12 Ranpur Amfibi AAV Tiba di Jakarta, Perkuat Korps Marinir

Kekuatan tempur Korps Marinir TNI Angkatan Laut mendapat suntikan amunisi baru. Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi Assault Amphibious Vehicle (AAV) gelombang pertama mendarat di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/9).
Kedatangan 12 ranpur dari Amerika Serikat ini merupakan tahap awal dari total pengadaan 35 unit AAV yang diproyeksikan untuk memodernisasi alutsista pertahanan pesisir dan memperkuat kemampuan operasi amfibi TNI AL di wilayah kepulauan Indonesia.
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut dalam pernyataan tertulis, Kamis (24/9) menjelaskan, proses pembongkaran belasan tank raksasa tersebut ditinjau langsung oleh Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian bersama jajaran pejabat utama Korps Marinir.
Usai diturunkan dari kapal, seluruh unit ranpur diikat kuat di atas truk oplegger untuk dikawal menuju markas Kesatrian Marinir Hartono di Cilandak, Jakarta Selatan.
"Hadirnya AAV menjadi rekam jejak penting bagi modernisasi Korps Marinir, setelah sebelumnya mengoperasikan 15 unit LVT-7A1 hibah dari Korea Selatan pada akhir 2009 lalu," ungkap Marinir TNI AL.
Sebagai alutsista pendarat, AAV dirancang khusus untuk memobilisasi pasukan infanteri secara cepat dari kapal perang di tengah laut menuju bibir pantai hingga menerobos target di daratan.
Spesifikasi Teknis Ranpur Amfibi AAV:
Kapasitas Angkut: 3 personel awak + 21 prajurit infanteri Marinir bersenjata lengkap.
Mesin: Cummins V903 berdaya 525 horsepower.
Dimensi & Bobot: Panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, tinggi 3,26 meter, serta bobot 23 ton.
Kecepatan Maksimum: 15 km/jam di laut dan 75 km/jam di darat.
Ketahanan Laut: Mampu menembus gelombang dan arus laut ekstrem hingga kategori Sea State 5.
"Kehadiran AAV akan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir, khususnya dalam meningkatkan mobilitas, daya angkut, perlindungan, dan kecepatan manuver prajurit dari laut menuju darat," ungkap Panglima Korps Marinir Letjen (Mar) Dr. Endi Supardi.
