Kumparan Logo

Kejar Kebutuhan B50, Pemerintah Dorong Batu Bara Diolah Jadi Metanol

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock

Pemerintah mendorong pemanfaatan batu bara tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga diolah menjadi produk turunan bernilai tambah, salah satunya metanol.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengatakan pemerintah mendukung langkah tersebut, yang salah satunya telah dimulai anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Ia mencontohkan China yang telah mengembangkan pemanfaatan batu bara, dengan sekitar 30 persen dari total pemanfaatan batu bara di negara itu diarahkan untuk menghasilkan produk turunan.

“Sangat kita support, karena memang kalau kita berbicara misalnya seperti China, dari sekian banyak ribuan...sekian miliar mereka memanfaatkan batu bara, itu kurang lebih 30 persen mereka manfaatkan untuk kepada produk,” kata Todotua di Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurutnya, pemanfaatan batu bara di Indonesia saat ini masih didominasi untuk kebutuhan energi. Karena itu, pemerintah mendorong proses gasifikasi agar batu bara dapat diolah menjadi produk turunan.

“Dia kan kalau apa dari batu bara menjadi synthetic gas, kemudian synthetic metanol, dan kemudian nanti ujungnya akan DME (dimethyl ether),” jelas Todotua.

Ia menambahkan, metanol juga dibutuhkan untuk mendukung program bahan bakar nabati (biofuel), termasuk penerapan B50.

Papan penanda B50 di sebuah SPBU setelah mandat pencampuran 50% biodiesel baru resmi berlaku di Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, Kamis (9/7/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Namun, produksi metanol dalam negeri saat ini baru berasal dari satu pabrik di Kalimantan Timur dengan kapasitas sekitar 660 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional masih kekurangan pasokan hingga hampir 2 juta ton.

Kebutuhan tersebut diperkirakan akan semakin meningkat seiring penerapan B50, dengan proyeksi kebutuhan metanol mencapai sekitar 2,5 juta hingga 3 juta ton, sehingga diperlukan tambahan pasokan dari dalam negeri.

Selama ini, metanol diproduksi menggunakan gas sebagai bahan baku, namun ketersediaan pasokan gas domestik masih terbatas. Salah satu sumber gas yang dapat menopang kebutuhan tersebut berada di Blok Masela. Karena itu, pemerintah melihat gasifikasi batu bara sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan metanol nasional.

“Gasifikasi daripada coal ini memang juga sangat kita butuhkan. Jadi kerangka yang dilakukan sekarang oleh Bumi dalam hal ini masuk kepada itu, kita sangat support ya kan dan kita harapkan itu bisa segera terealisasi," ujarnya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam agenda Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Proyek Batu Bara Jadi DME Masih Dikaji

Di sisi lain, Todotua mengatakan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang sebelumnya digagas pemerintah masih dalam tahap penjajakan.

Ia menyebut belum ada informasi terbaru mengenai investor yang telah memastikan diri masuk ke proyek tersebut, mengingat pembangunan industri DME membutuhkan perhitungan yang lebih kompleks karena harus mempertimbangkan industri penyerap produknya.

Selain persoalan keekonomian proyek, teknologi juga menjadi salah satu faktor yang masih jadi perhatian. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebelumnya tengah menjajaki penyediaan teknologi untuk pengembangan DME dan masih mencari mitra teknologi guna menyukseskan agenda gasifikasi batu bara tersebut.

Todotua menyebut China dapat menjadi salah satu acuan bagi Indonesia karena negara itu sudah lebih maju dalam mengembangkan industri DME.

“Masih ada beberapa (penjajakan), tetapi DME ini banyak player di China yang sudah advanced masuk ke sana. Ini masih penjajakan,” pungkasnya