Hamas Tuding Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza untuk Gagalkan Rencana Damai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina berdiri di dekat kawah setelah serangan Israel terhadap gudang obat-obatan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (1/8/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina berdiri di dekat kawah setelah serangan Israel terhadap gudang obat-obatan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (1/8/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Beberapa hari ini terjadi eskalasi serangan Israel ke Jalur Gaza. Padahal, Presiden AS Donald Trump dan Board of Peace (BoP) sebelumnya mengumumkan telah tercapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas dkk dan gencatan senjata di Gaza.

Atas aksi Israel ini, Hamas menuduh Israel sengaja meningkatkan serangannya di Jalur Gaza untuk menggagalkan kesepahaman yang telah dicapai dengan para mediator dan pemerintahan AS.

kumparan post embed

Dikutip dari Saudi Gazette, Selasa (4/8), Hamas mengatakan serangan Israel sejak Minggu (2/8) pagi telah menewaskan lebih dari 19 warga Palestina dan "memusnahkan" seluruh keluarga.

Seorang wanita Palestina memeriksa rumahnya yang rusak setelah serangan Israel di Kota Gaza, Rabu (29/7/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Pemboman tersebut disebut sebagai "eskalasi yang disengaja oleh pemerintahan penjahat perang Netanyahu, yang bertujuan menghalangi kesepahaman yang telah dicapai dengan para mediator, termasuk pemerintahan AS, untuk menyelesaikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata," kata Hamas.

kumparan post embed

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (31/7) mengumumkan bahwa Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya telah sepakat untuk melucuti senjata.

Trump menyebut perjanjian yang melibatkan Board of Peace (BoP) itu sebagai "langkah monumental" menuju perdamaian dan keamanan di wilayah yang hancur tersebut.

Pernyataan Trump tentang kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan gencatan senjata di Gaza, 31 Juli 2026. Foto: X/The White House

Hamas menyerukan kepada para mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata agar "memikul tanggung jawab mereka", mengecam serangan Israel, dan "segera" menekan Israel untuk menghentikan serangannya serta mematuhi perjanjian tersebut.

Kelompok Palestina itu menggambarkan serangan Zionis tersebut "setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan". Hamas menyerukan masyarakat internasional mengambil langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel.

Seorang anak berbaring di atas kasur yang rusak setelah serangan Israel di Kota Gaza, Kamis (30/7/2026). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS

Hamas juga mendesak diambilnya langkah-langkah untuk melindungi warga Palestina, yang menurutnya terus menghadapi "ancaman genosida dan pengusiran".

Adapun Menteri Energi Israel Eli Cohen dalam wawancara dengan Army Radio mengatakan tidak ada kesepakatan yang mewajibkan Israel menghentikan serangannya selama rencana damai tersebut masih dinegosiasikan.

kumparan post embed