Asap Kalimantan Diduga Capai Filipina, Quezon City Tangguhkan Kelas Tatap Muka

Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan disinyalir telah berembus ke Filipina. Imbasnya, pembelajaran tatap muka di sekolah negeri di Quezon City pada Selasa (1/9) ditangguhkan sementara.
Kebijakan ini diambil setelah sensor lokal mencatat tingkat polusi udara berbahaya di seluruh kota.
Mengutip media Filipina, Phil Star, penangguhan kelas tatap muka tersebut berlaku untuk jenjang pendidikan negeri mulai level PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA, maupun untuk kelas sistem pembelajaran alternatif.
Otoritas penanggulangan bencana kota melaporkan, jaringan 68 sensor pemantau udara di Quezon City mencatat tingkat Indeks Kualitas Udara (AQI) dari "sangat tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat akut".
Pada tingkat konsentrasi tersebut, paparan dapat memicu batuk, iritasi saluran pernapasan, dan kesulitan bernapas—yang menimbulkan risiko kesehatan tinggi bagi individu dengan asma dan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya, menurut Pemerintah Kota Quezon City.
"Menurut pemerintah daerah, dengan mengutip penilaian lingkungan, peningkatan polusi udara yang mempengaruhi Metro Manila dan wilayah lainnya kemungkinan berkaitan dengan asap dan kabut yang terbawa dari kebakaran lahan dan hutan yang masih berlangsung di Kalimantan, Indonesia,” lapor Phil Star.
Pemerintah Kota Quezon City menyatakan bahwa penangguhan kelas tatap muka bagi sekolah swasta dan institusi pendidikan tinggi tetap menjadi kewenangan masing-masing pengelola sekolah.
Namun, pejabat kota sangat mendorong institusi swasta untuk menerapkan penangguhan secara lokal atau menggunakan sistem pembelajaran daring guna menjamin keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
"Semua orang disarankan mengenakan masker dan mengurangi waktu serta aktivitas fisik di luar ruangan. Harap pantau pengumuman berikutnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," kata Pemerintah Kota Quezon City.
Quezon City adalah kota terbesar, paling padat penduduknya, sekaligus mantan ibu kota Filipina. Terletak di Pulau Luzon, tepat di sebelah timur laut Manila.
535 Hotspot
Mengutip data Kemenhut RI, per 31 Agustus 2026 pukul 21.18 WIB terdeteksi 535 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
"Pantauan BMKG, wilayah Kalimantan Tengah dan bagian utara Kalimantan Barat kini diselimuti zona Merah (Sangat Tidak Sehat). Sementara zona Kuning (Tidak Sehat) meluas secara masif di Sumatera bagian tengah hingga utara (seperti wilayah Riau, Jambi, dan Sumatra Utara), serta wilayah Papua bagian selatan. Mayoritas wilayah Indonesia berada dalam kategori Baik (Hijau) hingga Sedang (Biru)," papar Kemenhut.
