Pernikahan Dini di Indonesia: Tantangan dan Dampaknya pada Generasi Muda

Nurul A
Terkadang di balik rutinitas mengurus rumah tangga, tersembunyi seorang penulis berjiwa bebas. Saya adalah ibu rumah tangga dengan cinta untuk merangkai kata-kata menjadi kisah yang menginspirasi.
Konten dari Pengguna
19 Agustus 2023 9:19 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nurul A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menghadapi masalah pernikahan dini. Fenomena ini mengacu pada pernikahan yang terjadi pada usia yang sangat muda, seringkali di bawah usia legal, dan tanpa persiapan fisik, mental, dan emosional yang memadai. Dibutuhkan perhatian serius dari masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait karena tingginya angka pernikahan dini di Indonesia.
Ilustrasi. Source: Koleksi pribadi
Angka pernikahan dini terus meningkat dari tahun ke tahun, menurut data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada tahun 2021, lebih dari 30% perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun, dan lebih dari 7% di antaranya menikah sebelum usia 15 tahun. Data ini menunjukkan masalah besar dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi generasi muda yang menikah dini.
ADVERTISEMENT
Baik individu maupun masyarakat secara keseluruhan terpengaruh oleh pernikahan dini. Dalam hal pendidikan, banyak perempuan yang menikah muda terpaksa meninggalkan sekolah, yang menghambat pertumbuhan dan kemajuan mereka. Akibatnya, tidak banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan membantu ekonomi. Karena tubuh yang belum matang menghadapi proses kehamilan dan melahirkan, risiko kesehatan fisik dan mental juga meningkat.
Selain itu, pernikahan dini berdampak negatif pada pertumbuhan populasi dan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan dini memiliki risiko kesehatan dan pendidikan yang lebih tinggi, yang menyebabkan lingkaran setan kemiskinan berlanjut. Pernikahan dini juga dapat menyebabkan perubahan sosial seperti norma gender dan peran tradisional dalam masyarakat.
Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat secara keseluruhan harus mengambil tindakan nyata untuk menghentikan pernikahan dini. Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan dan bahaya pernikahan dini. Selain itu, perlu ada program ekonomi yang membantu keluarga dan perempuan muda mendapatkan kemandirian keuangan.
ADVERTISEMENT
Semua pihak terkait harus bekerja sama dan bekerja sama untuk mengatasi masalah pernikahan dini. Hanya dengan upaya bersama, Indonesia dapat mengurangi angka pernikahan dini dan membuka jalan bagi generasi muda yang lebih baik.