Menteri Singapura Mundur Usai Tersandung Etika Terkait Interaksi dengan Wanita

Seorang menteri di Singapura, Faishal Ibrahim, secara mendadak mengundurkan diri dari seluruh jabatan pemerintahan dan partai politik pada Senin (20/7).
Langkah ini diambil setelah Faishal menilai tindakannya melanggar standar etika dan perilaku pejabat publik terkait interaksinya dengan seorang wanita.
Pengunduran diri ini diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Lawrence Wong di situs resmi PM Singapura, Senin (20/7).
"Setelah merenungkan masalah tersebut, Associate Professor Faishal menerima bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran dirinya," kata Wong.
Dalam pernyataan itu, Wong menjelaskan kronologi kasus yang membuat Faishal mundur dan juga menunjuk pengganti Faishal.
Faishal adalah Anggota Parlemen (MP) mewakili Marine Parade–Braddell Heights GRC, termasuk kawasan Kembangan-Chai Chee.
Dia menjadi menteri di kabinet PM Lawrence Wong per 23 Mei 2025. Jabatannya adalah Menteri Negara Senior (Senior Minister of State) di Kementerian Dalam Negeri sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Urusan Agama Islam (Acting Minister-in-charge of Muslim Affairs).
Berikut pernyataan Wong selengkapnya:
Pernyataan Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Lawrence Wong mengenai pengunduran diri Associate Professor Muhammad Faishal Ibrahim pada 20 Juli 2026 dan pertukaran surat.
Associate Professor Muhammad Faishal Ibrahim mengundurkan diri hari ini sebagai Pemegang Jabatan Politik, Anggota Parlemen (MP), dan anggota People’s Action Party (PAP), karena alasan pribadi. Saya telah menerima keputusannya untuk mengundurkan diri. Pertukaran surat saya dengannya dilampirkan.
Masalah ini menjadi perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan anggota masyarakat mengenai interaksinya dengan Associate Professor Faishal. Saya meminta agar masalah ini segera diteliti.
Baik Associate Professor Faishal maupun wanita tersebut telah diwawancarai secara terpisah, untuk memahami keterangan mereka masing-masing. Sebagian besar interaksi mereka terjadi melalui pesan daring. Mereka juga bertemu di sela-sela acara publik.
Kedua belah pihak kemudian saling mengajukan tuduhan pelecehan terhadap satu sama lain, dan masalah tersebut dirujuk ke Kepolisian. Kepolisian telah menyelidiki tuduhan-tuduhan tersebut.
Setelah mempertimbangkan fakta dan keadaan secara cermat, dan berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung (Attorney-General's Chambers), dinilai bahwa tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, tidak ada tindakan pidana yang akan diambil terhadap salah satu dari mereka.
Namun ada pertanyaan terpisah tentang apakah perilaku Associate Professor Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang Pemegang Jabatan Politik dan Anggota Parlemen.
Setelah merenungkan masalah tersebut, Associate Professor Faishal menerima bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran dirinya.
Associate Professor Faishal memberikan kontribusi signifikan selama dua dekade pelayanan publik. Beliau memainkan peran kunci dalam memajukan inisiatif yang memperkuat ketahanan masyarakat, mendukung rehabilitasi dan reintegrasi mantan narapidana, dan meningkatkan hasil bagi keluarga rentan. Beliau telah bekerja keras sebagai Anggota Parlemen dan melayani warganya dengan rajin. Saya berterima kasih atas banyak kontribusinya.
SMS Zaqy Mohamad akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri Urusan Agama Islam. Para Anggota Parlemen yang tersisa di Marine Parade-Braddell Heights GRC akan terus melayani warga di Kembangan.
