono menyebut Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana penerbitan obligasi daerah tersebut. Secara prinsip, kata Pramono, Kemenko Bidang Perekonomian telah memberikan sinyal positif.
Namun, masih perlu pembahasan dan persetujuan dari kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Kami sudah berkoordinasi dan mengirim surat kepada pemerintah pusat. Yang jelas sebagai langkah awal Kemenko Perekonomian secara prinsip sudah memberikan sign kepada kami," kata Pramono.
Pramono berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga izin penerbitan obligasi daerah bisa dikeluarkan.
"Saya meyakini Jakarta pasti mampu untuk menyelesaikan itu. Mudah-mudahan izinnya segera bisa dikeluarkan," tutupnya.
