Konten dari Pengguna

Psikologi Komunikasi Intrapersonal: Memori & Berpikir

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Qomariah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi ini secara visual menggambarkan mekanisme kerja pikiran manusia dalam komunikasi intrapersonal (proses komunikasi dengan diri sendiri).[ sumber foto : ilustrasi di buat dengan bantuan AI]
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ini secara visual menggambarkan mekanisme kerja pikiran manusia dalam komunikasi intrapersonal (proses komunikasi dengan diri sendiri).[ sumber foto : ilustrasi di buat dengan bantuan AI]

Pernah tidak, kita tiba-tiba teringat kejadian beberapa tahun lalu hanya karena mendengar sebuah lagu, mencium aroma tertentu, atau melihat sebuah tempat?

Atau justru pernah masuk ke sebuah ruangan lalu lupa sebenarnya ingin mengambil apa?

Hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya berhubungan dengan proses yang terjadi di dalam diri kita. Sebelum berbicara dengan orang lain, manusia terlebih dahulu mengalami berbagai proses di dalam pikirannya. Kita menerima informasi, mengingat pengalaman, mempertimbangkan sesuatu, kemudian memberikan makna terhadap apa yang sedang terjadi.

Proses inilah yang salah satunya dapat dipahami melalui komunikasi intrapersonal.

Ketika Kita Berkomunikasi dengan Diri Sendiri

Komunikasi biasanya identik dengan percakapan antara dua orang atau lebih. Padahal, komunikasi juga dapat berlangsung di dalam diri sendiri.

Saat kita berbicara dalam hati, mempertimbangkan sebuah keputusan, mengingat pengalaman, atau bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya sedang terjadi proses pengolahan informasi di dalam diri.

Dalam komunikasi intrapersonal, seseorang dapat berperan sebagai penerima sekaligus pengolah informasi. Sebuah kajian mengenai komunikasi intrapersonal menjelaskan bahwa proses ini berkaitan dengan bagaimana informasi dihasilkan, diteruskan, dan diolah oleh individu itu sendiri. ([PubMed Central (PMC)][1])

Contohnya sederhana.

Sebelum mengirim pesan kepada seseorang, kita mungkin membaca ulang tulisan yang sudah dibuat.

Kalau aku kirim begini, nanti dia tersinggung tidak, ya?

Pertanyaan tersebut tidak disampaikan kepada orang lain. Pertanyaan itu muncul dalam pikiran kita sendiri.

Di situlah komunikasi intrapersonal bekerja.

Memori Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Kenangan

Salah satu bagian penting dalam proses komunikasi intrapersonal adalah memori atau ingatan.

Memori membantu kita menyimpan dan menggunakan kembali informasi yang pernah kita terima. Kita dapat mengingat nama seseorang, pengalaman di sekolah, percakapan kemarin, bahkan kejadian yang sudah berlangsung bertahun-tahun lalu.

Namun, menariknya, memori manusia bukan seperti rekaman video yang selalu tersimpan secara utuh.

Dalam psikologi, terdapat konsep reconstructive memory, yaitu gagasan bahwa ketika mengingat sesuatu, manusia tidak sekadar memutar ulang rekaman masa lalu. Ingatan dapat dibentuk kembali berdasarkan pengalaman, pengetahuan, harapan, dan informasi lain yang kita miliki.

Itulah sebabnya dua orang yang mengalami kejadian yang sama bisa mengingatnya dengan cara yang sedikit berbeda.

Bukan berarti salah satu pasti berbohong. Cara seseorang memperhatikan, memahami, menyimpan, dan mengingat kembali suatu peristiwa memang dapat berbeda.

Mengapa Hal yang Memalukan Sulit Dilupakan?

Ada pengalaman tertentu yang rasanya sudah lama berlalu, tetapi tiba-tiba muncul kembali di kepala.

Misalnya, kita pernah salah mengucapkan sesuatu di depan banyak orang. Bertahun-tahun kemudian, ketika mengingat kejadian tersebut, kita masih bisa merasa malu.

Mengapa?

Karena ingatan pribadi tidak hanya berkaitan dengan informasi, tetapi juga pengalaman dan emosi yang menyertainya. Penelitian tentang memori autobiografis menunjukkan bahwa mengingat masa lalu memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membantu menjaga kesinambungan diri, hubungan sosial, dan mengarahkan perilaku di masa depan. ([Wiley Online Library][3])

Jadi, ketika kita mengingat sebuah pengalaman, sebenarnya kita tidak hanya mengingat “apa yang terjadi”, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut memiliki arti bagi diri kita.

Dari Memori Lahir Sebuah Pikiran

Memori dan berpikir juga saling berkaitan.

Ketika menghadapi sebuah masalah, kita sering menggunakan pengalaman sebelumnya sebagai bahan pertimbangan.

Misalnya, seseorang pernah gagal berbicara di depan banyak orang. Ketika mendapat kesempatan presentasi lagi, pengalaman tersebut mungkin muncul dalam pikirannya.

Waktu itu aku salah menjawab. Jangan sampai kejadian lagi.

Pengalaman masa lalu kemudian memengaruhi cara seseorang memandang situasi saat ini.

Di sinilah berpikir menjadi bagian penting dalam komunikasi intrapersonal. Kita tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menafsirkan, membandingkan, mempertimbangkan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ada.

Pikiran Tidak Selalu Sama dengan Kenyataan

Hal lain yang menarik adalah bahwa apa yang ada di dalam pikiran kita tidak selalu merupakan fakta.

Seseorang tidak membalas pesan selama beberapa jam.

Faktanya hanya satu: pesan belum dibalas.

Tetapi pikiran kita bisa membuat banyak kemungkinan.

Jangan-jangan dia marah.

Jangan-jangan aku melakukan kesalahan.

Jangan-jangan dia tidak mau berbicara denganku.

Semua kemungkinan tersebut muncul dari proses berpikir. Masalahnya, kita terkadang memperlakukan dugaan sebagai kenyataan.

Karena itu, komunikasi intrapersonal juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengenali pikirannya sendiri.

Kita bisa bertanya:

Ini fakta atau hanya dugaan saya?

Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu kita melihat suatu keadaan dengan lebih tenang.

Berpikir Sebelum Berbicara

Komunikasi dengan orang lain sebenarnya sering diawali dari komunikasi dengan diri sendiri.

Sebelum mengatakan sesuatu, kita biasanya memikirkan kata-kata yang akan digunakan. Sebelum mengambil keputusan, kita mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Bahkan sebelum memberikan respons terhadap sebuah masalah, kita sering berdialog dengan diri sendiri.

Karena itu, kemampuan memahami proses berpikir menjadi penting dalam kehidupan sehari-hari.

Semakin kita mengenali cara kita mengolah informasi, semakin besar kesempatan untuk menyadari kapan kita sedang menggunakan fakta dan kapan kita sedang dipengaruhi oleh asumsi.

Bukan berarti kita harus selalu berpikir terlalu lama.

Justru, kemampuan berpikir yang baik adalah kemampuan untuk mengetahui kapan harus mempertimbangkan sesuatu dan kapan harus berhenti memikirkannya.

Memberi Ruang untuk Pikiran

Di tengah kehidupan yang penuh informasi, manusia menerima begitu banyak hal setiap hari. Pesan masuk, berita, media sosial, percakapan, pekerjaan, tugas, dan berbagai pengalaman lainnya terus diproses.

Tidak semuanya harus langsung mendapat respons.

Terkadang kita membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, memahami apa yang kita rasakan, mengingat kembali informasi yang relevan, kemudian menentukan tindakan.

Pada akhirnya, komunikasi bukan hanya tentang bagaimana kita menyampaikan pesan kepada orang lain.

Ada proses yang lebih awal dan sering tidak terlihat: bagaimana kita menerima informasi, mengingat, memikirkan, memberikan makna, lalu membentuk respons.

Memahami komunikasi intrapersonal berarti belajar memahami percakapan yang paling sering kita lakukan yaitu percakapan dengan diri sendiri.

Karena sebelum orang lain mendengar apa yang kita katakan, biasanya pikiran kita sudah lebih dulu mengatakannya kepada diri sendiri.

Penulis : Nurul Qomariah & Aulia Zafarani Prawoto.

Dosen Pengampu :Dr. PANCAGALUH RATNASIH S.Pd., M.Pd.

Tugas Mata kuliah: Manajemen Psikologi Komunikasi_Universitas Pamulang.