Kapal Jepang Geser ke Ketapang, Heli Chinook Siap Padamkan Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal JS Kinusaki geser ke Ketapang, Kalbar, 21 September 2026 untuk bantu padamkan karhutla. Foto: Dok Kemhan Jepang
zoom-in-whitePerbesar
Kapal JS Kinusaki geser ke Ketapang, Kalbar, 21 September 2026 untuk bantu padamkan karhutla. Foto: Dok Kemhan Jepang

Kapal angkut JS Kunisaki milik militer Jepang bergeser posisi. Jika sebelumnya bersiaga di Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, kini kapal tersebut berada di perairan lepas pantai Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Jarak Kijing–Kabupaten Ketapang sekitar 439 km lewat jalur darat.

JS Kunisaki berangkat menuju Ketapang dengan membawa satu unit helikopter CH-47 Chinook. Sementara dua unit Chinook lainnya tetap berbasis di Pelabuhan Kijing.

instagram embed

Kunisaki berangkat dari Kijing pada Minggu (20/9) dan tiba di perairan lepas pantai Ketapang pada Senin (21/9).

“Helikopter angkut CH-47 yang tiba di perairan lepas pantai Ketapang dijadwalkan mulai melakukan operasi pemadaman kebakaran setelah persiapan selesai,” kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam pernyataan tertulis, dikutip Selasa (22/9).

Satu heli Chinook Jepang tiba di perairan Ketapang, Kalbar, 21/9/2026 untuk membantu memadamkan karhutla. Foto: Dok Kemhan Jepang

Dengan demikian, kata Kemhan Jepang, operasi pemadaman kebakaran akan dilakukan dari dua lokasi, yakni Pelabuhan Kijing yang menjadi basis dua helikopter CH-47 dan kapal angkut Kunisaki yang berada di lepas pantai Ketapang dengan satu helikopter CH-47.

“Kementerian Pertahanan Jepang dan Pasukan Bela Diri Jepang akan mengerahkan segala upaya untuk memberikan dukungan kepada Indonesia guna mencegah meluasnya kerusakan,” kata Kemhan Jepang.

Dalam misi kemanusiaannya di Indonesia, Jepang mengerahkan sekitar 330 personel, kapal angkut JS Kunisaki, dan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu memadamkan karhutla di Kalimantan Barat. Ini adalah misi pemadaman karhutla pertama di luar negeri yang militer Jepang lakukan.

Seorang petani setempat menyemprotkan air dalam upaya memadamkan kebakaran hutan yang membakar perkebunan kelapa sawitnya di Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga 21 September 2026, terdapat 1.357 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalbar dalam 10 hari terakhir.

Ketapang termasuk wilayah yang masih mengalami kebakaran, bersama Kayong Utara, Kubu Raya, dan Mempawah. BPBD Kalbar menyebut penanganan di sejumlah lokasi masih dilakukan, termasuk melalui pemadaman dan pendinginan untuk memastikan bara di lahan gambut tidak kembali memicu kebakaran.