BMKG Pantau Siklon Mekkhala, Ini Dampaknya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi badai/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi badai/AFP

BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta saat ini sedang memantau perkembangan Siklon Tropis Mekkhala.

Badai kuat ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W yang mulai memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 19 Juni 2026 pukul 19.00 WIB dan mencapai intensitas siklon tropis pada 20 Juni 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini posisi berada di Laut Filipina timur laut Filipina

BMKG dalam rilisnya pada Senin (22/6) pagi memprediksi kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Mekkhala dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat dan intensitasnya menjadi kategori empat dengan pergerakan ke arah barat barat laut.

Posisi siklon tropis Mekkhala per hari ini, Senin (22/6/2026). Foto: Dok BMKG

Dampak bagi Indonesia

Meskipun pusat badai berada di Laut Filipina, Siklon Tropis Mekkhala memberikan dampak tidak langsung berupa kenaikan gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia utara.

BMKG menjelaskan, gelombang laut tinggi setinggi 1,25-2,5 meter (Moderate Sea) hingga 24 jam ke depan berpotensi terjadi di:

  • Perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud

  • Laut Maluku

  • Samudera Pasifik Utara Maluku

  • Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,โ€ imbau BMKG.

Adapun nama Mekkhala merupakan sumbangan dari Thailand yang penamaannya diatur oleh Komite Topan World Meteorological Organization (WMO) untuk wilayah Pasifik Barat. Dalam mitologi Thailand, Mekkhala adalah nama Dewi Lautan atau Dewi Petir.