Kumparan Logo

Operasional Penerbangan Terdampak Banjir Bangkok, CEO Thai Airways Diberhentikan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anggota keamanan bandara berdiri di samping bagasi dari penerbangan Thai Airways di Bandara Internasional Suvarnabhumi, setelah hujan lebat dan banjir mengganggu operasional darat maskapai tersebut, di Bangkok, Thailand, Selasa (29/9/2026). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anggota keamanan bandara berdiri di samping bagasi dari penerbangan Thai Airways di Bandara Internasional Suvarnabhumi, setelah hujan lebat dan banjir mengganggu operasional darat maskapai tersebut, di Bangkok, Thailand, Selasa (29/9/2026). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

CEO Thai Airways International Pcl Chai Eamsiri diberhentikan dari jabatannya setelah dewan direksi maskapai melakukan evaluasi terhadap penanganan gangguan operasional akibat banjir parah di Thailand.

Dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (3/10), keputusan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada bursa, Jumat (2/10) malam waktu setempat. Dalam keterbukaan itu, Thai Airways menyebut Chai ditangguhkan dari tugasnya sebagai CEO. Perusahaan juga menunjuk Direktur Sumrid Sumneing sebagai CEO sementara.

Dewan direksi juga akan melakukan penyelidikan terhadap proses manajemen krisis perusahaan. Banjir di Bangkok membuat sejumlah karyawan kesulitan mencapai tempat kerja dan ikut mengganggu operasional maskapai.

Akibat gangguan tersebut, Thai Airways mengurangi sejumlah penerbangan dan menghentikan sementara penerimaan sebagian kargo. Banjir juga menyebabkan penumpukan hampir 10.000 bagasi di Bandara Suvarnabhumi.

Untuk menangani hal tersebut, Pemerintah Thailand kemudian mengerahkan sekitar 100 personel Angkatan Udara Kerajaan Thailand untuk membantu menangani penumpukan tersebut.

Para penumpang mengantre untuk mengambil bagasi dari penerbangan Thai Airways di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, Selasa (29/9/2026). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Penanganan gangguan operasional tersebut turut mendapat kritik dari Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul.

Surasak menilai penanganan krisis oleh Thai Airways berdampak terhadap citra pariwisata Thailand. Ia kemudian meminta Kementerian Keuangan, yang merupakan pemegang saham terbesar Thai Airways, menggelar rapat dewan secara mendesak. Rapat tersebut berujung pada keputusan dewan untuk menangguhkan Chai dari jabatannya.

Sementara, Chai mengatakan bahwa dirinya diberhentikan secara langsung. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan mengenai alasan keputusan tersebut, tetapi menduga hal itu berkaitan dengan penanganan krisis akibat banjir.

Chai menyebut langkah-langkah yang diambilnya selama krisis masih berada dalam lingkup tanggung jawabnya sebagai CEO. Pergantian pimpinan ini terjadi beberapa bulan sebelum masa jabatan Chai yang seharusnya berakhir pada Januari mendatang.

Thai Airways sebelumnya juga telah membuka proses pencarian pengganti Chai. Pendaftaran kandidat CEO baru ditutup pada 27 September 2026.