Kumparan Logo

RAPBN 2027: Anggaran Infrastruktur Rp 435 T, Bangun 201 Km Jalan-345 Ribu Hunian

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menghancurkan lapisan aspal lama saat proses perbaikan jalan nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Foto: Ahmad Naufal Oktavian/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menghancurkan lapisan aspal lama saat proses perbaikan jalan nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Foto: Ahmad Naufal Oktavian/ANTARA FOTO

Pemerintah menyiapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp 435,49 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran ini akan digunakan untuk membangun dan meningkatkan berbagai infrastruktur, mulai dari jalan nasional, hunian, irigasi, hingga jaringan telekomunikasi.

Dalam buku 2 nota keuangan RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pembangunan sejumlah infrastruktur. Demi menunjang konektivitas misalnya, pemerintah akan membangun jalan nasional sepanjang 201,2 kilometer (km), jalan tol sepanjang 13,5 km, jembatan sepanjang 2.597,4 meter, serta flyover dan underpass sepanjang 473,9 meter.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan penyediaan 345.310 unit hunian baru melalui sejumlah program. Mulai dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), rumah khusus, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah

Selain membangun hunian baru, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas 400.000 unit rumah. Penanganan kawasan permukiman kumuh juga akan dilakukan pada area seluas 15 hektar.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengalokasikan anggaran infrastruktur 2027 untuk membangun infrastruktur dasar. Seperti rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan pascabencana Sumatera seluas 773 hektar, pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi dan 11 Sekolah Unggul Garuda Baru, serta revitalisasi 12.215 sekolah dan madrasah.

Selain itu infrastruktur kesehatan juga dibangun melalui revitalisasi rumah sakit di 49 kabupaten/kota dan pembangunan sanitasi rumah tangga di wilayah 3T yang ditargetkan mencapai 20.670 unit.

Pekerja memasang instalasi listrik di menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di arteri Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (15/7/2019). Foto: Antara Foto/Umarul Faruq

Infrastruktur Energi hingga Telekomunikasi

Sementara untuk infrastruktur energi dan ketenagalistrikan, pemerintah menargetkan pembangunan 150.000 sambungan jaringan gas kota, elektrifikasi di 3.054 desa, serta pemasangan 350.000 sambungan listrik baru bagi rumah tangga tidak mampu dan wilayah 3T. Program ini juga mencakup konversi 63.000 sepeda motor BBM menjadi motor listrik.

Pada sektor pangan, pemerintah akan membangun jaringan irigasi seluas 1.739 hektar, rehabilitasi 54.024 hektar, pembangunan 4.001 unit irigasi perpompaan, pencetakan 100.000 hektare sawah baru, dan optimalisasi lahan seluas 200.000 hektar.

Pemerintah turut memperkuat infrastruktur telekomunikasi, terutama di wilayah yang masih terbatas aksesnya. Pada 2027, pembangunan BTS di daerah 3T ditargetkan mencapai 39 unit, sementara layanan internet publik akan dioperasikan dan dipelihara di 31.545 lokasi.

Pemerintah juga menargetkan operasional dan pemeliharaan satelit SATRIA-1 sebanyak 150 unit, Palapa Ring di 57 kabupaten/kota, serta layanan sinyal seluler perdesaan di 6.779 titik.