Konten dari Pengguna

Terlalu Bergantung Pada Pasangan? Waspada Cinderella Complex!

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Hafidzah Khoirunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasangan (Sumber: https://pixabay.com/id/photos/kelinci-paskah-kelinci-patung-patung-95096/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan (Sumber: https://pixabay.com/id/photos/kelinci-paskah-kelinci-patung-patung-95096/)

Pernahkah kamu menemukan keadaan dimana bestie kamu, orang terdekatmu atau bahkan dirimu sendiri sangat bergantung pada pasangan? Sulit mengambil Keputusan, tidak bisa jika tanpa pasangan atau cenderung berharap “diselamatkan” oleh pasangan?

Hal-hal tersebut mengingatkan pada kisah cinta Cinderella. Cinderella merupakan tokoh dalam Dongeng anak-anak yang dikenal sebagai Perempuan muda yang hidupnya berubah drastis ketika dia bertemu dengan “prince charming” yang menyelamatkannya dari kehidupan yang penuh dengan kesengsaraan. Meskipun terdengar seperti kisah ideal nan indah, Cinderella dianggap sebagai Perempuan lugu, tidak berdaya yang hanya menanti seseorang datang untuk menyelamatkannya. Kemudian dari sinilah mulai muncul teori dari Cinderella Complex oleh seorang psikiater Amerika Serikat Colette Dowling dalam karyanya yang berjudul “The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence”.

Lalu apa itu Cinderella Complex, faktor, aspek, dan pandangan agama terhadap Cinderella Complex?

Dowling (1995) dalam (Zain, 2016) mendefinisikan Cinderella Complex sebagai sikap atau kondisi dimana Perempuan memiliki rasa takut serta tertekan, yang membuat Perempuan tersebut takut untuk menggunakan kemampuan, potensi, hingga kreativitasnya. Kemudian Dowling juga menjelaskan bahwa Cinderella Complex merupakan ketergantungan psikologis yang dialami Perempuan, dan merupakan kecenderungan untuk dirawat dan dilindungi oleh orang lain terutama oleh laki-laki. Menurut (Fauzan, 2021) Cinderella Complex merupakan kecenderungan pada perempuan untuk bergantung secara psikis untuk dirawat, serta diberikan perlindungan dan keyakinan akan ditolong oleh orang lain terutama laki-laki.

Menurut Dowling, Cinderella Complex biasanya menyerang Perempuan muda dengan rentang usia 16-18 tahun, dan hal ini dapat membuat kebingungan untuk melanjutkan pendidikan atau memutuskan untuk menjalani pernikahan. Cinderella Complex tidak terjadi begitu saja melainkan disebabkan oleh banyak faktor yang dapat membentuk Complex ini. Dowling menyebutkan bahwa Cinderella Complex dapat terjadi melalui penanaman sejak dini yang melalui proses pembelajaran lingkungan sekitarnya. Yang diantaranya Adalah:

1. Pola Asuh orang tua

Pola asuh menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang. (Saha, 2016) dalam (Zain, 2016) Pola asuh over-protective merupakan pola asuh yang dapat membentuk kecenderungan Cinderella Complex pada anak, kurangnya ruang untuk berekspresi, dan membuat keputusan dapat membentuk anak menjadi pribadi yang takut salah, takut mengambil resiko, dan mudah bergantung pada orang lain. Kemudian menurut (Azizah & Priyanggasari, 2021) dalam (Setiawan et al., 2024) pola asuh permissive Cinderella Complex memiliki hubungan dengan Cinderella Complex.

2. Kematangan Pribadi

(Zain, 2016) kematangan merupakan proses mencapai kedewasaan, dan dipengaruhi beberapa faktor yaitu kondisi fisik (Kesehatan), kematangan intelektual, emosional, dan moral, faktor psikologis (pengalaman baik/buruk, konflik, trauma), kondisi lingkungan sekitar, serta faktor budaya (adat, kepercayaan setempat).

3. Konsep Diri

Individu yang memiliki konsep diri yang positif dapat menerima kondisi dirinya. (Dewi et al., 2004) dalam (Zain, 2016) Effendi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan konsep diri antara permepuan dan laki-laki, yang disebabkan oleh perlakuan Masyarakat. Semakin tinggi konsep diri maka semakin rendah kemungkinan Cinderella Complex.

(Erwin, 2017:17) dalam (Fauzan, 2021) Menurut Dowling, Cinderella Complex ditunjukkan dengan aspek-aspek sebagai berikut

  1. Berharap pengarahan dari orang lain

Tidak memiliki inisiatif, bersifat ragu-ragu dalam bertindak, bertindak setelah mendapatkan validasi atau pendapat dari orang lain.

  1. Kontrol diri eksternal

Ketika Perempuan berhenti atau merasa cukup dengan apa yang telah dicapai olehnya dan tidak mau berkembang lebih jauh, ini disebabkan karena Perempuan menganggap keberhasilan yang diraihnya berasal tidak murni dari kemampuannya melainkan seperti keberuntungan.

  1. Harga diri yang rendah

Kurangnya harga diri karenan seering menekan inisiatif dan aspirasinya, merasa tiak aman, dan cemas. Dowling menjelaskan bahwa Perempuan dengan self-esteem (kepercayaan diri) rendah cenderung menekan inisiatif dan cita-citanya.

  1. Menghidar dari tantangan dan kompetisi

Ini disebabkan karena terdapat perasaan takut akan membuat kesalahan, minim optimisme, mudah merasa tidak enak dengan orang lain cenderung mempengaruhi kompetensi dalam menghadapi ketakutan untuk terus maju menghadapi rintangan.

  1. Mengandalkan Pria/ Laki-laki

Perempuan denganyang mengalami Cinderella Complex akan cenderung menggantungkan diri kepada laki-laki sebagai pelindung maupun penopang ekonomi. Pada kondisi ini Perempuan akan merasa lebih berani dan percaya diri ketika terdapat laki-laki sebagai pendampingnya. Ketergantung ini dapat membuat Perempuan tersebut mudah menyerah saat mengalami kesulitan karena terbiasa memperoleh perlindungan dari orang lain. Sehingga dapat menjadi individu yang pasif dan kurang percaya diri.

  1. Takut akan kehilangan feminitas

Ketakutan akan kehilangan sisi femininenya ketika memilih bekerja, meraih kesuksesan, dan membangun kemandirian. Ketakutan akan kehilangan karakteristiknya yang lembut, dan penuh kasih sayang.

Bagaimana islam memandang Cinderella complex dan bagaimana cara penangananya?

Islam memandang Perempuan dan laki-laki sebagai makhluk yang setara. Islam menekankan pentingnya memiliki kemandirian, inisiatif serta kemampuan dalam mengontrol diri dalam kehidupan. Dalam islam antara Perempuan dan laki-laki diberikan anjuran untuk memiliki kemandirian.

(Ulfaturrohmah, 2022) kecenderungan Cinderella complex tidak bisa dianggap sepele dan dipandang sebagai karakter dari Perempuan Muslimah yang memiliki kekeliruan pemahaman terkait Batasan yang tidak boleh dilanggar dalam agama (Perempuan hanya boleh tinggal di rumah, tidak boleh bersura dan lain-lain). Yang justru berkebalikan dengan ajaran islam yang menekankan tentang pentingnya kemandirian, inisiatif dan kreativitas pada individu tanpa memandang pada jenis kelamin.

Sebagai mana yang tercatat dalam QS: An-Nisa:3:32

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗ وَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada Sebagian kamu atas Sebagian yang lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi Perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah Sebagian karunia-Nya. Sungguh, Allah maha mengetahui segala sesuatu.”

Potongan ayat di atas menegaskan bahwa baik pada laki-laki maupun Perempuan akan memperoleh bagian dari apa yang telah mereka ushakan. Kemudian ayat ini juga menunjukkan bahwa tidak hanya laki-laki amun Perempuan juga memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan memaksimalkan potensi pada dirinya.

Maka dari itu penting bagi Perempuan untuk mengembangkan potensi dan kemandirian pada dirinya. Cinderella complex tidak dapat hilang begitu saja bak ditelan bumi, melainkan perlu kesadaran terlebih dahulu lalu diatasi dengan perlahan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Fauzan, 2021) proses pemberian bantuan berupa

  • Merubah cara pandang atau keyakinan pada Perempuan dengan kecenderungan Cinderella complex

  • Melatih pikirian negative ke arah coping Thought

  • Latihan penguatan positif

Menurut dr. Rizal Fadli (2020) terdapat beberapa cara untuk keluar dari kecenderungan Cinderella complex, diantaranya Adalah

  • Menata Kembali semangat untuk memiliki koneksi dengan individu lain

  • Membangun motivasi untuk bertindak di dalam sebuah hubungan dan situasi lainnya

  • Mengenal lebih dalam tentang diri sendiri dan orang lain

  • Membangun kepercayaan diri

Pada akhirnya perasaan ingin dicintai bukanlah hal yang salah. Tetapi, hubungan yang sehat adalah hubungan yang dapat membangun dan membentuk keberanian. Dalam islam Perempuan bukanlah makhluk yang dianggap lemah dan tidak memiliki daya, islam memandang laki-laki maupun Perempuan dengan potensi berkembang yang sama.

Jika kamu mengalami hal-hal yang ada pada penjelasan diatas, kamu dapat mencoba rekomendasi penanganan perilaku yang ada, namun perlu diingat jika kamu merasa hal yang kamu hadapi terlalu berat disarankan untuk mendatangi professional terdekat.

Oleh Nurul Hafidzah Khoirunnisa, Dr. Rachmat Mulyono, M.Si., Psikolog