Kumparan Logo

Google Gelontorkan Hibah USD 1,5 Juta untuk Dukung Indonesia Open Network

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar (tengah). Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar (tengah). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Google menggelontorkan hibah sebesar USD 1,5 juta atau setara dengan Rp 26,8 miliar (kurs dolar Rp 17.913) untuk mendukung peluncuran awal Indonesia Open Network (ION). ION merupakan sebuah infrastruktur publik digital yang dirancang untuk mempercepat perdagangan secara lebih inklusif di Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan dalam agenda peluncuran laporan dan diskusi bertajuk Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif yang digelar di Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (23/7).

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan laporan AI Economy Report yang dibagikan Google memperkirakan adopsi AI secara penuh oleh UMKM lokal di Indonesia berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp 910 triliun dan mendukung lebih dari 510 ribu lapangan pekerjaan.

Selain itu, dari sektor media generatif, AI diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 66 triliun per tahun serta membuka peluang bagi hampir 1,8 juta kreator profesional baru.

Veronica menyebut Google dan YouTube telah bertahun-tahun bekerja sama dengan pemerintah, mitra, dan para kreator untuk membangun fondasi digital di Indonesia.

“Ekosistem kreatif YouTube di Indonesia telah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia,” kata Veronica dalam acara tersebut.

Ia menambahkan, ekosistem YouTube juga mendukung lebih dari 190 ribu lapangan pekerjaan dan membantu 81 persen kreator memperoleh pendapatan dari platform tersebut dengan menjangkau audiens internasional. Ini sekaligus menunjukkan besarnya kontribusi ekonomi kreatif digital terhadap perekonomian nasional.

ION Targetkan 100 Ribu Usaha Mikro dan Wirausaha di Desa

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami. Foto: Nur Pangesti/kumparan

Sebagai bagian dari dukungan terhadap momentum tersebut, Google bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam pengembangan ION.

“Di tahun pertamanya, ION akan memberdayakan hingga 100 ribu usaha mikro dan wirausahawan di pedesaan untuk mulai berjualan secara online secara seketika, bahkan tanpa biaya awal yang memberatkan,” ujar Veronica.

Ia menambahkan, inisiatif ini diharapkan dapat membuka akses teknologi bagi pelaku usaha kecil di daerah untuk mengembangkan usahanya dan memperluas pasar.

Google juga akan memberikan dukungan teknis guna memastikan implementasi ION berjalan efektif serta mampu menciptakan ekosistem digital yang terbuka, inklusif, dan aman bagi seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, Vice President Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, menegaskan bahwa pengembangan AI tidak hanya ditujukan untuk kreator, tetapi juga dibangun bersama para kreator.

“Kami ingin memberikan alat baru untuk membuat video, kontrol baru untuk melindungi karya mereka, serta peluang kolaborasi komersial baru. Kreativitas dan semangat kewirausahaan para kreator di YouTube telah memperkuat perkembangan ekonomi Indonesia,” ujar Markham.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya harus dipandang sebagai pasar, tetapi juga sebagai pusat penciptaan karya kreatif dunia.

“Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia, karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang,” kata Irene.