Nekat Dokumentasikan Serangan Houthi di Arab Saudi, Sejumlah Warga AS Ditangkap

Sejumlah warga negara Amerika Serikat ditangkap oleh otoritas Arab Saudi akibat nekat mengambil foto dan merekam video terkait peristiwa keamanan terbaru di negara kerajaan tersebut. Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kedutaan Besar AS di Riyadh.
Pemerintah Arab Saudi saat ini memberlakukan aturan hukum yang sangat ketat menyusul maraknya serangan dari milisi Houthi di Yaman. Warga dilarang keras mengabadikan maupun menyebarkan konten yang berkaitan dengan operasi pertahanan militer.
"Warga negara Amerika telah ditahan karena mengambil foto-foto peristiwa-peristiwa terbaru," tulis Kedubes AS dalam pernyataan resminya, dikutip dari Arab News, Selasa (13/10).
Kedubes AS tak membeberkan jumlah pasti warga AS yang diamankan.
Otoritas Arab Saudi sebelumnya sudah menegaskan bahwa "mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan, informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya akan membuat Anda terjerat hukum."
Kasus penangkapan warga AS ini terjadi di tengah situasi keamanan yang memanas akibat rentetan serangan milisi Houthi ke fasilitas vital Arab Saudi.
Serangan ke area bandara baru-baru ini telah memakan banyak korban jiwa, termasuk insiden di Bandara Riyadh yang menewaskan 19 orang serta serangan di Bandara Internasional Abha yang merenggut dua korban jiwa.
Imbas penangkapan warga negara serta eskalasi ancaman keamanan ini, Kedubes AS mengimbau seluruh warganya untuk ekstra hati-hati dan mematuhi hukum setempat.
Kedubes AS juga mewajibkan pegawai pemerintah AS mengantongi izin khusus jika harus beraktivitas di area bandara di Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia juga telah mengingatkan WNI di Saudi agar mematuhi larangan mendokumentasikan dan menyebarkan konten-konten sensitif.
"KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI untuk mematuhi peraturan setempat, tidak menyebarkan informasi sensitif, dan mengutamakan keselamatan diri," bunyi peringatan KBRI Riyadh.
