Pramono Klaim 15 Persen Pengguna Kendaraan Pribadi Beralih ke Transportasi Umum

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim perbaikan konektivitas transportasi publik di Jakarta telah mendorong 15 persen masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum. Pramono menyebut, perpindahan tersebut terlihat setelah pemerintah membuka layanan TransJabodetabek. Selain itu, Pemprov DKI juga menerapkan kebijakan yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap Rabu. “Kemudian juga konektivitas dibuat menjadi lebih baik, ada peningkatan 15 persen lebih orang menggunakan dari kendaraan pribadi berpindah menjadi transportasi umum,” kata Pramono setelah meninjau persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8). Pramono menjelaskan tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Ia menilai kemudahan akses dan integrasi antarmoda menjadi faktor yang mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi. “Dengan semakin baiknya konektivitas menunjukkan bahwa orang yang dulu menggunakan kendaraan pribadi bersedia untuk menggunakan transportasi umum karena kemudahan itu,” ujarnya.

Pramono mengatakan tren tersebut juga berpotensi semakin kuat dengan beroperasinya LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Menurutnya jalur tersebut melewati sejumlah kawasan pusat-pusat kemacetan yang ada di Jakarta yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari perkantoran hingga sekolah. Ia pun optimistis LRT Jakarta dapat menarik hingga 80 ribu penumpang per hari. Pramono menegaskan angka tersebut berdasarkan hasil studi dan perbandingan dengan LRT Jabodebek di Cibubur dan Bekasi. “Angka 80 ribu itu dari hasil studi dan juga hasil perbandingan LRT yang ada di Cibubur maupun LRT yang ada di Bekasi. Mereka sekarang rata-rata sudah 100 ribu, padahal tempat ini (Manggarai) lebih padat, lebih menuju ke tempat-tempat yang strategis,” katanya. Tak hanya sampai Manggarai, Pemprov DKI juga menyiapkan rencana pengembangan jaringan LRT dari Velodrome menuju Jakarta International Stadium (JIS), serta mengembangkan koneksi dari Kelapa Gading menuju JIS.
Jika jaringan tersebut sudah tersambung, Pramono menilai LRT Jakarta bisa berperan lebih besar dalam menghubungkan sejumlah wilayah di Ibu Kota. “Kalau itu sudah tersambungkan, maka secara keseluruhan LRT yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah menjadi backbone utama untuk mengatur transportasi yang ada di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, dan nantinya ujungnya ada di Jakarta Pusat,” ujarnya. Pramono juga menilai Stasiun Manggarai memiliki potensi besar sebagai simpul transportasi baru di Jakarta. Terintegrasinya kawasan tersebut akan meningkatkan aktivitas pergerakan penumpang di kawasan Manggarai mencapai sekitar 1,8 juta orang setiap hari. “Kalau kemudian Manggarai ini sudah selesai, sebenarnya daerah ini setiap hari kurang lebih akan beraktivitas orang menggunakan transportasi. Di tempat ini 1,8 juta penumpang. Sehingga ini akan menjadi hub baru bagi Jakarta,” kata Pramono.
