Heli Chinook Militer Jepang Mulai Padamkan Karhutla di Kalbar

Helikopter CH-47 Chinook milik militer Jepang mulai beraksi memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) pada Rabu (16/9).
Operasi dengan helikopter baru bisa dilakukan Rabu kemarin karena hari-hari sebelumnya jarak pandang terganggu kabut asap. Padahal Chinook yang diangkut kapal JS Kunisaki telah tiba di Kalbar beberapa hari sebelumnya.
Akun Komando Komponen Darat Angkatan Darat Bela Diri Jepang (GCC JGSDF) mengunggah video singkat tentang beroperasinya Chinook. Tampak helikopter dua baling-baling itu mengudara sambil membawa kantung air raksasa (bambi bucket).
Bambi bucket adalah kantung pemadam yang digantung di bawah helikopter Chinook untuk mengambil air dari sungai atau laut, lalu menjatuhkannya tepat di titik api.
Helikopter baru bisa mengudara pada 16 September karena harus menunggu kondisi jarak pandang (visibility) membaik.
"Pada tanggal 16 September, Tim Bantuan Darurat Internasional, seiring dengan membaiknya jarak pandang, memulai operasi pemadaman kebakaran hutan dengan menggunakan helikopter," ungkap GCC JGSDF dalam keterangannya.
"Operasi pemadaman dimulai. Sepenuh hati demi Indonesia," tulisnya dalam unggahan video berlatar lagu Kokoro no Tomo yang populer di Indonesia.
Hal serupa disampaikan Kemenhan Jepang di akunnya. Dikatakan operasi helikopter itu dilakukan di dan sekitar Pontianak.
Dalam upaya membantu Indonesia menanggulangi karhutla, Jepang mengerahkan JS Kunisaki (LST-4003), kapal perang jenis landing ship tank (LST) milik Pasukan Bela Diri Laut Jepang (JMSDF) yang berfungsi sebagai markas apung sekaligus pengangkut logistik utama.
Kapal tersebut membawa 3 unit helikopter CH-47 Chinook—helikopter angkut berat milik JGSDF yang telah dimodifikasi dan dilengkapi perangkat pemadam udara.
Selain helikopter, JS Kunisaki juga membawa 2 unit hovercraft atau LCAC (Landing Craft Air Cushion), yaitu unit LCAC 05 dan LCAC 06.
Kedua hovercraft ini disiagakan di dalam dek genang (well deck) JS Kunisaki untuk mendukung operasi angkut dan pergerakan alat berat dari laut ke darat di pesisir.
Lebih 300 personel militer Jepang dikerahkan dalam operasi pemadaman karhutla yang pertama kali mereka lakukan di luar negeri.
