Malaysia Tawarkan Pesawat Bombardier & Helikopter untuk Bantu RI Atasi Karhutla

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, hari ini, Kamis (17/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, hari ini, Kamis (17/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Malaysia secara resmi menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Bantuan itu termasuk sebuah pesawat Bombardier CL-415MP yang sebelumnya pernah dikerahkan untuk membantu Indonesia menangani karhutla tahun 2015.

Tawaran bantuan itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pertemuan pada Kamis (17/9), dikutip dari The Star

Ahmad Zahid yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Manajemen Bencana Nasional Malaysia ini melakukan kunjungan kerja ke Indonesia selama 4 hari.

Pesawat Malaysia, Bombardier CL-415MP, mengambil air dalam pemadaman karhutla di Sumsel tahun 2015. Foto: Dok MMEA Malaysia

Selain Bombardier CL-415MP, tawaran bantuan itu juga berupa tiga helikopter serta 52 perwira dan personel dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Nadma), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA), dan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF).

"Hal ini akan dirujuk ke Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah Indonesia,โ€ kata Ahmad Zahid.

instagram embed

Pernah Bantu Karhutla 2015

Pesawat Bombardier CL-415MP milik MMEA, yang memiliki kemampuan melakukan operasi pemadaman kebakaran dari udara, sebelumnya pernah dikerahkan ke Sumatera Selatan pada tahun 2015. Pesawat tersebut menjatuhkan 546.000 liter air selama misi lima hari.

Video aksi pesawat itu saat mengambil air sempat viral di Indonesia beberapa waktu lalu.

Menara Warisan Merdeka (KL118) (C) dan gedung-gedung komersial di Kuala Lumpur diselimuti kabut asap akibat karhutla, Selasa (11/8/2026). Foto: Mohd Rasfan/AFP

Ahmad Zahid mengatakan pesawat tersebut akan mengambil air dari danau, laut, atau sungai sebelum menjatuhkannya di area yang terdampak kebakaran, sementara tiga helikopter yang ditawarkan juga akan dikerahkan untuk tujuan yang sama.

"Malaysia sangat prihatin dengan masalah ini, yang terjadi setiap tahun, baik karena pembakaran terbuka di Kalimantan maupun Sumatera, dengan asap yang dihasilkan sampai ke Malaysia. Kami ingin membantu Indonesia mengatasi masalah ini bersama-sama," kata Wakil PM Malaysia keturunan Jawa tersebut.

Bukan Bentuk Campur Tangan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, hari ini, Kamis (17/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ahmad Zahid menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, melainkan untuk membantu mengatasi kabut asap lintas batas yang juga berdampak pada negara-negara tetangga.

"Yang penting bagi kami adalah menyelesaikan masalah ini sebelum terjadi setiap tahun. Ini berarti harus memiliki rencana mitigasi atau strategi untuk mencegahnya terjadi. Rencana mitigasi ini demi kepentingan Malaysia dan Indonesia," ujarnya.

Ahmad Zahid mengatakan Malaysia dan Indonesia juga mempertahankan kerja sama yang erat dalam manajemen bencana melalui pertemuan dan latihan bersama, termasuk di tingkat Asean.

Menteri P2MI dampingi Wapres Gibran terima Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid bin Hamidi di Jakarta Pusat Foto: Dok. Istimewa

Bantuan Pemadaman Karhutla dari Asing

Pada karhutla 2015, Indonesia menerima bantuan dari beberapa negara asing.

Mengutip situs Sekretariat Negara RI, Australia kala itu mengirimkan Hercules L 100 dengan kapasitas 15 ton air, Singapura mengirim 1 heli Chinook, sedang Malaysia mengirimkan 1 pesawat Bombardier 415 MP dengan kapasitas air 6 ton.

Personel militer Jepang berjalan menuju helikopter CH-47 Chinook sebelum kedatangan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang melakukan kunjungan ke kapal JMSDF JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2026). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO

Sedangkan untuk penanganan karhutla 2026, Jepang memberikan bantuan melalui pengerahan kapal JS Kunisaki yang membawa dua unit hovercraft (LCAC), 3 helikopter Chinook serta sekitar 300 personel militer dalam misi bantuan kemanusiaan