Kumparan Logo

Pemerintah Kirim 500 Ribu Genteng dari Purwakarta untuk Program Gentengisasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PKP Maruarar Sirait dalam agenda Peluncuran 500 ribu genteng di Purwakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PKP Maruarar Sirait dalam agenda Peluncuran 500 ribu genteng di Purwakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Pemerintah mengirimkan 500 ribu genteng dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk mendukung program Gentengisasi. Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan penggunaan genteng sekaligus mendorong usaha para pengrajin genteng lokal.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan permintaan genteng dalam program tersebut memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha di daerah, mulai dari pengrajin hingga jasa angkutan.

“Supirnya senang sudah dibayar, kernetnya juga sudah, UMKM-nya juga happy,” kata Maruarar atau yang kerap disapa Ara dalam agenda Peluncuran 500 ribu genteng di Purwakarta, Jumat (2/10).

Ara menilai program Gentengisasi dapat menjadi momentum bagi UMKM pengrajin genteng untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Pemerintah juga mendorong pengrajin untuk memenuhi standar kualitas melalui sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ia menjelaskan proses tersebut tidak dilakukan secara instan. Pemerintah turut membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan melalui perbankan serta memberikan edukasi dan pendampingan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kelayakan dan keandalan.

“Bagaimana diakses ke BRI, ke Bank Jabar dari pembiayaan, bagaimana diedukasi supaya punya sertifikasi dari Kementerian Perindustrian, supaya ada standar kelayakan dan juga keandalan. Jadinya nanti yang memakai juga tenang,” jelasnya.

Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut genteng Program Gentengisasi di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Ara mencontohkan pengrajin genteng di Purwakarta dan Majalengka yang mulai memperoleh sertifikasi SNI. Di Purwakarta, terdapat empat pengrajin yang disebut telah memenuhi SNI, sedangkan di Majalengka terdapat 34 pengrajin yang telah memiliki sertifikasi SNI.

“Pemerintah harus mau mendidiknya, jangan instan. Ini buktinya, ekosistemnya,” kata Ara.

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi genteng terbesar di Indonesia, dengan Plered dan Majalengka sebagai daerah penghasil genteng yang akan ikut terdorong oleh program tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 57 persen rumah di Indonesia telah menggunakan genteng, sementara sekitar 30 persen lainnya masih menggunakan seng dan asbes. Sisanya menggunakan material lain seperti kayu, jerami.

Khusus di Jawa Barat, penggunaan genteng disebut sudah mencapai 87 persen dari total rumah. Artinya, masih ada sekitar 13 persen rumah di Jawa Barat yang belum menggunakan genteng.

Tito mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong program Gentengisasi. Selain mendorong penggunaan genteng pada rumah masyarakat, program ini diharapkan meningkatkan permintaan terhadap produk pengrajin genteng di daerah.

Lebih lanjut, selain Purwakarta, pemerintah juga menyiapkan pengiriman 2,4 juta genteng dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada 8 November 2026. Pengadaan ini melibatkan 45 pengrajin, dengan 34 pengrajin telah memiliki sertifikasi SNI dan 11 lainnya lolos uji keandalan.